News / Nasional
Rabu, 01 Januari 2020 | 19:00 WIB
Ditinggal tahun baruan, kontrakan Ainun jadi lautan air. (Suara.com/Ria Rizki)

Suara.com - Ditinggal Tahun Baruan, Kontrakan Ainun Jadi Lautan Air

Seorang warga bernama Ainun pasrah ketika melihat rumahnya sudah terendam banjir setinggi 2 meter. Padahal ia baru saja menikmati perayaan malam tahun baru.

Ainun merupakan warga Jalan Bina Warga, Rawajati, Pancoran, Jakarta Selatan. Ia menjadi penduduk baru karena memutuskan untuk mengontrak di salah satu rumah daerah tersebut.

Dirinya tidak tahu apabila hujan deras yang mengguyur DKI Jakarta semalam ternyata berdampak kepada tempat tinggalnya. Di malam tahun baru dirinya memutuskan untuk meninggalkan kontrakannya karena hendak merayakan tahun baru.

Namun ketika pulang keesokan harinya, Ainun dikejutkan dengan air banjir yang hampir menutupi seluruh kontrakannya.

"Pulang pukul 10.00 WIB pagi. Kaget, karena baru pertama kali kontrak di sini, wah banjir, gimana ya...," kata Ainun saat ditemui Suara.com di dekat lokasi banjir, Rabu (1/1/2020).

Sebelum diwawancari, dari kejauhan Ainun terlihat berusaha menerobos banjir untuk menghampiri kontrakannya. Ketika kembali, Ainun membawa satu kresek hitam.

Ainun menjelaskan kondisi di dalam kontrakannya pun sudah menjadi 'lautan'. Meskipun begitu ia tetap berusaha untuk menyelamatkan barang-barang berharganya.

Baca Juga: Jadi Langganan Banjir, Warga Cipinang Melayu: Tahun Ini Paling Parah

Di tangannya Ainun membawa ijazah sekolah juga seragam kerja.

"Yang saya bawa ijazah sama baju kerja," pungkasnya.

250 Kepala Keluarga Menelan Dampak Banjir Hingga 2 Meter di Rawajati

Setidaknya ada 250 kepala keluarga harus mengungsi akibat rumahnya yang terendam banjir di Jalan Bina Warga, Rawajati, Pancoran, Jakarta Selatan, Rabu (1/1/2020). Meski sebagian besar sudah dievakuasi, tetap saja masih ada warga yang enggan meninggalkan rumahnya.

Pantauan dari Suara.com, sejumlah warga yang rumahnya terendam air banjir sudah mengungsi di posko pengungsian. Meski demikian proses evakuasi masih dilakukan.

"Di Jalan Bina Marga ini yang terkena di RT 2, 3, dan 4 yang terdampak sekitar 250 kepala keluarga," kata Lurah Rawajati Jaksel Rudi Budijanto di lokasi.

Rudi mengungkapkan bahwa pihaknya sudah menyediakan sejumlah posko pengungsian dan dapur umum. Bantuan logistik pun sudah diberikan kepada warga langsung.

Akan tetapi Rudi menuturkan kalau masih ada warga yang enggan dievakuasi dari rumahnya. Mereka memilih untuk mengungsi di lantai dua rumahnya.

"Iya masih ada yang bertahan di lantai 2 karena dia biasanya emang menurut ia aman. Tapi kita menginformasikan demi keselamatan harus mengungsi," pungkasnya.

Load More