Kaesang Pangarep resmi dipilih menjadi ketua umum Partai Solidaritas Indonesia (PSI) menggantikan Giring Ganesha.
"Mari kita sambut Ketua Umum baru kita, Bro Kaesang Pangarep," kata wakil ketua dewan pembina PSI, Grace Natalie di di Djakarta Theatre, Jakarta Pusat, Senin (25/9/2023) seperti dikutip dari Suara.com.
Sebelumnya, Kaesang Pangarep secara resmi menerima Kartu Tanda Anggota (KTA) dari DPP Partai Solidaritas Indonesia (PSI), Sabtu (23/9/2023) siang di kediaman Presiden Jokowi Jalan Kutai Timur Nomor 1 Kelurahan Sumber, Kecamatan Banjarsari, Solo.
Terpilihnya putra bungsu Presiden Joko Widodo (Jokowi) itu jadi sorotan banyak pihak. Terjunnya Kaesang ke dunia politik dan jadi ketum PSI ternyata memiliki kesamaan dengan eks pemilik AC Milan, mendiang Silvio Berlusconi.
Seperti diketahui, Kaesang Pangarep juga pemilik saham mayoritas sekaligus Direktur Utama PT Persis Solo Saestu (PSS), yang menaungi Persis Solo.
Silvio Berlusconi memiliki AC Milan pada 20 Februari 1986. Saat itu ia masih dikenal sebagai penguasa media. Berlusconi masuk ke San Siro saat klub tersebut tengah didera krisi finansial.
Empat tahun setelahnya jadi pemilik AC Milan, Berlusconi memutuskan untuk terjun ke dunia politik.
Pada Januari 1994, Berlusconi membentuk berdirinya partai baru bernama Forza Italia dan ia jadi ketua umum. Di tahun yang sama, Berlusconi berada di puncak karier politiknya dengan terpilih sebagai Perdana Menteri Italia.
Hebatnya, Berlusconi mampu jadi PM Italia setelah partai bentukannya Forza Italia mampu meraup suara terbanyak di pemilu anggota Dewan Senat. Padahal saat itu Forza Italia baru 3 bulan berdiri.
Baca Juga: Bicara Soal Pilkada Depok, PSI: Kaesang Sudah Siap
Selama berkecimpung di dunia politik dan jadi ketum partai, Berlusconi juga mampu membuat AC Milan jadi raksasa Italia dan Eropa.
Di era Berlusconi, AC Milan banyak torehkan prestasi mentereng, semua gelar disabet Il Diavolo, dari scudetto hingga Liga Champions.
Namun setelah gelar scudetto ke-18, perfomance klub menurun drastis. Berlusconi pun terpaksa melego saham mayoritas miliknya di AC Milan ke konsorsium penguasa Cina.
Berita Terkait
-
Transformasi Kaesang: Anak Bisnis Yang Kini Jadi Ketum Partai
-
Senangnya Dedengkot Panser Biru, Bully Pasoepati karena Kaesang Pangarep Terjun ke Politik
-
Bocorkan Inisial Capres yang Didukung Projo, Budi Arie: Depannya 'P'
-
Adu Kuat PSI dan PDI Perjuangan Usai Kaesang Pangarep Bergabung
-
Rencana Sowan ke Jokowi sebagai Ketum PSI, Kelakar Kaesang: Bisa Lewat Jalur Belakang
Terpopuler
- Jakarta Siap Pungut Pajak Mobil Listrik Tahun Ini, Kendaraan Mewah Kena hingga 75% PKB
- Dokter Tifa Menang, Sidang Kasus Ijazah Jokowi Resmi Dihentikan
- 6 Shio Paling Beruntung pada 23 Juli 2026, Keberuntungan Memihak
- Resmi Daftar Kemenkum, Partai Gerakan Rakyat Pastikan Usung Anies Baswedan Capres
- 5 Warna Lipstik Wardah untuk Bibir Hitam dan Kulit Sawo Matang
Pilihan
-
Febrie Adriansyah Resmi Ditahan Kejagung, Teriak Kriminalisasi Saat Digiring ke Mobil Tahanan
-
Takut Lumpuh, Hotman Paris Pilih Mundur Jadi Pengacara Febrie Usai Pijit di Bojong Gede Tak Mempan
-
Saraf Terjepit, Hotman Paris Putuskan Mundur Jadi Kuasa Hukum Eks Jampidsus Febrie Adriansyah
-
Dokter Tifa Menang, Sidang Kasus Ijazah Jokowi Resmi Dihentikan
-
Menang Lima Gol, Timnas Putri Indonesia Back to Back Juara AFF Women's Cup 2026
Terkini
-
Jawa Barat Sumbang 12 Persen untuk Penjualan Yamaha Nasional, NMax dan Aerox Jadi Andalan
-
Flek Hitam di Wajah Karena Apa? Ini Penyebab dan Cara Mengatasinya
-
Eksklusivitas Komunitas Lari WNA di Bali: Menggugat Kedaulatan Ruang Publik Kita
-
Polemik Londo Ireng: Ketika Kritik Media Dibalas Stigma dari Penguasa
-
Blokade Laut AS ke Iran Masih Berlaku, Pasukan Donald Trump Siaga Tempur
-
Pemerintah Punya Tiga Opsi Hadapi Tekanan Fiskal, Salah Satunya Tambah Utang
-
Memahami Zeus's Law dalam Film The Odyssey, Penyederhanaan Xenia Epos Homer
-
Belum Ada Kuota Khusus, Penyandang Disabilitas Tertinggal di Program Andalan Prabowo
-
Houthi Serang 'Tambang' Arab Saudi, Harga Minyak Hampir 100 Dolar AS per Barel
-
Bisakah Laut Serap Lebih Banyak Karbon? Ilmuwan Uji Cara Baru Hadapi Perubahan Iklim