Pare adalah sayuran yang kaya akan manfaat kesehatan, tetapi banyak orang menghindarinya karena rasanya yang pahit.
Padahal, ada cara memasak pare agar tidak pahit dan tetap hijau, sehingga Anda bisa menikmati rasa dan kandungan gizinya. Berikut adalah langkah-langkahnya:
1. Pilih pare yang masih segar, berwarna hijau cerah, dan tidak terlalu besar. Pare yang besar biasanya lebih pahit daripada yang kecil.
2. Cuci pare dengan air mengalir, lalu potong-potong sesuai selera. Anda bisa memotongnya tipis-tipis, membelahnya menjadi dua, atau membuang bijinya.
3. Rendam pare dalam air garam selama 15-20 menit. Air garam akan membantu mengurangi rasa pahit dan mengeluarkan getah pare. Anda juga bisa menambahkan sedikit cuka atau perasan jeruk nipis ke dalam air garam untuk memberikan rasa asam yang segar.
4. Tiriskan pare, lalu cuci kembali dengan air bersih. Peras pare dengan tangan untuk menghilangkan sisa air garam dan getah.
5. Tumis pare dengan bumbu-bumbu favorit Anda, seperti bawang putih, bawang merah, cabai, terasi, kecap manis, atau santan. Masak hingga pare matang dan empuk, tetapi jangan terlalu lama agar warna hijaunya tidak pudar.
6. Sajikan pare hangat atau dingin sesuai selera. Anda bisa menambahkan lauk pauk lainnya, seperti ayam goreng, telur dadar, atau tempe bacem.
Pare mengandung banyak gizi yang baik untuk tubuh, seperti vitamin A, vitamin C, vitamin B kompleks, zat besi, kalsium, fosfor, dan serat.
Baca Juga: Happy Asmara Akrab dengan Denny Caknan dan Bella Bonita, Terbukti Hanya Fans Ribet yang Panas
Pare juga bermanfaat untuk menurunkan kadar gula darah, kolesterol, tekanan darah, dan berat badan. Pare juga bisa meningkatkan daya tahan tubuh dan mencegah infeksi.
Dengan cara memasak pare yang benar, Anda bisa menikmati sayuran ini tanpa harus merasakan pahitnya. Pare akan menjadi hidangan yang lezat dan sehat untuk keluarga Anda. Selamat mencoba!
Berita Terkait
Terpopuler
- 10 HP Murah Memori 128 GB dan Kamera Bening di Bawah Rp1,5 Juta untuk Multitasking
- Dicukur Timnas Indonesia 5-1, Pemain Naturalisasi Kamboja Jadi Sasaran Kemarahan Fans
- 7 HP Murah Spesifikasi Terbaik di Bawah Rp2 Juta, Kamera 108 MP hingga NFC
- Bukan Sekadar Urusan Nasi Uduk di Matraman, 'Waspada Skenario Kerusuhan Agustus 2026'
- 9 Rekomendasi Lipstik Tahan Lama yang Cocok untuk Kulit Sawo Matang
Pilihan
-
Hukum Tak Mampu Meyakinkan Publik, Main Hakim Sendiri Jadi Jalan Pintas
-
Rupiah Jebol ke Rp18.083 per Dolar AS, Terpuruk Paling Dalam di Asia usai Perry Warjiyo Mundur
-
Adik Kim Jong un ke Indonesia Cs: Hei Antek-antek Asing, Stop Jadi Corong Bayaran AS
-
Melania Trump Hendak Dibunuh saat Belanja Baju, Ada 'Orang Dalam' Berkhianat
-
Bayi 'Putri Duyung' Lahir di OKI, Apa Itu Sirenomelia yang Membuat Kakinya Menyatu?
Terkini
-
Pertamina EP Adera Sambung Harapan Anak Putus Sekolah Lewat Program Sekolah Kembali
-
Apa Itu Aplikasi AMPERA 24/7? Kini Warga Palembang Bisa Akses Layanan Polisi dari Ponsel
-
Murid Mengeluh Sepatunya Mengganjal saat Dipakai Sekolah, Isinya Diduga Paket Sabu
-
5 Fakta Mahasiswa KKN Tenggelam di Sungai Rawas, Perahu Terbalik Usai Tabrak Kayu
-
Ada Apa di Kejari Kabupaten Bogor? Kasi Pidsus Mendadak Dipanggil Kejagung
-
Pemenuhan Gizi Jadi Fondasi Tumbuh Kembang Anak, Ini yang Harus Diketahui Orang Tua
-
Dari Gudang hingga Rumah, Begini Perjalanan Produk Sebelum Sampai ke Tangan Konsumen
-
Ancaman Belum Usai: Sosiolog UNJ Ingatkan Bentrokan Matraman Rawan Dibajak Isu SARA
-
Tuntas Uji Coba 3 Bulan, Pemkab Bogor Godok Rute Baru Bus Listrik Bojong Gede - Exit Tol Citeureup
-
Ditahan KPK, Moch Mahrus Suap Anggota DPR Rp1,5 Miliar demi Raih Hibah Pokmas Jatim