Suara.com - Seorang pria terlihat naik ke Saluran Udara Tegangan Ekstra Tinggi atau SUTET demi mengambil layangan. Video aksinya panjat SUTET viral di media sosial.
Seperti dalam unggahan akun Instagram @nenk_update pada Minggu (5/7/2020).
Dalam video berdurasi singkat itu terlihat seorang pria panjat SUTET demi layangan. Terdengar beberapa orang mengomentari aksi nekat pria itu.
"Lhah ini manusia ya, cuma layangan Rp 2 ribu aja loe sampai kayak gitu. Bener-bener nih," kata seseorang dalam video viral tersebut.
Ada dua layangan yang tersangkut di antara tiang-tiang tower SUTET.
Pria tersebut memanjat SUTET tanpa memakai alat pengaman. Ia kemudian turun dari tower itu sambil disaksikan banyak warga.
Akun @nenk_update pun memberi komentar, "Demi kepuasaan hati nyawa pun dipertaruhkan".
Hanya dalam waktu dua jam setelah diunggah, video pria nekat panjat SUTET demi layangan Rp 2 ribu ini telah dibanjiri dengan komentar.
Bahkan videonya telah disaksikan lebih dari 47 ribu kali.
Baca Juga: Ngeri! Dikira Lumba-lumba, Warga Rebutan Selfie dan Elus-elus Paus Pembunuh
Seorang warganet, @ayudya22christy mengomentari video itu. Ia menulis, "Yang ada gak jadi main layangan malah nyawanya yang melayang, hadeuh."
"Kalau itu ane udah gak peduli. Asal jangan demi kepuasan sendiri sampai membahayakan nyawa orang lain, karena di tempatku ada yang meninggal jatuh dari motor kesangkut tali layangan membentang," komentar @blackguard_wealthy.
"Nyawa nya cuma seharga 2 ribu," ujar @anitaramlan27.
Tidak diketahui lokasi dan waktu kejadian pria nekat panjat SUTET demi layangan ini terjadi. Video selengkapnya dapat di saksikan di sini.
Untuk diketahui, layangan yang tersangkut di tiang listrik seperti SUTET juga merepotkan petugas.
Pasalnya, petugas harus bertaruh nyawa menyingkirkan layangan dan benang yang membelit di kabel dan tiang. Seperti dalam video yang diunggah akun Instagram @jakarta.terkini beberapa waktu yang lalu.
Seorang petugas bertaruh nyawa membersihkan benang dan layangan yang menyangkut di kabel SUTET di kawasan Gang Kabel Pulogebang, Cakung, Jakarta Timur, Kamis (2/7) kemarin sore.
Aksi petugas ini terekam kamera hingga viral di media sosial.
Sejumlah warganet yang melihat aksi petugas tersebut pun menyampaikan pujian kepada sang petugas. Di sisi lain, banyak pula warganet yang menyayangkan dan menyalahkan ulah para pemain layangan yang dinilai dapat mengakibatkan korsleting listrik.
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Guru Besar UII: Publik Tak Cukup Tuntut Maaf, Layak Layangkan Mosi Tidak Percaya pada Prabowo
- Sayembara Rp10 Juta Dedi Mulyadi Dikritik UGM, Dinilai Cermin Gagalnya Negara Jamin Keamanan
- Tak Terima Disita, Pemilik Emas dan Uang Sitaan Kejagung di Kasus Febrie Bakal Ajukan Praperadilan
- Serum Viva untuk Flek Hitam Warna Apa? Ini 2 Varian Terbaiknya
- 5 Rekomendasi Parfum Aroma Vanilla di Alfamart, Wangi Mewah Tahan Lama untuk Harian
Pilihan
-
Bukan Sekadar Urusan Nasi Uduk di Matraman, 'Waspada Skenario Kerusuhan Agustus 2026'
-
Penjaga Rumah Febrie Adriansyah Ditemukan Tewas, Mulut dan Hidung Berbusa
-
Febrie Adriansyah Resmi Ditahan Kejagung, Teriak Kriminalisasi Saat Digiring ke Mobil Tahanan
-
Takut Lumpuh, Hotman Paris Pilih Mundur Jadi Pengacara Febrie Usai Pijit di Bojong Gede Tak Mempan
-
Saraf Terjepit, Hotman Paris Putuskan Mundur Jadi Kuasa Hukum Eks Jampidsus Febrie Adriansyah
Terkini
-
The Boy in the Striped Pajamas: Kisah Persahabatan Anak-anak di Tengah Kelamnya Perang Dunia II
-
Kepala BGN: MBG Bukan Makan Enak Gratis!
-
Kami Ireng Tapi Bukan Londo, Menjawab Cap Antek Asing dari Podium Kekuasaan
-
Berduka Atas Bentrokan di Matraman, Pramono Anung Minta Warga Tak Terpancing Disinformasi
-
Febrie Adriansyah Dituding Miliki Aset Kripto
-
Persija Jakarta Buka Suara Terkait Isu Pendaftaran IPO di Bursa Efek Indonesia
-
30 Tahun Kudatuli, Megawati: Republik Ini Dibangun dengan Air Mata, Darah dan Keringat!
-
Ramai Dikaitkan dengan Febrie Adriansyah, Kuasa Hukum Pilih Bungkam soal Kematian Sutrimo
-
Spekulasi Perry Warjiyo Mundur karena Purbaya, Airlangga: Saya Nggak Paham
-
Juminten Edan Nantang Rumus Lama Horor Indonesia yang Bergantung pada Gore