Suara.com - Pemerintah Provinsi DKI Jakarta melarang warga menjual hingga menyalakan petasan selama Ramadan 2019. Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) DKI Jakarta bakal melakukan razia peredaran petasan di seluruh wilayah Jakarta.
Kepala Satpol PP DKI Arifin mengatakan larangan bermain petasan ini tertuang dalam Peraturan Daerah (Perda) No 8 tahun 2007 pasal 19. Dalam aturan itum setiap orang, atau badan dilarang membuat, menjual, dan menyimpan petasan dan sejenisnya.
"Petasan ya tetap enggak boleh sesuai peraturan. Sesuai dengan Perda itu kan tidak boleh, Perda 8 Tahun 2007 tidak diperbolehkan," kata Arifin saat di konfirmasi, Minggu, (5/5/2019).
Arifin menjelaskan pihaknya akan bertindak tegas terhadap pelaku penjualan dan pengguna petasan selama Bulan Ramadan di DKI.
"Kalau ada yang main atau jual akan disita. Kita akan terus melakukan razia," jelasnya.
Arifin menyarankan agar masyarakat memnafaatkan waktu yang baik ini untuk kegiatan-kegiatan mendekatkan diri kepada Tuhan.
"Kita harapkan pada bulan Ramadan ini ditempatkan untuk hal-hal yang baik, hal-hal yang meningkatkan keimanan dan ketakwaan, memperbanyak ibadah. Menghindari kegiatan yang mengganggu suasana di bulan Ramadan dengan membakar petasan yang seperti itu," pungkas Arifin.
Berita Terkait
-
Jelang Puasa Ramadan, Penjual Kembang Kuburan Banjir Rezeki
-
Mentan Janji Tak Hanya Harga Bawang Putih yang Turun, Sembako Juga
-
Mentan Ancam Importir Nakal yang Permainkan Harga Bawang Putih
-
Mentan Klaim Harga Bawang Putih Bakal Turun ke Rp 30.000 Per Kg
-
Jelang Puasa Ramadan, Jokowi Unggul 12,44 Juta Suara dari Prabowo
Terpopuler
- 5 Rekomendasi Serum Malam untuk Hempas Flek Hitam Usia 50 Tahun ke Atas
- Kecil tapi Lega: Hatchback Bermesin Avanza Kini Cuma 50 Jutaan, Makin Layak Dilirik?
- Promo JCO Mei 2026, Paket Hemat Donat dan Kopi yang Sayang Dilewatkan
- Work to Run: 5 Sepatu Lari Hitam Polos yang Tetap Rapi di Kantor dan Nyaman Dipakai Lari
- 5 HP Redmi RAM 8 GB Memori 256 GB Termurah di Bawah Rp1,5 Juta, Spek Juara
Pilihan
-
Bejatnya Kiai Cabul Ashari di Pati: Ngaku Keturunan Nabi hingga Istri Orang Bebas Dicium
-
Mengungkap Jejak Pelarian Kiai Cabul Pati: Terendus Ritual di Kudus, Kini Raib Bak Ditelan Bumi
-
Diterpa Kontroversi dan Dilaporkan ke Bareskrim Terkait Ceramah JK, Ade Armando Mundur dari PSI
-
Lolos Blokade AS! Kapal Tanker Iran Rp 3,8 T Menuju Riau, Kemlu RI: Tak Langgar Hukum
-
Kapal Perang AS Dihantam 2 Rudal karena Coba Masuk Selat Hormuz, Klaim Iran
Terkini
-
Letjen TNI Agus Widodo Dikabarkan Resmi Jabat Wakil Kepala BIN, Gantikan Komjen Imam Sugianto
-
Nyawa di Ujung Shift: Mengungkap Jam Kerja Tak Manusiawi Dokter Internship dan Regulasi Kemenkes
-
Sama dengan TNI, Prabowo Batasi Jabatan Anggota Polri di Luar Institusi
-
Komitmen ESG Meningkat, Mengapa Data Logistik Masih Jadi Tantangan di Lapangan?
-
KPK Ingatkan Tunjangan Hakim Ad Hoc Harus Beriringan dengan Perbaikan Sistem Peradilan
-
AI Diklaim Bisa Jadi Solusi Mitigasi Banjir Rob dan Krisis Air Bersih, Gimana Caranya?
-
Indonesian Proposal Jadi Fokus Pertemuan Indonesia dan United Kingdom Intellectual Property Office
-
Idul Adha 2026 Tanggal Berapa? Penetapan Versi Muhammadiyah dan Pemerintah Diprediksi Sama
-
33 Tahun Kasus Marsinah Stagnan, Aktivis: Keadilan Tidak Bisa Digantikan Seremoni Gelar Pahlawan!
-
Daftar Harga Kambing Kurban 2026 Terbaru Mulai Rp1 Jutaan, Cek Rekomendasinya di Sini!