Suara.com - Polda Metro Jaya memastikan tetap memproses tindak pidana kasus pelecehan simbol negara yang menjerat penyanyi dangdut Zaskia Gotik meski telah didapuk sebagai duta besar Pancasila Fraksi PKB di MPR, pada Kamis (7/4/2016) lalu.
"Zaskia Gotik berjalan terus," kata Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Metro Jaya Komisaris Besar Mohammad Iqbal saat menghadiri acara Police Expo di Gandaria City, Jakarta Selatan, Minggu (10/4/2016).
Menurut Iqbal proses penyidikan kasus penghinaan lambang negara yang tengah dilakukan penyidik Polda Metro Jaya tetap dilanjutkan.
"Walaupun ada campaign dan lain-lain itu tidak akan mempengaruhi substansi penyidikan," tegas Iqbal.
Zaskia diduga telah melakukan penghinaan pelecehan dan penghinaan lambang negara saat mengisi acara musik Dashyat di RCTI. Zaskia dilaporkan karena menyebut bebek nungging sebagai lambang sila kelima Pancasila, dan mengatakan Hari Proklamasi jatuh pada 32 Agustus.
Terkait banyolan bebek nungging tersebut, Zaskia disangkakan melanggar UU No. 24 Tahun 2009 tentang tentang Bendera, Bahasa dan Lambang Negara serta Lagu Kebangsaan dengan ancaman 5 tahun penjara.
Sebelumnya, Ketua Fraksi PKB MPR Abdul Kadir Karding mengatakan pihaknya memilih Zaskia sebagai duta besar Pancasila yakni untuk memaklumi tindakan Zaskia yang dianggap melecehkan dasar negara, Pancasila.
Anggota Fraksi MPR Krisna Mukti menambahkan kasus Zaskia Gotik harus menjadi kesadaran bersama terhadap Pancasila. PKB, kata dia, bertugas menjembatani artis dari berbagai bidang untuk menyuarakan kembali Pancasila.
Untuk kasus Zaskia, Krisna mengatakan PKB memberikan masukan bila kasus ini bukanlah tindak kriminal. Tapi sebatas kesalahan pribadi. Karenanya, perlu diingatkan kembali soal pendidikan Pancasila.
Zaskia akan menyiapkan diri untuk menjadi duta sosialisasi empat pilar. Dia mengakui kekhilafannya terkait peristiwa yang lalu dan akan memperbaikinya dengan sosialisasi empat pilar.
Berita Terkait
Terpopuler
- Rumor Cerai Nia Ramadhani dan Ardi Bakrie Memanas, Ini Pernyataan Tegas Sang Asisten Pribadi
- 5 Sepeda Murah Kelas Premium, Fleksibel dan Awet Buat Goweser
- 5 HP Murah RAM Besar di Bawah Rp1 Juta, Cocok untuk Multitasking
- 5 City Car Bekas yang Kuat Nanjak, Ada Toyota hingga Hyundai
- Link Epstein File PDF, Dokumen hingga Foto Kasus Kejahatan Seksual Anak Rilis, Indonesia Terseret
Pilihan
-
CV Joint Lepas L8 Patah saat Pengujian: 'Definisi Nama Adalah Doa'
-
Ustaz JM Diduga Cabuli 4 Santriwati, Modus Setor Hafalan
-
Profil PT Sanurhasta Mitra Tbk (MINA), Saham Milik Suami Puan Maharani
-
Misi Juara Piala AFF: Boyongan Pemain Keturunan di Super League Kunci Kekuatan Timnas Indonesia?
-
Bukan Ragnar Oratmangoen! Persib Rekrut Striker Asal Spanyol, Siapa Dia?
Terkini
-
OTT Beruntun di Kemenkeu, KPK Sita 3 Kg Emas dan Duit Miliaran dari Penangkapan Pejabat Bea Cukai
-
Edit Logo NU dan Disamakan dengan Simbol Yahudi, Warga Laporkan Akun X ke Polda Metro Jaya
-
Mensesneg Bocorkan Jadwal Pelantikan Hakim MK Baru Adies Kadir
-
PM Australia Anthony Albanese ke Jakarta Besok, Cek 8 Ruas Jalan yang Kena Rekayasa Lalin
-
BPJS PBI Dinonaktifkan Tanpa Pemberitahuan, Puluhan Pasien Cuci Darah Jadi Korban Ditolak RS
-
Bocah 10 Tahun di Ngada Bunuh Diri, Menteri PPPA Sentil Kerapuhan Sistem Perlindungan Anak Daerah
-
Istana Buka Suara soal Siswa SD Akhiri Hidup di NTT
-
Momen Langka di Abu Dhabi, Kala Prananda Prabowo Jadi Fotografer Dadakan Megawati
-
Haris Rusly Moti: Strategi Multi-alignment, Manuver Cerdas Prabowo untuk Palestina Merdeka
-
Anak Buah Terjaring OTT KPK, Menkeu Purbaya: Kenapa Terpukul? Ini Titik Masuk Perbaikan