Suara.com - Maria Magdalena Rubinem, perempuan berusia 90 tahun asal Yogyakarta ini namanya dulu begitu tersohor dan terkenal sebagai pesinden kelas nasional, bahkan dia dijuluki sebagai pesinden tiga jaman atau pesinden dari era penjajahan Belanda, Jepang hingga kemerdekaan Indonesia, namun kini nasibnya tak seharum namanya.
Perempuan yang akrab disapa Rubinem ini dulu merupakan pegawai tetap Radio Republik Indonesia (RRI) selama puluhan tahun, mulai dari penjajahan Jepang hingga tahun 1972.
Karena kepiawaiannya dalam tarik suara atau nyinden, perempuan yang awalnya berkantor di RRI Yogyakarta ini bahkan sampai mendapat tugas dari RRI untuk pindah ke Jakarta dan rutin nyinden di Istana Negara saat Sukarno masih menjabat presiden.
Namun tugas tersebut hanya mampu dijalaninya selama setahun, sebelum akhirnya Rubinem memutuskan untuk kembali ke Yogja lantaran Ibu nya sakit.
"Dulu sempat tugas di Jakarta tapi terus nggak lama pulang disuruh sama ibu saya soalnya beliau sakit-sakitan," kata Ribunem saat ditemui di kediamannya.
Sembari duduk diatas sebuah kasur sederhana, Rubinem kembali melanjutkan kisahnya.
Dia mengatakan betapa senang hatinya saat mendapat tugas nyinden setiap satu bulan sekali di Istana Negara, sebab saat itulah dia bisa bersalaman dan melihat Bung Karno, Presiden pertama Indonesia yang sangat dia kagumi.
"Kalau Pak Karno itu beda, Dia itu ganteng, sangat peduli dengan kesenian, ngga kayak lainnya, kalau ada pentas wayangan kan saya sama dua teman saya selalu nyinden, Pak Karno pasti muter lewat depan kami, liat kami dulu baru masuk ke Istana," kata Rubinem yang masih ingat betul pengalaman hidupnya saat nyinden di Istana Negara.
Rubinem mengatakan, selain setiap satu bulan sekali dirinya nyinden di Istana Negara, ternyata setiap siang dirinya beserta penabuh gamelan Istana Negara selalu datang ke Istana untuk makan siang sisa makanan Bung Karno.
"Saya kan dekat sama orang gamelan Istana, jadi kalo siang saya diajak ke Istana cari makan siangnya Pak Karno, kan biasanya lauk nya kan nggak semua habis, ya itu saya yang makan," kata Rubinem. (WIta Ayodhyaputri)
Tag
Terpopuler
- 10 HP Murah Memori 128 GB dan Kamera Bening di Bawah Rp1,5 Juta untuk Multitasking
- Bukan Sekadar Urusan Nasi Uduk di Matraman, 'Waspada Skenario Kerusuhan Agustus 2026'
- 7 HP Murah Spesifikasi Terbaik di Bawah Rp2 Juta, Kamera 108 MP hingga NFC
- 9 Rekomendasi Lipstik Tahan Lama yang Cocok untuk Kulit Sawo Matang
- 5 Sepatu Lari di Bawah Rp500 Ribu di Sports Station, Performa Nyaman Sesuai Review
Pilihan
-
Hukum Tak Mampu Meyakinkan Publik, Main Hakim Sendiri Jadi Jalan Pintas
-
Rupiah Jebol ke Rp18.083 per Dolar AS, Terpuruk Paling Dalam di Asia usai Perry Warjiyo Mundur
-
Adik Kim Jong un ke Indonesia Cs: Hei Antek-antek Asing, Stop Jadi Corong Bayaran AS
-
Melania Trump Hendak Dibunuh saat Belanja Baju, Ada 'Orang Dalam' Berkhianat
-
Bayi 'Putri Duyung' Lahir di OKI, Apa Itu Sirenomelia yang Membuat Kakinya Menyatu?
Terkini
-
Ada Apa di Kejari Kabupaten Bogor? Kasi Pidsus Mendadak Dipanggil Kejagung
-
Pemenuhan Gizi Jadi Fondasi Tumbuh Kembang Anak, Ini yang Harus Diketahui Orang Tua
-
Dari Gudang hingga Rumah, Begini Perjalanan Produk Sebelum Sampai ke Tangan Konsumen
-
Ancaman Belum Usai: Sosiolog UNJ Ingatkan Bentrokan Matraman Rawan Dibajak Isu SARA
-
Tuntas Uji Coba 3 Bulan, Pemkab Bogor Godok Rute Baru Bus Listrik Bojong Gede - Exit Tol Citeureup
-
Ditahan KPK, Moch Mahrus Suap Anggota DPR Rp1,5 Miliar demi Raih Hibah Pokmas Jatim
-
Kebakaran Lahan Meluas ke Pemukiman, BPBD Cianjur Minta Warga Waspadai Puntung Rokok
-
140 Titik di Banten Darurat Air Bersih
-
Gurita Pungli Dinas ESDM Jatim: Kabid Geologi Jadi Tersangka, Peras 217 Pemohon
-
Buka 31 Formasi Jabatan, Bupati Bogor Jamin Proses Seleksi ASN Transparan dan Bebas Orang Dalam