Suara.com - Hujan mengguyur malam pergantian tahun dari 2019 ke 2020 di Kota Makassar dan sekitarnya tepatnya pukul 00.00 Wita.
Berdasarkan pantauan di Anjungan Pantai Losari, Selasa malam (31/12) hingga Rabu dini hari (1/1), ribuan warga tumpah ruah bersuka ria atas pergantian tahun itu.
Walaupun hujan mulai mengguyur sekitar setengah jam sebelum malam pergantian tahun itu, kebanyakan warga tetap bertahan di sekitar anjungan.
Sementara tidak sedikit juga pengunjung yang lebih memilih meninggalkan lokasi atau mencari tempat untuk berteduh seperti tempat makan, kafe dan lainnya yang ada di sekitar Pantai Losari Makassar, Sulawesi Selatan.
Dian, salah seorang warga setempat mengaku pergantian tahun dari 2019 ke 2020 tidak sepenuhnya dirayakan di luar rumah karena hujan yang mulai mengguyur kota Makassar dan sekitarnya.
"Rumah saya tidak jauh dari Pantai Losari. Begitu tadi ada kilat dan guntur yang menggelegar kemudian gerimis, saya memutuskan pulang ke rumah," katanya.
Dari pantauan di lapangan, gemuruh suara terompet dan letupan kembang api bergema di langit Kota Makassar. Teriakan dan sorak gembira ucapan selamat tahun baru, ribuan pengunjung begitu semarak dan ramai terdengar.
Dian pun sangat senang tahun baru telah tiba dengan beberapa harapan yang sempat tertunda di 2019, diharapkan bisa terwujud pada 2020.
"Semoga 2020 menjadi tahun lebih baik dari tahun sebelumnya. Cita-cita saya lulus kuliah dan melahirkan anak kedua dengan selamat dan sehat," katanya.
Baca Juga: Tanggul Jebol, Warga di Bandung Barat Kebanjiran saat Malam Tahun Baru
Berita Terkait
-
Polri Klaim Acara Malam Tahun Baru di Seluruh Indonesia Aman dan Lancar
-
Tanggul Jebol, Warga di Bandung Barat Kebanjiran saat Malam Tahun Baru
-
Kapolda Metro Pantau Langsung Malam Pergantian Tahun di Bundaran HI
-
Malam Tahun Baru, Warga Kaltara Pesta Kembang Api di Tepi Sungai Kayan
-
Detik-detik Pergantian Tahun 2020, Warga Menyemut di Alun-alun Bandung
Terpopuler
- Putusan MK soal Kuota Internet Hangus Ubah Peta Bisnis Operator, Pakar: Paket Data Bakal Berubah
- Melayat ke Yogya, Susi Pudjiastuti Kenang Sosok Nasirun
- Fortuna Sittard Ogah Jual Justin Hubner ke Klub Super League
- Kado Kemerdekaan: Pemutihan Pajak Kendaraan di Agustus 2026, Buruh dan Ojol Dapat Diskon Khusus
- Prabowo Singgung Nuklir Iran, Badan Atom Internasional Ungkap Faktanya
Pilihan
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
-
Kematian Sutrimo dan Rangkaian Kejanggalan yang Muncul dari Kampung Halaman
-
Pengintai Misterius dan CCTV Mendadak, Kejanggalan di Rumah Sutrimo
-
Banyak Air Galon Isi Ulang di Bangka Barat Belum Diuji, Amankah Dikonsumsi Setiap Hari?
Terkini
-
Nadiem Makarim Tantang Audit BPKP di Sidang Banding, Minta Hakim Periksa Ulang Bukti
-
Prabowo dan PM Thailand Sepakati Kemitraan Strategis Baru, Fokus Pangan hingga Energi
-
Jangan Korbankan Nyawa Demi Target! BGN Didesak Usut Tuntas Keracunan Massal MBG di Semarang
-
Trauma Kolektif: Pagar Tinggi Mal Ingatkan Warga pada Kerusuhan Agustus
-
Kasus Bayi Dijual Rp20 Juta Belum Tuntas, Polisi Didesak Usut Sosok Pemberi Uang
-
Dipukul Balok Kayu, Wanita di Palembang Gagalkan Aksi Begal hingga Pelaku Ditangkap
-
Dua Kata Tijjani Reijnders Usai Timnas Indonesia Dibantai Vietnam 0-3
-
Ingin Rumah Terasa Lebih Elegan? Tren Interior Kini Mengandalkan Permainan Cahaya dari Keramik
-
Haykal Ungkap Hal yang Bikin Tak Nyaman di Palembang, Pengemis hingga Sungai Jadi Sorotan
-
Kreativitas Generasi Muda Indonesia Berbuah Manis, Ribuan Pelajar Sukses Bangun Bisnis