Suara.com - Setelah Angkatan Laut Amerika yang mengirimkan drone underwater alias kapal selam tak berawaknya yang dijuluki Bluefin dikerahkan untuk membantu mencari keberadaan pesawat MH370 di Samudera Hindia, kini giliran Jerman yang menyiapkan Abyss.
Abyss ini hampir serupa dengan dengan Bluefin milik Amerika. Bedanya Abyss yang satu ini berwarna kuning dan bisa bertahan di dalam air hingga 22 jam.
Abyss dirancang untuk pengintaian hidrografi di semua bagian laut hingga kedalaman 6000 meter, dimana badan manusia pasti remuk karena tekanan air. Selain itu, andalan lain dari Abyss adalah menggunakan sonar untuk mendeteksi benda di bawah laut.
Abyss merupakan salah satu dari tiga kapal selam tanpa awak yang kini sedang disiapkan di pusat penelitian Helmholtz Centre for Ocean Research Kiel (GEOMAR) di Kiel, sebelah utara Hamburg, Jerman. Para insiyur setempat juga sedang menyiapkan kesiapan buat turun gunung mencari misteri keberadaan kotak hitam. (Reuters)
Berita Terkait
Terpopuler
- Singapura Diguncang Gelombang Protes Rakyatnya, Buntut Rencana Penggundulan Hutan untuk Perumahan
- Cara Membersihkan Bunga Es dengan Aman dan Cepat Tanpa Merusak Freezer
- Daihatsu Kenalkan Mobil 120 Jutaan, 1 Liter Jalan 27 Km
- 6 HP Realme RAM 12 GB dengan Performa Kencang, Mulai Rp2 Jutaan
- Erick Thohir Buka Hasil Evaluasi Timnas Indonesia usai Gagal di Piala AFF 2026
Pilihan
-
Diseret dari Gang ke Jalan! Kronologi Pedagang Cermin Tewas Dikeroyok Saat Demo Ricuh
-
Senayan Kondusif: Tol Dalam Kota Normal dan Blokade Jalan Dibuka Pasca Bentrok 27 Agustus
-
Ada Isu Aksi Demo Lanjutan, BEI Minta Investor Tak Panik
-
Admin Medsos dan Pengkritik Jadi Target Penangkapan Jelang Demo Agustus
-
3 Pesawat Tempur F16 'Rally' di Langit Jakarta Jumat Pagi, Ini Klarifikasi TNI AU
Terkini
-
Jepang Kirim Pasukan Bela Diri Bantu Meredam Kebakaran Hutan Kalimantan
-
3 Lip Balm Rp30 Ribuan yang Bagus Atasi Bibir Kering Menurut Review Pengguna
-
Persib Bandung Resmi Melepas Dion Markx ke Persita Tangerang demi Menit Bermain
-
Penyekatan Demonstrasi dan Nyawa Warga: Pejompongan Jangan Jadi 'Zona Berbahaya'
-
Sekolah Terdampak Gempa NTT Mulai Belajar Besok, Metode Disesuaikan Kondisi
-
Dorong UMKM Naik Kelas, BRI Pertajam Ekosistem Klaster Usaha di Merauke
-
Polri Gandeng Garda Satya NKRI Jaga Kamtibmas dan Ketahanan Masyarakat
-
Menunggu Desember: Apa yang Masih Mengganjal dari RUU Perampasan Aset?
-
Karhutla Makin Membara di Kalteng, Hotspot Bertambah 876 Jadi 5.391 Titik
-
5 Sifat dan Karakter Utama Zodiak Cancer Pria, Hangat di Balik Kesan yang Misterius