Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil tegaskan bahwa tidak ada pungli di kasus viral yang diungkap oleh guru muda asal Pangandaran, Husein Ali Rafsanjani.
Dari informasi yang dihimpun, Ridwan Kamil menjelaskan bahwa menurut keterangan pihak pemerintah Kabupaten Pangandaran tidak ada pungli seperti yang diungkap Husein Ali.
"Jadi versi (Pemkab) Pangandaran, tidak ada pungli. Kalau pungli kan anggaran ada, tapi narik lagi. Ini mah sempat teranggarkan, di-refocusing, hilang. Namun, ini tidak terinformasikan hilangnya sehingga ke peserta dianggapnya anggaran masih ada," jelas Ridwan Kamil.
Penjelasan dari Ridwan Kamil ini justru membuat heran sejumlah netizen di laman sosial media. Salah satu akun Twitter @PartaiSocmed kemudian bertanya perihal alasan refocusing anggaran yang jadi alibi RK sebut tidak ada pungli di Pangadaran.
"Hallo Pak @ridwankamil. Terkait info pungli terhadap ASN pangandara dan alibi adanya refocusing anggaran tahun 2021, kenapa dokumen2nya di take down dari website mereka?" tanya akun Partai Socmed
"Ini salah satu kegiatan di tahun 2021 yaitu pendidikan dan pelatihan, dimana letak refocusing-nya?" lanjut Partai Socmed dengan unggah tangkapan layar anggaran kegiatan Pemkab Pangandaran pada 2021.
Pernyataan dari RK juga mendapat banyak pertanyaan dari netizen lain.
"Dari video pak RK membenarkan ada tarikan, tp gak mau disebut pungli. Gmna gimana?" sambung netizen lain.
"Mungkin diminta sedekah jd g mau di sebut pungli" timpal akun lainnya.
"Tarikan atau iuran dari gaji tanpa ada landasan peraturan sama aja parkir liar tanpa karcis dari pemda," tulis akun lainnya.
Berita Terkait
-
Infobank dan The Asian Post Nobatkan 6 Gubernur di Indonesia Sebagai The Best Governor 2023, Ada Ganjar hingga Kang Emil
-
5 Poin-poin Hasil Pertemuan Ridwan Kamil dan Guru Husein Ali Soal Lapor Pungli Malah Diancam
-
Viral Seorang Balita Asal NTT Meninggal Dunia Setelah Digigit Anjing Rabies, Sempat Takut Angin
-
Ini Besaran Gaji CPNS yang Dilepaskan Husein Guru di Pangandaran, Resign Gegara Lapor Pungli Malah Diintimidasi
Terpopuler
- 50 Orang Berambut Cepak 'Serbu' Polda Metro Jaya: 'Mau Ambil Saksi Kasus Jampidsus'
- Jampidsus Febrie Adriansyah Tengah Disorot Publik, Keberadaannya Masih Misterius
- Mencekam! 50 Pria diduga Tentara Datangi Polda Metro Jaya Usai Penggeledahan Rumah Febrie Adriansyah
- Surat Edaran Rahasia Kejagung Bocor, Jaksa Diminta Waspada dan Dilarang Berkomentar soal Perkara
- Rumah Jampidsus Febrie Adriansyah Dijaga Ketat Tentara Usai Polisi Geledah Kafe deClan Signature
Pilihan
-
BREAKING NEWS: Penyidik Geledah Ruko di Cipete terkait 3 Perkara Korupsi
-
BREAKING NEWS! KPK Dikabarkan OTT Bupati Sukoharjo dan Sejumlah Orang
-
Jampidsus Febrie Adriansyah Tengah Disorot Publik, Keberadaannya Masih Misterius
-
Mobil Dinas TNI Tabrak Tiang Rambu di Depan DPR, Polisi Duga Pengemudi Microsleep
-
Bantah Isu TNI 'Serbu' Polda Metro Usai Ramai Kasus Jampidsus, Kapuspen: Waspada Provokator!
Terkini
-
Usai Diperiksa Semalaman, Bupati Sukoharjo Dibawa KPK ke Jakarta
-
Produk Murah China Terus Membanjiri RI, UMKM Dipaksa Bertahan di Tengah Gempuran
-
Kabar Duka, Anggota DPR RI Rachmat Gobel Meninggal Dunia
-
327 Emiten Belum Penuhi Free Float 15 Persen, Apa Penyebabnya?
-
Kekayaan Bupati Sukoharjo Etik Suryani yang Terciduk OTT KPK
-
Bukan Hanya SPPG Polri, Kejati Jateng Monitoring Seluruh Pengelola MBG
-
Ulasan Foufo: Kisah Persahabatan Alien Luar Angkasa dan Pengepul Rongsok
-
Prambanan Dipugar Bersama India, InJourney Bidik Lonjakan Wisatawan dan Dampak Ekonomi
-
Ramai Surat Edaran Propam, Polda Jateng Pastikan Polisi Pengelola SPPG Tak Kebal Pemeriksaan
-
Ramai Isu Moratorium Alfamart dan Indomaret, Ini Penjelasan Resmi Menteri UMKM