Suara.com - Pemerintah Kabupaten Karawang, Jawa Barat, membolehkan tempat karaoke tetap buka selama bulan Ramadan, namun hanya tiga jam per malam.
"Tempat hiburan malam berupa karaoke dibatasi jam buka-nya, hanya 3 jam, mulai pukul 21.00-24.00 WIB," kata Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) setempat Widjojo GS, di Karawang, Jumat.
Ia mengatakan, selama bulan suci Ramadan, tempat hiburan malam tersebut dilarang menyediakan minuman beralkohol. Para wanita pemandu lagu juga dilarang menggunakan pakaian seksi selama Ramadhan.
"Wanita pemandu lagi tempat-tempat karaoke harus berpakaian sopan, disarankan untuk menggunakan celana panjang, tidak menggunakan rok pendek," kata dia.
Hal tersebut diberlakukan karena di Karawang cukup banyak tempat hiburan malam sejenis tempat karaoke yang biasanya menyediakan minuman beralkohol dan wanita-wanita pemandu lagu berpakaian seksi.
Untuk memastikan aturan itu ditaati atau tidak oleh pengelola tempat hiburan malam, Satpol PP akan melakukan operasi selama bulan Ramadan.
"Nantinya, kami akan memaksimalkan operasi ke tempat-tempat hiburan malam," kata dia.
Ia menyatakan, jika nanti ditemukan tempat hiburan malam nakal yang melanggar ketentuan jam operasional selama Ramadhan, maka tempat hiburan malam itu akan disegel. (Antara)
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Mengenal Lisda Cancer, Perwira Tinggi Polri yang Pensiun Tak Lama Usai Jadi Brigjen
- Pelatih FC Twente Usir Mees Hilgers: Saya Tak Berharap Dia Kembali ke Klub!
- PIP Termin II 2026 Kapan Cair? Ini Jadwal Lengkap dan Cara Ceknya agar Dana Tidak Hangus!
- Skenario Timnas Indonesia Jika Imbang atau Kalah dari Vietnam di Piala AFF 2026
- Sunscreen Apa yang Bagus untuk Menghilangkan Flek Hitam di Wajah? Ini 3 Rekomendasi sesuai Review
Pilihan
-
Aktris Sali Irsalina Dianiaya Pacar di Fatmawati, Mata Lebam Hingga Diselamatkan Polantas
-
Dipilih Lewat Seleksi Ketat, Bank Dunia Kembali Tunjuk Sri Mulyani Duduki Jabatan Strategis
-
Pagar Besi di Mal-mal, Benarkah untuk Antisipasi Plot Kerusuhan Agustus?
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
Terkini
-
Menyoal PHK 178 Buruh Garmen di Cimahi, Dedi Mulyadi Minta Pekerja Fleksibel Ikuti Peta Industri
-
Kronologi Misteri Jasad Mutilasi dalam Karung di Pancoran Mas Depok
-
Final Piala Presiden 2026 Antara Persib vs Persebaya Digelar Tanpa Penonton, Ini Alasannya
-
Potongan Kaki Masih Dicari, Polisi Buru Motif Pelaku Mutilasi Pria Tanpa Identitas di Depok
-
Lawan Kejagung dan Polri, Sidang Perdana Praperadilan Febrie Digelar Usai HUT RI
-
Waktu Istirahat Minim Jelang Final, Pelatih Persib: Mari Kita Lihat Siapa yang Bisa Bertahan
-
Gubernur Andra Soni Sebut Gedung Baru DPD RI Rp4,1 M Kebutuhan Daerah, Bukan Senator
-
Pelaku Mutilasi Depok Semula Korban? Polisi Diminta Uji Klaim Percobaan Pelecehan
-
Soroti Kasus 46 Juta Obat Ilegal di Tangsel, DPR: Bongkar Mata Rantai Distribusi Sampai ke Akar!
-
BRI Perkuat Sinergi dengan Ditjenpas DIY Melalui Optimalisasi Layanan Pemasyarakatan