Wakil ketua DPR dari Frakasi Partai Gerindra Fadli Zon. (suara.com/Dian Rosmala)
Wakil Ketua DPR yang juga Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Fadli Zon mengatakan fraksinya menunggu laporan panitia angket KPK untuk memutuskan perlu tidaknya pansus diperpanjang. Jika mengikuti jadwal, masa kerja pansus akan habis pada 28 September 2017.
"Saya belum tahu (perlu diperpanjang atau tidak) karena pertama, Gerindra kan tidak berada dalam pansus walaupun saya juga membawahi mengkoordinasi tapi kan belum ada laporan-laporan tertulis misalnya atau permintaan kesimpulan sementara itu belum ada," kata Fadli di DPR, Jakarta, Selasa (5/9/2017).
"Ya nanti kita tunggu hasil dari pansus ini secara tertulis kan mereka masih mengumpulkan, masih mengundang orang-orang melakukan in deep interview atau hiring dan sebagainya," Fadli menambahkan.
Pansus, katanya, akan melaporkan hasil kerja mereka dalam rapat paripurna nanti. Dari laporan itu, kata Fadli, akan terlihat hal-hal yang perlu pendalaman atau tidak.
"Nanti pansus ini kan harus melaporkan kepada sidang paripurna apa yang menjadi temuan. hasil-hasilnya seperti apa nanti kita lihat saja dan ini menurut saya yang harus menjadi kewajiban dari pansus untuk melihat, menginvestigasi atau pendalaman seperti apa di dalam persoalan KPK pengawasan terhadap KPK," kata Fadli.
"Saya belum tahu (perlu diperpanjang atau tidak) karena pertama, Gerindra kan tidak berada dalam pansus walaupun saya juga membawahi mengkoordinasi tapi kan belum ada laporan-laporan tertulis misalnya atau permintaan kesimpulan sementara itu belum ada," kata Fadli di DPR, Jakarta, Selasa (5/9/2017).
"Ya nanti kita tunggu hasil dari pansus ini secara tertulis kan mereka masih mengumpulkan, masih mengundang orang-orang melakukan in deep interview atau hiring dan sebagainya," Fadli menambahkan.
Pansus, katanya, akan melaporkan hasil kerja mereka dalam rapat paripurna nanti. Dari laporan itu, kata Fadli, akan terlihat hal-hal yang perlu pendalaman atau tidak.
"Nanti pansus ini kan harus melaporkan kepada sidang paripurna apa yang menjadi temuan. hasil-hasilnya seperti apa nanti kita lihat saja dan ini menurut saya yang harus menjadi kewajiban dari pansus untuk melihat, menginvestigasi atau pendalaman seperti apa di dalam persoalan KPK pengawasan terhadap KPK," kata Fadli.
Komentar
Terpopuler
- 55 Kode Redeem FF Max Terbaru 18 Maret 2026: Raih Pulsa, Skin Trogon Rose, dan Diamond
- 7 HP Baru 2026 Paling Murah Jelang Lebaran, Spek Gahar Mulai Rp1 Jutaan
- Lebaran 2026 Tanggal Berapa? Cek Jadwal Idulfitri Pemerintah, NU, Muhammadiyah, dan Negara Lain
- Ratusan Warga Cianjur Gagal Rayakan Lebaran Gara-gara Kena Tipu Paket Sembako Bodong
- Update Posisi Hilal Jelang Idulfitri, Ini Prediksi Lebaran 2026 Pemerintah dan NU
Pilihan
-
Mencekam! Jirayut Terjebak Baku Tembak di Thailand
-
Pak Menteri Siap Potong Gaji? Siasat Prabowo Hadapi Krisis Global Contek Pakistan
-
Kabar Duka! Pemilik Como 1907 Sekaligus Bos Djarum Meninggal Dunia
-
Resmi! Hasil Sidang Isbat Pemerintah Tetapkan Idulfitri 1447 H Jatuh pada Sabtu 21 Maret 2026
-
Hilal Tak Terlihat, Arab Saudi Tetapkan Idul Fitri 2026 Jatuh pada 20 Maret
Terkini
-
Sekjen PBNU Gus Ipul Beri Ucapan Khusus Lebaran ke Sekum Muhammadiyah Prof Mukti
-
Momen Lebaran di Rutan, KPK Izinkan 81 Tahanan Korupsi Bertemu Keluarga pada Idul Fitri 2026
-
Iran Klaim Berhasil Tembak Jatuh Jet Tempur Siluman F-35 Milik AS
-
H-1 Lebaran, Pemprov DKI Klaim Harga Pangan Terkendali, Cabai Rawit 'Pedas' Tembus Rp115 Ribu
-
KCIC Beri Diskon Tiket Whoosh hingga Rp100 Ribu Selama Mudik Lebaran 2026
-
Krisis Lebanon Memanas: Korban Tewas Akibat Serangan Israel Lampaui 1.000 Jiwa
-
Iran Tegaskan Tak Ada Negosiasi dengan AS, Negara yang Bantu Serangan Akan Dianggap Musuh
-
PDIP Bukan Gangguan, Pertemuan Prabowo-Megawati Disebut Jadi Kunci Stabilitas Pemerintahan
-
Ribuan Personel Siaga, Polda Metro Imbau Takbiran Tanpa Konvoi dan Arak-arakan
-
Arus Mudik 2026, Lalu Lintas Tol SurabayaMojokerto Naik 25,3 Persen