Dengan tokoh fiktif ini ia mengarahkan rekan kejahatan untuk beraksi. Sementara kepada korban agar yakin menyerahkan uang.
Nama Wowon Erawan atau Aki Wowon sebagai serial killer melibatkan kejahatan penipuan dan pembunuhan. Tidak saja kepada korban ia mengenalkan sosok Aki Banyu. Dua orang pengikut aksi kejahatannya juga "termakan" tokoh fiksi rekaan lelaki usia 60 tahu itu.
Dikutip dari Suara.com, dalam melancarkan praktik penipuan berkedok penggandaan uang Wowon Erawan menciptakan tokoh sakral fiktif bernama Aki Banyu sejak 2016.
Tokoh ini diciptakan demi mengarahkan dua partner-in-crime yang menjadi kaki-tangannya, yaitu Solihin alias Duloh (63), dan M. Dede Solehuddin (35). Kemudian berikutnya para korban yaitu Tenaga Kerja Wanita atau TKW di Saudi Arabia menjadi yakin.
"Buat nipu saja," jelas Wowon Erawan.
Lelaki berjuluk Serial Killer itu berperan sebagai tokoh fiktif dengan suara yang dibuat-buat. Kemampuan mengubah beberapa suara adalah kebisaannya karena di bidang seni ia bisa mendalang.
"Dahulu saya suka gelaran wayang golek, bisa mengubah suara," lanjutnya.
Selain itu, pekerjaannya sebelum menipu adalah pedagang ikan pindang.
Dari hasil penyidikan yang dilakukan Subdit Jatanras Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya, total ada sembilan korban Aki Wowon Cs. Dan selain melakukan pembunuhan, mereka melakukan praktik penipuan berkedok penggandaan uang. Sebagian besar korban adalah TKW.
Di Polda Metro Jaya, Jakarta, Kamis (2/2/2023), Wowon Erawan mengaku menyesal telah membunuh dan menipu banyak korban.
"Nyesel Pak. Sampai sekarang saya mau tobat gitu Pak," ungkap Wowon Erawan.
Penyesalan ini timbul setelah Solihin alias Duloh (63) serta M. Dede Solehuddin (35) ditangkap pihak Kepolisian. Jika keduanya tidak tertangkap, belum tentu Wowon Erawan bakal berhenti.
"Belum ada (niat tobat sebelum ketangkap), Pak. Tapi sekarang sudah ketangkap, saya mau tobat," ujarnya.
"Saya mau minta maaf sedalam-dalamnya atas kekhilafan saya. Saya mau diapain juga ikhlas, silakan aja," tukas Wowon Erawan.
Berita Terkait
-
Masih Percaya Tuhan, Aki Wowon Ngaku Lakukan Pembunuhan Berantai Seperti Kesetanan
-
Suruh Jaksa Bercermin, Ragam Serangan Kubu Putri Candrawathi Dalam Duplik
-
11 Pengakuan Serial Killer Wowon Cs: Bunuh Anak Gegara Rewel, 7 TKW Jadi Target Selanjutnya
-
Ini Motif Percobaan Pembunuhan Berencana di Sleman, Dari Pura-pura Menolong hingga Buat Laporan Palsu
-
Pengakuan DP, Otak Percobaan Pembunuhan Berencana di Sleman: Korban Sudah Dua Kali Diracun Tidak Meninggal
Terpopuler
- TNI Mau Ambil Alih Kamtibmas? TB Hasanuddin: Itu Tugas Polri
- Cara Menata Isi Dompet yang Baik Menurut Feng Shui agar Rezeki Lebih Lancar
- 6 Tanda-Tanda Rumah Memiliki Energi Positif Chi yang Membuat Penghuni Tenang
- 5 Sunscreen untuk Flek Hitam Usia 30 Tahun ke Atas Sesuai Review dan Harga
- Media Italia Sebut Jay Idzes Masuk Radar PSG: Transfer Mewah untuk Sassuolo
Pilihan
-
Kampung Bahari Memanas! Massa Lawan BNN dan Brimob Pakai Petasan saat Gerebek Narkoba
-
Sudah Dibangun Sejak 2023, Sejauh Mana Bibit Sriwijaya Kemampo Pulihkan Hutan Sumsel?
-
Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo
-
100 Personel Damkar Masih Berjibaku Padamkan Kebakaran Gedung Bapenda DKI
-
Kantor Bapenda DKI Jakarta Dilalap si Jago Merah, Api Semakin Membesar
Terkini
-
Menolak Bungkam! Rakyat Kecil di Kota Bogor Tuntut Keadilan Hak Tanah yang Diduga Diserobot
-
Tukang Cukur dan Camat Sudah Minta Maaf, Netizen Masih Buru Pelaku Perekam Video Viral
-
Tanggapi Insiden Tukang Cukur di Rancabungur, Bupati Bogor: Mari Bersama Maknai Kemerdekaan
-
Cara Seru Jakarta Ajak Ratusan Pelajar Kenali Pariwisata Berkelanjutan
-
Nekat Panjat Atap Hingga Bakar Dua Motor, Evakuasi Pria ODGJ di Cibadak Sukabumi Menegangkan
-
BRI Perluas Akses Pembiayaan KUR Petani di Bengkayang Guna Swasembada Pangan
-
Retribusi Melempem, Benyamin Davnie Bentuk Perseroda 'Citra Anggrek Mandiri' Kelola Pasar Tangsel
-
Geledah Jateng-Jatim, KPK Cari Bukti untuk Tetapkan Tersangka Baru dalam Kasus Suap Pajak
-
Bupati Brebes Temui Siswa Sespimmen Polri, Bahas Persoalan Pupuk Subsidi
-
Kembalikan Hak Pejalan Kaki, Pemkot Bandung Tertibkan Bangunan Liar di Jalan Rajawali