Beredar kabar yang menarasikan bahwa Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menangkap Anies Baswedan.
Kabar itu disebarkan oleh akun Youtube dengan 327 ribu pengikut bernama PINTER POLITIK melalui sebuah video yang diunggah pada 16 Juli 2023.
"mengejutkan ! modal bukti kuat kpk bikin anies tak bisa mengelak lagi" begitu judul dalam unggahan tersebut seperti dikutip Mamagini, Minggu (16/7/2023).
Selain itu, unggahan tersebut juga menyertakan thumbnail berupa gambar yang diduga telah direkayasa dengan narasi sebagai berikut:
"UPDATE TERKINI
KPK TANGKAP ANIES!
SELURUH KELUARGA NYA TERKEJUT DENGAN KEJADIAN INI"
Namun begitu, apakah benar Anies Baswedan ditangkap KPK?
Penjelasan
Setelah melihat unggahan tersebut secara utuh, video itu sama sekali tidak menampilkan tayangan terkait Anies Baswedan yang ditangkap KPK.
Unggahan tersebut juga sama sekali tidak menunjukkan bukti bahwa KPK memiliki bukti kuat untuk menangkap Anies Baswedan.
Baca Juga: Bantu Ipswich Town Menang di Laga Pramusim, Elkan Baggott Batal Dipinjamkan Lagi?
Faktanya, berdasarkan penelusuran, hingga saat ini tidak ada bukti atau berita kredibel yang menyatakan bahwa Anies Baswedan ditangkap KPK.
Kesimpulan
Berdasarkan penjelasan tersebut, dapat disimpulkan bahwa klaim yang menyatakan 'KPK TANGKAP ANIES! SELURUH KELUARGA NYA TERKEJUT DENGAN KEJADIAN INI' merupakan klaim yang salah.
Unggahan tersebut merupakan unggahan yang mengandung informasi tidak benar dan narasi menyesatkan.
Catatan Redaksi:
Artikel ini merupakan bagian dari konten Cek Fakta Mamagini.Suara.com. Dibuat seakurat mungkin dengan sumber sejelas mungkin, namun tidak mesti menjadi rujukan kebenaran yang sesungguhnya (karena masih ada potensi salah informasi). Lebih lengkap mengenai konten Cek Fakta bisa dibaca di laman ini. Pembaca (publik) juga dipersilakan memberi komentar/kritik, baik melalui kolom komentar di setiap konten terkait, mengontak Redaksi Suara.com, atau menyampaikan isu/klaim yang butuh diverifikasi atau diperiksa faktanya melalui email cekfakta@suara.com.
Berita Terkait
-
Elektabilitas Anies Turun, NasDem Kumpulkan Demokrat dan PKS Senin Besok di Jakarta
-
BRIN Usul Ganjar Pilih Cawapres dari NU Atau Kubu Lawan Jika Ingin Menang: Kalau Sama Nggak Guna
-
Pekerja Pertanian Dukung Anies Capres 2024, Ketidakadilan Omnibus Law Jadi Alasan
-
Ogah Umumkan Bakal Cawapres Saat Elektabilitas Anies Menurun, NasDem: Sama Saja Menyerahkan Leher Kami Digorok!
-
NasDem Tanya Balik AHY Soal Pendamping Anies: Kalau Bukan Dia, Pergi Enggak?
Terpopuler
- Gus Kikin Pimpin PBNU, Antara Satire 'Salah Dalil' hingga Guyon 'PWNU Jatim Cabang Jakarta'
- Persib Bandung vs Seoul FC dan Melbourne Victory, Mariano Peralta Kirim Psywar
- 8 Sepatu Jalan untuk Komuter KRL dan MRT yang Empuk dan Awet
- 9 Pilihan HP Infinix RAM 8GB Kelas Entry Level Harga Rp1-3 Jutaan
- Kulkas Merek Apa yang Tidak Ada Bunga Es? Ini Pilihan dan Tips agar Tak Salah Beli
Pilihan
-
Sudah dari 2023, 'Nyelang' Jadi Napas Warga Pesisir Cilincing Demi Dapatkan Air Bersih
-
Dikepung Asap Karhutla, Pesawat Menhut Raja Juli Antoni Gagal Mendarat di Pontianak
-
Santap Siang Bareng di Rusia, Prabowo Minta Maaf ke Putin Karena Hal Ini
-
Dua Bus Transjakarta Tubrukan di Pancoran, Benarkah Sopir Mengantuk karena Cuti Duka Ditolak?
-
Bikin Cemas! Pesawat Garuda Indonesia Pecah Ban Angkut 156 Penumpang
Terkini
-
Bukan Hanya Pangan dan Tempat Tinggal, Ini Kebutuhan Utama Warga Terdampak Gempa NTT
-
Pertama Kali Donor Darah? Simak Panduan dan Persiapannya dari Aksi Indodana Finance-KSDD
-
Karhutla Masuk Area Konsesi, Lebih dari 10 Perusahaan Perkebunan Sumsel Diminta Klarifikasi
-
FT Timnas Indonesia U-20 vs Laos: Zahaby Gholy Cetak Brace, Garuda Muda Puncak Klasemen
-
Donald Trump Bantah Rencana Ganti Nama Selat Hormuz dengan Namanya Sendiri
-
Kebakaran Renggut Nyawa 3 Pekerja, PT Evyap Beri Bantuan dan Evaluasi Operasional
-
Karhutla Sumsel Terus Berulang, Ketimpangan Agraria Kembali Dipertanyakan
-
Dari 566 Korban Keracunan Massal Sidoarjo, Tersisa 34 Santri Masih Dirawat di RS
-
Kali Bekasi Hitam Pekat dan Berbau
-
Polisi Bongkar Jaringan Merkuri Ilegal 1 Ton Senilai Rp2,8 Miliar, Pasok Tambang Emas di 3 Wilayah