Ada perbedaan terkait tanggal 1 Syawal 1444 H, di mana PP Muhammadiyah telah menetapkan Hari Raya Idul Fitri jatuh pada Jumat (21/4/2023).
Sementara itu pemerintah akan menentukan tanggal 1 Syawal 1444 H setelah mengadakan sidang isbat. Namun publik ramai berspekulasi pemerintah akan menetapkan Hari Raya Idul Fitri pada Sabtu (22/4/2023).
Lalu bagaimana hukumnya perbedaan tanggal 1 Syawal ini? Apakah yang mengikuti pemerintah masih diperbolehkan menjalankan puasa Ramadhan?
Hal inilah yang dipertanyakan kepada Ustaz Khalid Basalamah. "Padahal tidak boleh berpuasa di Hari Raya, bagaimana menyikapi ini?" tanya salah seorang jemaah, dikutip dari kanal YouTube Dakwah Sunnah, Selasa (18/4/2023).
Ustaz Khalid Basalamah mengaku dirinya masih memercayai keputusan pemerintah. Namun menurut Ustaz Khalid Basalamah, ada hal lain yang lebih penting daripada memperkarakan mengikuti pemerintah atau tidak.
"Yang penting puasanya 30 hari maksimal, nggak boleh 31 hari itu, karena memang penentuan 29 atau 30 hari," ujar Ustaz Khalid Basalamah.
"Kalau seandainya tertutup bagi kalian, maka sempurnakan 30 (hari). Memang dalam hitungan Hijriah maksimal 30 hari saja, nggak lebih daripada itu," tegasnya menambahkan.
Namun ada pula satu prinsip yang harus dipegang kaum Muslim. "Kalau pemerintah menambah sampai 31 hari, nah itu nggak boleh diikuti. Tapi kalau hanya beda satu hari?" ujar Ustaz Khalid Basalamah.
"Maka enggak ada masalah, kalau hanya pas 29 atau 30 hari maka belum melanggar sunnah Nabi SAW. Ikuti pemerintah dan jangan sampai berselisih selama itu masih dalam koridor ada dalil yang menjelaskannya," pungkas Ustaz Khalid Basalamah.
Baca Juga: Sejarah Hisab dan Rukyatul Hilal dalam Penentuan Hari Besar Islam
Di sisi lain, sidang isbat untuk menentukan tanggal 1 Syawal 1444 H akan dilakukan Kementerian Agama pada Kamis (20/4/2023). Kemenag akan melakukan pantauan hilal di 123 titik di seluruh Indonesia.
Berita Terkait
-
Sejarah Hisab dan Rukyatul Hilal dalam Penentuan Hari Besar Islam
-
Bukan Minal Aidzin, Ini Ucapan Hari Raya Idul Fitri yang Benar Menurut Islam
-
5 Ucapan Sungkem Bahasa Jawa Singkat untuk Lebaran Idul Fitri 2023
-
Takbir Sholat Idul Fitri Berapa Kali, Ini Jumlahnya di Tiap Rakaat
-
Jangan Lupa Bayar, Begini Keutamaan Bayar Zakat
Terpopuler
- Putusan MK soal Kuota Internet Hangus Ubah Peta Bisnis Operator, Pakar: Paket Data Bakal Berubah
- Melayat ke Yogya, Susi Pudjiastuti Kenang Sosok Nasirun
- Kado Kemerdekaan: Pemutihan Pajak Kendaraan di Agustus 2026, Buruh dan Ojol Dapat Diskon Khusus
- Prabowo Singgung Nuklir Iran, Badan Atom Internasional Ungkap Faktanya
- Fortuna Sittard Ogah Jual Justin Hubner ke Klub Super League
Pilihan
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
-
Kematian Sutrimo dan Rangkaian Kejanggalan yang Muncul dari Kampung Halaman
-
Pengintai Misterius dan CCTV Mendadak, Kejanggalan di Rumah Sutrimo
-
Banyak Air Galon Isi Ulang di Bangka Barat Belum Diuji, Amankah Dikonsumsi Setiap Hari?
Terkini
-
Mengapa Direktur Bus ALS Jadi Tersangka? Polisi Periksa 50 Saksi sebelum Naikkan Kasus ke Penyidikan
-
Polda Metro Jaya Siap Ladeni 'Serangan' Praperadilan Keempat Roy Suryo
-
Ada Anomali dalam Kebakaran BYD Seal di Cikampek, Investigasi Masih Berlangsung
-
30 Juta Cowok di China Jomblo, Mak Comblang Jadi Ladang Bisnis Cuan
-
Jogja Run'nShine 2026 Bidik 3.500 Pelari, Ada Hadiah Umroh hingga Trip ke Turki
-
Guru Biologi Madrasah Didorong Kuasai Pembelajaran Berbasis Riset
-
Profil Tim Danaskos Wasit Timnas Indonesia vs Vietnam, Akun IG Digembok
-
Beli Mobil Mitsubishi di GIIAS 2026, Ada Promo Bunga 0 Persen dan DP Ringan
-
RTV Cari 'The Next Star' Lewat Rajawali Junior League 2026, Ada Ismed Sofyan Juga Lho!
-
Ramalan Keberuntungan Shio Babi Agustus 2026: Ada Peluang Cuan, Tapi Pantang Lakukan Hal Ini!