Suara.com - Penganiayaan yang dialami anggota Jakmania Cirebon bernama Tarjo tergolong sadistis. Dia dibacok-bacok dengan senjata tajam oleh anggota geng motor di depan Alfamart, Jalan Kesunean, Kesepuhan, Lemahwungkuk, Kota Cirebon, Jawa Barat.
Pengurus Jakmania Cirebon, Maddam, ketika dihubungi Suara.com mengonfirmasi kasus kekerasan yang menimpa Tarjo.
Maddam kemudian mengirimkan pesan tertulis yang berisi kronologis kejadian mengerikan itu kepada Suara.com. Kejadian tersebut berlangsung pada Selasa (12/9/2017), malam, setelah korban pulang dari rumah teman.
Di dalam perjalanan, terjadi kericuhan di depan Alfamart. Keributan dari depan pusat belanja itu sampai masuk gang Kesunean.
Tarjo kemudian dibacok. Korban sudah berusaha melawan, tetapi anggota geng motor yang menyerangnya semakin banyak sehingga dia kewalahan.
Pelaku menyerang Tarjo pakai senjata tajam semua. Korban berusaha menahan sabetan parang dengan tangan.
Sabetan bertubi-tubi membuat Tarjo kehilangan pergelangan tangan kanan (amputasi), pergelangan tangan kiri hampir putus, tiga luka bacok di kepala, satu luka di leher, satu luka di punggung, paha kanan dan kiri juga tedapat luka karena senjata tajam.
Tag
Berita Terkait
-
6 Tahun Penantian Jakmania Berakhir! Persija Bakal Jamu Persib di GBK, Catat Tanggalnya
-
Bobotoh dan Jakmania Wajib Baca! Marc Klok Kirim Pesan Tegas Jelang Timnas Indonesia vs Timor Leste
-
Kyohei Yoshino Ungkap Alasan Antusias Gabung Persija: The Jakmania Jadi Daya Tarik Besar
-
Launching Agustus 2026, Ini Bocoran Desain Jersey Persija Buatan Adidas
-
Dear Jakmania! Shin Tae-yong Pernah Dipecat 66 Hari Saat Jadi Pelatih Klub Ini
Terpopuler
- Kinerja Tim Komunikasi Buruk, Prabowo Diingatkan Segera Reshuffle Seskab Teddy hingga Kapolri
- Ruben Onsu Jadi Tersangka Kasus Dugaan Penipuan, Bakal Dipanggil Polisi Minggu Depan
- 20 Kode Redeem FF Aktif 20 Agustus 2026: Klaim Item Langka dan Bundle Spesial
- Harga Serum Penghilang Flek Hitam yang Efektif dan Aman, Ini 5 Rekomendasi Produknya
- Warga Jogja Protes Desil Naik, Status Miskin Masuk Desil 9, Pemda DIY Minta BPS Klarifikasi
Pilihan
-
KPK Tangkap Rektor Unsoed Akhmad Sodiq Terkait Dugaan Suap Penerimaan Mahasiswa Baru
-
Geger Sekaten Solo: Keributan Pecah, Adu Dorong hingga Ada yang Dipukul di Bangsal Pagongan
-
Terputus Komunikasi Pasca Gempa, Mahasiswa NTT di Jogja Bergantung Bantuan Warga untuk Bertahan
-
Polwan Ditarik Mundur, Aksi BEM UI di Menara UOB Berujung Saling Dorong dengan Aparat
-
Gaji Manajer Kopdes Merah Putih Rp7,8 Juta per Bulan Viral, Benarkah Batal Rp16 Juta?
Terkini
-
7 Cara Melakukan Double Cleansing yang Benar untuk Kulit Sehat Bercahaya
-
Fenomena 'Lebih Galak yang Ngutang': Saat Niat Baik Berujung Sakit Hati
-
Bawa Bantuan Miliaran Rupiah ke Korban Gempa NTT, Dedi Mulyadi: Ditengok Saja Sudah Bahagia
-
Jejak Trauma Daycare Little Aresha: Membongkar Kekerasan yang Sistematis
-
Gubernur Khofifah Terima Penghargaan Jasa Bakti Koperasi Nayaka Mahambara dari Menteri Koperasi
-
Flores Kembali Diguncang Gempa M 5,1, BMKG: Tidak Berpotensi Tsunami
-
Jaga Marwah Organisasi, Para Ulama Haramkan Serangan Fajar di Muktamar NU Ke-35
-
Mengenal BEM: Mengapa Kampus Punya Pemerintahan Sendiri?
-
Tegang Maksimal! Potret Kelam Remaja Kaya Los Angeles Era 80-an dalam Serial The Shards
-
Mengakhiri Ego Sektoral: Megaproyek Waterfront City 27 KM Ubah Wajah Pesisir Jadi Mesin Ekonomi