Suara.com - Bayi yang dilahirkan oleh seorang pemudik bernama Sukiyati (43) dengan dibantu para polisi yang tengah bertugas mengamankan arus balik di Tol Cipali (Cikampek-Palimanan), Purwakarta, Jawa Barat, diberi nama Bhayangkariwati Ramadniya.
"Ini terinspirasi dari proses persalinannya yang dibantu para polisi saat berlangsungnya Operasi Ramadniya," kata Kepala Korlantas Polri Irjen Pol Royke Lumowa dalam siaran pers, Minggu (2/7) malam.
Setelah mengetahui aksi kemanusiaan yang dilakukan jajaran Satlantas Polres Purwakarta tersebut, pihaknya langsung memberikan penghargaan.
Mereka adalah Kasat Lantas Polres Purwakarta AKP Arman Sahti, Aipda Juanda Barus, Bripka Asep Sunandar dan Bripda Fachri Alim.
Keempatnya telah menolong seorang ibu bernama Sukiati melahirkan di pinggir Jalan Tol Cikampek Palimanan atau Cipali kilometer 82 pada Minggu (2/7) pagi.
"Mewakili Bapak Kapolri, kami mengapresiasi tindakan teman-teman dari Polres Purwakarta. Di tengah kesibukan tugas mengamankan arus mudik, masih bisa menyelamatkan pemudik (melahirkan, red) hingga tuntas," katanya.
Pihaknya pun menyempatkan diri untuk melihat langsung Sukiati dan bayi perempuannya di RS Siloam, Purwakarta.
"Ibu Sukiati tampak sehat dan berbahagia dengan kelahiran putrinya," kata Royke.
Sebelumnya video aksi kemanusiaan AKP Arman dan jajarannya membantu Sukiati melahirkan di bahu jalan Tol Cipali, menjadi viral di internet.
Para warganet mengapresiasi aksi kemanusiaan yang dilakukan polisi tersebut. (Antara)
Tag
Terpopuler
- 6 Rekomendasi Sepatu Lokal Rp 200 Ribuan, Kualitas Bintang Lima
- 7 Parfum Lokal Wangi Segar Seperti Habis Mandi, Tetap Clean Meski Cuaca Panas Ekstrem
- 5 HP Samsung Galaxy A 5G Termurah Mulai Rp1 Jutaan, Performa Gak Kaleng-kaleng
- 7 Sepatu Lari Lokal yang Wajib Masuk List Belanja Kamu di Awal Mei, Nyaman dan Ramah Kantong
- Promo Alfamart Double Date 5.5 Hari Ini, Es Krim Beli 1 Gratis 1
Pilihan
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
-
Kala Harga Kebutuhan Meroket, Menulis Jadi Andalan Saya untuk Nambal Dompet
-
Hakim Gemas Anggota BAIS Siram Air Keras ke Andrie Yunus: Amatir Banget, Malu-maluin!
-
10 WNI Diamankan di Arab Saudi Terkait Haji Ilegal, Kemenhaj Pastikan Tak Akan Intervensi
Terkini
-
Kaesang Lantik Pengurus DPW PSI Papua Tengah, Nama Jokowi Diteriakkan
-
Ada Kasus Pencabulan Anak di Balik Kasus Narkoba Etomidate WNA China
-
Pemerintah Bahas Pengelolaan Kepegawaian dan Keuangan Daerah
-
Wamendagri Bima: Sinkronisasi Program Pusat dan Daerah Penting dalam Penyusunan RKP
-
Geruduk DPRD DKI, Aktivis Endus 'Bau Busuk' Dugaan Korupsi Proyek RDF Rorotan Rp 1,3 Triliun
-
Dituding jadi Biang Kerok Laga Persija vs Persib Batal di Jakarta, GRIB Jaya Buka Suara
-
Anak-anak Kena ISPA hingga Pneumonia, Warga Terdampak RDF Rorotan Siapkan Gugatan Class Action
-
Kriminolog Soroti Penangkapan 8 Teroris Poso: Sel Radikal Masih Aktif Beregenerasi
-
Endus Bau Amis Korupsi RDF Rorotan, Massa Geruduk Gedung DPRD DKI: Pansus Jangan Mati Suri!
-
Teruskan Perjuangan Kakak, Menkes Beri Beasiswa Pendidikan Dokter untuk Adik Mendiang Myta Aprilia