Niluh Djelantik berencana akan menghajar akun penghina dirinya pada pihak berwajib. Hal tersebut disampaikan lewat akun media sosial Twitter miliknya.
"Diskusi dengan sahabat dan masukan dari Kesayangan ND. Mbok memutuskan akan melaporkan akun di foto ini ke kantor polisi," cuitnya dalam akun Twitter @niluhdjelantik dikutip pada Kamis, (24/11/2022).
Eks kader Partai NasDem meminta pemilik akun Facebook bernama Kimberly Rebeca siap-siap mempertanggungjawabkan perbuatannya di hadapan hukum.
Menurut Niluh, apa yang diperbuat terduga pelaku merupakan penghinaan.
"Siap-siap curhat diketikin. Sebagai pembelajaran untuk tidak lagi menghina perempuan dan sesama yang tidak sepaham," tegas Niluh.
Unggahan Niluh direspon dan mendapat dukungan dari sejumlah warganet lain. Warganet menilai terduga pelaku yang menghina Niluh sudah sangat kelewatan karena body shaming, apalagi mereka sama-sama seorang perempuan. Salah satunya adalah pegiat media sosial Jhon Sitorus.
"Mbok @niluhdjelantik, kami dukung. Jangan takut," ungkapkan.
"Dukung mbok, body shaming sekarang pun sudah ada pasalnya kok mbok. Sekali kali biar kapok mereka," diikuti warganet lain.
"Sepakat mbok...Kasih pelajaran yang setimpal mbok manusia-manusia yang gak punya adab ini," tutur netizen.
"Memang sebaiknya diberikan pelajaran agar lebih beradab tidak sembarangan menghina orang lain," cuit publik.
"Dan akun lainnya yang melakukan body shaming sekalian dilaporkan... Dan dengan hormat tolong jangan ada kata damai," ucap warga lokal.
Sebagaimana diketahui, eks kader NasDem Niluh Djelantik mengalami kejadian yang tidak menyenangkan dari pengikut di media sosial. Dia diduga menghina fisik Niluh saat mengunggah sebuah foto.
Mulanya, foto Niluh di posting lewat akun Facebook miliknya dengan narasi bertulis 'kesayangan'.
Terlihat sebuah unggahan tangkap layar yang memperlihatkan akun warganet dengan nama pengguna Kimberly Rebeca, merespon foto milik Niluh.
Dia berkomentar bernarasi kasar dan juga hinaan. Dia menilai tubuh Niluh penuh dengan koreng. Dia pun heran mengapa wanita kelahiran Bali memposting foto itu.
"Aku heran, korengan tapi kok bangga ya NILUH DJELANTIK?," ungkap warganet dikutip pada Kamis, (24/11/2022).
Berita Terkait
-
Eks Kader NasDem Niluh Djelantik Fisiknya Dihina Warganet Sebut 'Korengan'
-
Candaan Sule Dianggap Menyinggung Agama Islam, Ketua Aliansi Masyarakat Pecinta Rasulullah: Menyinggung Perasaan
-
Dipolisikan usai Ucapan 'Miras Minuman Rasulullah', Pelapor Harap Budi Dalton hingga Sule Sujud Minta Maaf
-
Tata Cara Sholat Gaib untuk Korban Gempa Cianjur, Ini Niat dan Rukunnya
Terpopuler
- Dicukur Timnas Indonesia 5-1, Pemain Naturalisasi Kamboja Jadi Sasaran Kemarahan Fans
- 7 HP Murah Spesifikasi Terbaik di Bawah Rp2 Juta, Kamera 108 MP hingga NFC
- Bukan Sekadar Urusan Nasi Uduk di Matraman, 'Waspada Skenario Kerusuhan Agustus 2026'
- 4 Serum Wardah untuk Mengecilkan Pori, Kulit Halus dan Mulus Bertahap
- Nasib Berubah, Ini 4 Shio yang Panen Keberuntungan dan Rezeki pada 29 Juli 2026
Pilihan
-
Banyak Air Galon Isi Ulang di Bangka Barat Belum Diuji, Amankah Dikonsumsi Setiap Hari?
-
Dicecar 23 Pertanyaan Penyidik KPK, Ini Kata Plt Bupati Sukoharjo
-
Cuma Sisa Rp200 Juta! Perampok Rp1,2 Miliar di Kalideres Diciduk Usai Habiskan 1 M Dalam 8 Hari
-
Survei SMRC Juli 2026: Elektabilitas Prabowo Anjlok Drastis, Disalip Dedi Mulyadi
-
Malaysia Dikit Lagi Resmi Berstatus Negara Maju, Pendapatan Warga Rp 250 Juta per Tahun
Terkini
-
Wujud Kasih Sayang yang Berbeda dari Dua Ayah di Agent Kim Reactivated
-
Jadwal Puasa Sunah Agustus 2026, Lengkap dengan Tanggal dan Bacaan Niatnya
-
Jateng Jadi Basis Pelanggan Terbesar Indosat, Trafik Data Naik 10,4 Persen
-
DFSK E5 Plus Resmi Meluncur di GIIAS 2026 dengan Harga Spesial Mulai Rp479 Juta
-
Karhutla Hanguskan 40 Hektare Lahan di Palangka Raya
-
50 Persen Pengaduan di Jateng Isinya Sama: Perusahaan Nekat Tahan Ijazah Mantan Karyawan
-
BI Luncurkan Layanan Baru Penukaran Uang Rusak, Warga Sumsel Kini Punya Lebih Banyak Pilihan
-
Dicap Menteri Problematik, Menhut Raja Juli Dikecam Usai Prioritaskan Hutan untuk TNI
-
Tol Akses Patimban Capai 68 Persen, Pemerintah Kebut Konektivitas ke Pelabuhan Strategis Nasional
-
Metodologi Audit BPKP Dinilai Tak Konsisten, Pakar Desak Evaluasi Total