Gerindra, PAN, Golkar dan PKB membentuk koalisi besar untuk mendukung Prabowo Subianto untuk menjadi Presiden 2024 mendatang.
Hal tersebut nampaknya mendapatkan sorotan dari Ketua Badan Pemenangan Pemilu (Bappilu) Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Sandiaga Uno.
Dia mengaku tetap fokus untuk memenangkan hati rakyat dan memilih tidak menghiraukan koalisi besar terbentuk dari Gerindra, PAN, Golkar dan PKB.
Sandiaga yang juga Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif itu mengatakan kedekatan dengan rakyat dapat terbangun dengan menyelesaikan permasalahan rakyat, mempercepat pembangunan dan fokus di bidang ekonomi.
"Kami mengusung tiga tagline yaitu harga murah, kerja mudah dan hidup berkah," kata Sandiaga saat ditemui di Istana Kepresidenan Jakarta, Senin.
Menurut Sandi, koalisi partai yang besar pun juga nantinya akan memperjuangkan dan memenangkan hati serta pikiran rakyat.
Oleh karena itu, ia tidak memedulikan besar atau kecilnya sebuah koalisi terbentuk dari partai.
"Nanti koalisi itu pada ujung-ujungnya kan akhirnya memperjuangkan dan memenangkan hati dan pikiran rakyat. Jadi walaupun koalisinya ramping atau yang besar, yang penting bagaimana nanti rakyat menilai," katanya.
Sandiaga yang saat itu menghadiri rapat terbatas di Istana Negara pun juga bertemu dengan Menko bidang Perekonomian Airlangga Hartarto yang juga Ketua Umum DPP Partai Golkar.
Baca Juga: Tanggapan Jokowi Usai Golkar-PAN Dukung Pencapresan Prabowo: Urusan Mereka, Saya Bukan Ketua Partai
Ia mengucapkan selamat kepada Airlangga atas bergabungnya Golkar bersama PAN dan PKB ke Partai Gerindra untuk mendukung Prabowo Subianto sebagai calon presiden.
"Tadi saya bertemu Pak Airlangga, saya ucapkan selamat dan memang waktunya tinggal hampir dua bulan lagi untuk penentuan koalisi, makanya kita harus segera melakukan konsolidasi," kata dia.
Sandiaga menambahkan bahwa perannya sebagai Ketua Bappilu PPP akan memperkuat konsolidasi internal partai dan berbicara dengan para calon mitra yang sudah mencapai kesepakatan dalam kerja sama politik.
Partai Golkar, Partai Amanat Nasional (PAN) dan Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) berkoalisi bersama Patai Gerindra berkoalisi mendeklarasikan Prabowo Subianto sebagai calon presiden Pemilu 2024.
Dengan deklarasi tersebut, hanya PPP yang mendukung PDIP untuk mengusung Ganjar Pranowo sebagai calon presiden. Di sisi lain, peluang Sandiaga untuk ditunjuk sebagai calon wakil presiden (cawapres) mendampingi Ganjar semakin besar.
Pendaftaran bakal calon presiden dan wakil presiden dijadwalkan pada 19 Oktober 2023 sampai dengan 25 November 2023.
Berdasarkan Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2017 tentang Pemilu (UU Pemilu) pasangan calon presiden dan wakil presiden diusulkan oleh partai politik atau gabungan partai politik peserta pemilu yang memenuhi persyaratan perolehan kursi paling sedikit 20 persen dari jumlah kursi DPR atau memperoleh 25 persen dari suara sah secara nasional pada pemilu anggota DPR sebelumnya.
Saat ini ada 575 kursi di parlemen sehingga pasangan calon presiden dan wakil presiden pada Pilpres 2024 harus memiliki dukungan minimal 115 kursi di DPR RI. Bisa juga pasangan calon diusung oleh parpol atau gabungan parpol peserta Pemilu 2019 dengan total perolehan suara sah minimal 34.992.703 suara. [Antara]
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Jadwal Pemadaman Listrik PLN Kamis 18 Juni 2026 Wilayah Jogja Jateng, Cek Daftar Lokasinya
- Motor Baru Harley-Davidson Harga Cuma Rp40 Jutaan, Tenaga Setara Motor 250cc
- 4 Rekomendasi Tablet Mini Serbaguna: Nyaman Digenggam, Muat Tas Kecil
- Viva Sunscreen Foundation SPF Berapa? Banyak Dapat Review Positif dari Pengguna
- KPK Ungkap Dugaan Modus 'Pinjam Bendera' di Proyek Gedung Pemkab Lamongan Rp151 Miliar
Pilihan
-
Dasco di Mobil Komando Aksi: Aspirasi Kawan-kawan Sudah Disampaikan, Hidup Mahasiswa!
-
Bukan Sekadar Karaoke, Orutaku Club Jadi Mesin Waktu Bagi Wibu Generasi 90-an
-
Kejagung Tetapkan Glory Harimas Sihombing Tersangka, Dugaan Jual Beli Titik Dapur MBG Terungkap
-
Wamensesneg Terluka Kena Batu, Kivlan Zen Berdarah Saat Eksekusi Hotel Sultan GBK Ricuh
-
Ketegangan Memuncak di Hotel Sultan: Eksekusi Lahan Jadi Arena Perlawanan
Terkini
-
Warga Sleman Mengeluh Mati Listrik Tiap Hari, PLN Buka Suara dan Beberkan Penyebabnya
-
Sambut HJB ke-544, Jurnalis Se-Bogor Raya Siap Adu Taktik di Lapangan Hijau Sentul
-
Bawa Pesan Khusus dari Prabowo untuk Jokowi? Ini Fakta Pertemuan Didit Hediprasetyo di Solo
-
Nenek 80 Tahun di Sedayu Bantul Tewas Tercebur Sumur Saat Menimba Air
-
Pramono Siapkan 500 Ondel-Ondel Karya Desainer Top untuk Rayakan 5 Abad Jakarta
-
Niat Cari Untung Malah Buntung: Air Ciujung Tercemar, Modal Obat Padi Bengkak Dua Kali Lipat
-
Tolak Militerisasi Sipil hingga Kenaikan BBM, Mahasiswa Kepung DPRD Jatim Kritik Kebijakan Prabowo
-
Migrasi Pertamax ke Pertalite Mulai Terjadi di Jogja, Pasokan BBM Subsidi Ditambah 18 Persen
-
Irma Suryani: Program MBG Bisa Jadi Mudarat Jika Salah Sasaran dan Tak Dikelola Profesional
-
ARTJOG Minta Maaf atas Insiden Pemukulan Seniman, Evaluasi Sponsor Pasca-Protes Didit Foundation