Suara.com - Dutch Safety Board yang menyelidiki kecelakaan yang dialami pesawat Malaysia Airlines MH17, Juli lalu di wilayah udara Ukraina telah mengeluarkan laporan resmi tentang musibah itu.
Berdasarkan hasil penyelidikan, kecelakaan yang menimpa pesawat itu bukan karena kesalahan teknik atau tindakan yang dilakukan oleh kru. Dalam keterangan tertulisnya, Dutch Safety Board juga mengungkapkan bahwa pesawat itu meledak di udara.
“Penyebab meledaknya kapal di udara kemungkinan besar karena obyek dengan energi besar yang melakukan penetrasi kepada pesawat dari luar,” demikian laporan tersebut.
Laporan itu juga menyebutkan, rekaman suara di kokpit serta rekaman data penerbangan dan data dari kontrol lalu lintas udara mengungkapkan bahwa penerbangan MH17 berjalan dengan normal hingga terjadinya kecelakaan itu. Tidak ada tanda-tanda kesalahan teknis atau situasi darurat.
Pesawat MAS MH17 jatuh di Ukraina bagian timur pada hari Kamis (17/7/2014). Pesawat Boeing 777 yang berangkat dari Amsterdam, Belanda menuju Kuala Lumpur, Malaysia tersebut mengangkut 283 penumpang dan 15 kru. Sebanyak 12 di antara penumpang merupakan warga negara Indonesia (WNI).
Presiden Ukraina Petro Poroshenko mengatakan bahwa pesawat Malaysia Airlines (MAS) MH17 jatuh akibat aksi terorisme.
“Poroshenko yakin pesawat yang jatuh ini bukan terjadi akibat kecelakaan, bukan bencana, tapi aksi terorisme,” kata sekretaris pers sang Presiden, Svatoslav Tsegolko.
Sementara itu, dalam pernyataannya, Poroshenko menyebut bahwa terorisme merupakan tantangan yang dihadapi oleh dunia internasional. (AFP/Reuters)
Berita Terkait
Terpopuler
- Kecil tapi Lega: Hatchback Bermesin Avanza Kini Cuma 50 Jutaan, Makin Layak Dilirik?
- Promo JCO Mei 2026, Paket Hemat Donat dan Kopi yang Sayang Dilewatkan
- 5 Rekomendasi Bedak Wardah Colorfit yang Warnanya Auto Menyatu di Kulit
- 4 Rekomendasi Parfum Lokal Wangi Tidak Lebay dan Tahan Lama untuk Perempuan
- 6 Rekomendasi Sepatu Lokal Rp 200 Ribuan, Kualitas Bintang Lima
Pilihan
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
-
Kala Harga Kebutuhan Meroket, Menulis Jadi Andalan Saya untuk Nambal Dompet
-
Hakim Gemas Anggota BAIS Siram Air Keras ke Andrie Yunus: Amatir Banget, Malu-maluin!
-
10 WNI Diamankan di Arab Saudi Terkait Haji Ilegal, Kemenhaj Pastikan Tak Akan Intervensi
Terkini
-
Terkait Reformasi Polri, Boni Hargens Apresiasi Komitmen Kapolri Listyo Sigit
-
Banyak Kasus Terlambat Ditangani, Dokter Ingatkan Pentingnya Deteksi Dini Kanker Paru
-
Terbongkar! WNA China Sulap Apartemen Jakarta Jadi Pabrik Vape Narkoba Etomidate
-
Alih Fungsi Kali Ciputat dan Kelalaian Proyek Jadi Biang Kerok Banjir di Taman Mangu Indah?
-
Hakim Militer Minta Ahli Kimia Uji Campuran Air Keras dalam Kasus Andrie Yunus
-
Ade Armando Pamit dari PSI: Tameng untuk Jokowi atau Sekadar Strategi 'Cuci Tangan' Politik?
-
Siasat Licin Teroris JAD di Sulteng: Jualan Buah di Siang Hari, Sebar Propaganda ISIS di Medsos
-
Waka DPR Soroti Darurat Kekerasan Seksual di Pendidikan: Harus Ada Efek Jera dan Sanksi Berat!
-
Kata Pengamat Soal Rupiah Melemah: Jangan Panik, Tak Bakal Ganggu Daya Beli
-
Kemensos Siapkan Skema Transisi Dapur Mandiri Siswa Sekolah Rakyat