Suara.com - Wakil Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Deny Indrayana membantah petugas imigrasi di Bandara Soekarno-Hatta akan melakukan aksi mogok melayani penumpang yang akan bepergian ke luar negeri dan dalam negeri karena berseteru dengan Angkasa Pura.
Menurut Deny, petugas imgrasi tetap melayani penumpang yang akan bepergian ke luar dan dalam negeri di Bandara Soekarno-Hatta. Dia juga menegaskan tidak ada perseteruan dengan Angkasa Pura.
Kata dia, kepala imigrasi di bandara hanya memindahkan sebagian petugasnya dari terminal III ke terminal II untuk meningkatkan pelayanan publik.
“Kenapa petugas imigrasi dipindahkan ke terminal III dipindahkan ke terminal II, karena memang jumlah maskapai di terminal II jauh lebih banyak dibandingkan di terminal III. Di Terminal III itu hanya ada satu maskapai yaitu AirAsia sedangkan di Terminal II ada 33 maskapai. Jadi sering muncul keluhan pelayanan di terminal II sangat lambat. Itu yang membuat Kepala Imigrasi memindahkan sebagian petugas di terminal III ke terminal II,” kata Deny kepada suara.com melalui sambungan telepon, Sabtu (9/8/2014).
Deny menambahkan, keputusan yang diambil Kepala Imigrasi bandara merupakan keputusan yang masuk akal. Dia mengklaim, PT Angkasa Pura dan juga AirAsia sudah setuju dengan keputusan tersebut.
Sebelumnya, beredar pesan di BlackBerry Messenger yang menyebutkan petugas imigrasi akan mogok melakukan pelayanan kepada penumpang yang akan bepergian ke dalam dan luar negeri. Ini karena perselisihan antara Imigrasi dengan PT Angkasa Pura. Mogok kerja rencananya akan dilakukan Minggu (10/8/2014).
Berita Terkait
Terpopuler
- 4 Sepatu Jalan Kaki Lokal Terbaik Harga Rp300 Ribuan Sesuai Review, Kualitas Jempolan
- 4 Pompa Air Kedalaman 20 Meter ke Atas, Hemat Listrik dan Tekanan Air Stabil
- Daripada Nyicil BeAT: Ini 5 Motor Keren Murah Bertenaga untuk Pelajar, Harga Mulai 5 Jutaan Saja
- Beroperasi Bertahun-tahun Tanpa Izin Resmi, Pabrik Pengolahan Oli Bekas di Tangerang Resmi Ditutup
- Suzuki Burgman 15 Sudah Ada di Dealer, Skutik Penantang NMAX dengan Layar TFT dan Traction Control
Pilihan
-
Anak Mantan Bupati Sleman, Raudi Akmal Jadi Tersangka Korupsi Dana Hibah Pariwisata
-
Resmi! Roy Suryo dan Dokter Tifa Tak Ditahan Jaksa, Ini Syarat yang Harus Dipenuhi
-
Sudewo Tolak Dakwaan Gabungan Kasus DJKA dan Perangkat Desa, Kuasa Hukum Sebut Langgar KUHAP!
-
Salah Sasaran Evaluasi: Menilai Program MBG Lewat Respons Anak Itu Absurd
-
Dasco di Mobil Komando Aksi: Aspirasi Kawan-kawan Sudah Disampaikan, Hidup Mahasiswa!
Terkini
-
Akses KRL ke JIS Sudah Aktif: Ini Rute dan Jam Operasionalnya!
-
Niat ke Lombok Malah Dibuang ke Terminal Bayangan, WNA Uzbekistan Terlunta-lunta Ditipu Taksi Gelap
-
Ungkap Alasan Vonis 8 Tahun Bos Grup BJU Hendarto, Hakim: Hasil Korupsi Dipakai Judi!
-
KPK Incar 'Pemain' Lain di Skandal Korupsi MBG
-
Terancam 5 Tahun Bui Tapi Tak Ditahan, Eggi Sudjana: Ada 'Tangan' Politik di Kasus Roy Suryo!
-
Ancol Kaji Hapus Tiket Per Orang, Siapkan Skema 'Special Zone' Berbasis Parkir
-
Tok! Bos BJU Divonis 8 Tahun Penjara di Kasus Korupsi LPEI
-
Saling Dorong di Depan DPR! Polisi Paksa Padamkan Simbol 'Kematian' Pemerintah Milik Mahasiswa
-
Karangan Bunga Hitam Putih KDM di HUT Jakarta Curi Perhatian, Ketua DPRD DKI: Unik
-
DPR Bukan Tukang 'Stempel' Pemerintah! Saan Mustopa Kalim Fungsi Kontrol Parlemen Tetap Tajam