Suara.com - Ayah dari seorang bayi Palestina yang tewas saat rumahnya dibakar oleh sebuah kelompok teroris Yahudi pada pekan lalu akhirnya juga tewas akibat luka-luka yang dideritanya.
Seperti yang diberitakan sebelumnya sekelompok warga Yahudi yang dicap teroris oleh Perdana Menteri Israel, menyerang kediaman Saad Dawabsheh di Duma, sebuah kota di Tepi Barat, Palestina pada 31 Juli lalu. Serangan keji itu menewaskan bayi Dawabsheh yang baru berusia 18 bulan, sementara istrinya dan puteranya juga menderita luka serius.
Seorang juru bicara dari rumah sakit Soroka di Israel, tempat Dawabsheh dirawat, mengatakan bahwa lelaki itu juga tewas pada Sabtu (8/8/2015) pagi. Ia meninggal juga karena luka-luka yang dideritanya dalam serangan tersebut.
Wali Kota Duma mengatakan bahwa pemerintah setempat sedang mempersiapkan pemakaman untuk Dawabsheh.
Serangan atas keluarga Dawabsheh merupakan yang terparah yang dilakukan kelompok teroris Israel, sejak seorang pemuda Palestina dibakar di Yerusalem setahun silam. Pembakaran pemuda Palestina terjadi menyusul penculikan tiga remaja Israel oleh militan Palestina di Tepi Barat.
Dalam serangan ke rumah Dawabsheh ditemukan coretan grafiti berbahasa Ibrani yang berarti "pembalasan" dan di atasnya terdapat gambar Bintang Daud, simbol nasionalisme Yahudi.
Militer Israel kini sedang mengejar para tersangka pembakaran rumah. Juru bicara militer menyatakan dua teroris bertopeng, yang identitasnya belum juga terungkap, sebagai pelaku.
Sejumlah foto yang memperlihatkan Ali Dawabsheh, balita yang terbunuh dalam serangan, beredar di internet. Ratusan orang menggelar pawai duka di acara pemakaman di balita dan menyerukan pembalasan atas kematiannya. (Reuters)
Berita Terkait
Terpopuler
- Link Download Gratis Ebook PDF Buku Broken Strings, Memoar Pilu Karya Aurelie Moeremans
- Biodata dan Agama DJ Patricia Schuldtz yang Resmi Jadi Menantu Tommy Soeharto
- Kronologi Pernikahan Aurelie Moeremans dan Roby Tremonti Tak Direstui Orang Tua
- 5 Sepatu Jalan Lokal Terbaik Buat Si Kaki Lebar Usia 45 Tahun, Berjalan Nyaman Tanpa Nyeri
- DPUPKP Catat 47 Hektare Kawasan Kumuh di Kota Jogja, Mayoritas di Bantaran Sungai
Pilihan
-
Hari Ini Ngacir 8 Persen, Saham DIGI Telah Terbang 184 Persen
-
Mengapa Purbaya Tidak Pernah Kritik Program MBG?
-
Kuburan atau Tambang Emas? Menyingkap Fenomena Saham Gocap di Bursa Indonesia
-
Nama Orang Meninggal Dicatut, Warga Bongkar Kejanggalan Izin Tanah Uruk di Sambeng Magelang
-
Di Reshuffle Prabowo, Orang Terkaya Dunia Ini Justru Pinang Sri Mulyani untuk Jabatan Strategis
Terkini
-
Pascabanjir Sumatra, Penanganan Beralih ke Pemulihan Layanan Kesehatan dan Kebutuhan Dasar
-
Indonesia Tancap Gas Jadi Pusat Halal Dunia lewat D-8 Halal Expo Indonesia 2026
-
Literasi Halal Dinilai Masih Lemah, LPPOM Siapkan Pelajar Jadi Agen Perubahan
-
Jepang Studi Banding Program MBG di Indonesia
-
Kasus Korupsi LPEI Berkembang, Kejati DKI Tetapkan 4 Tersangka Baru dan Sita Aset Rp566 Miliar
-
Merasa Tak Dihargai, Anggota DPR Semprot Menteri KKP: Kami Seperti 'Kucing Kurap'
-
Korban Bencana Boleh Manfaatkan Kayu Hanyut, Kemenhut Juga Stop Penebangan Hutan
-
Politisi PDIP Ingatkan Prabowo: Jangan Buru-buru Bangun IKN, Siapkan Dulu Ekosistemnya
-
Bukan Sekadar Banjir: Auriga Desak KLHK dan KPK Usut Dugaan Korupsi di Balik Perusakan Lahan PT TPL
-
BNI Bersihkan Masjid Darul Aman Pascabanjir di Agam