Suara.com - Seorang lansia perempuan berusia 91 tahun di Inggris dapat bertahan hidup selama terbaring lemas selama dua hari tanpa pertolongan akibat terjatuh, dengan makan tanah dari pot tanamannya.
Menyadur New York Post, Rabu (11/11/2020), Rosemary Frank selamat setelah memakan tanah dari pot berisi tanaman Naga Madagaskar yang ada di samping tempat tidurnya.
Dokter mengatakan Rosemary hampir kehilangan nyawanya jika tak segera ditemukan oleh seorang sukarelawan sopir, yang kemudian membawa lansia itu ke rumah sakit.
Terlambat enam jam saja, dokter menyebut lansia asal Kempsey, Worcestershire itu, bisa kehilangan nyawa.
Rosemary jatuh pada 13 Oktober lalu. Ia kehilangan kesadaran dan tak bisa mengingat dengan jelas apa yang membuatnya terpeleset.
"Hal terakhir yang saya ingat adalah berbicara dengan putri saya Caroline di Kanada pada Minggu malam. Hal berikutnya yang saya tahu adalah Selasa dan saya berada di rumah sakit," tutur Rosemary.
Dalam keadaan setengah sadar saat terjatuh, lansia yang tinggal sendiri ini rupanya memakan tanah dari pot berisi tanaman pemberian dari anaknya.
"Mereka menemukan tanah di perut saya, jadi saya pasti makan dengan putus asa untuk mencoba tetap hidup," bebernya.
Ia menyebut wajah dan tangannya penuh dengan tanah ketika diselamatkan, "jadi saya jelas-jelas menyukai tanaman itu."
Baca Juga: Merapi Erupsi, Masker Medis Sangat Dibutuhkan Lansia di Pengungsian
Selain tanaman Naga Madagaskar, Derek Cowdry, pengemudi dari Worcester Wheels, juga berperan dalam keselamatan Rosemary.
Pria berusia 75 tahun ini merupakan sopir yang secara rutin mengantarkan Rosemary ke salon rambut. Saat lansia itu tak muncul, Derek merasa ada yang tidak beres dan memutuskan untuk mampir.
"Tidak ada tanggapan, jadi saya mengetuk pintu tetangga untuk melihat apakah ada yang punya kunci. Akhirnya saya bertemu seseorang yang punya, dan kami pergi ke rumah (Rosemary) bersama," kata Derek.
Derek yang menemukan Rosemary terbaring dalam keadaan setengah sadar, lantas membawa lansia itu ke Rumah Sakit Worcestershire.
Menjalani perawatan selama 10 hari di rumah sakit, Rosemary kini memulihkan diri di rumah dengan bantuan putranya yang berusia 60 tahun, Richard.
Richard mengatakan ia memberi ibunya tanaman itu hanya beberapa hari sebelum Rosemary terjatuh.
"Kami pikir dia mungkin memakannya hanya untuk mencoba mendapatkan nutrisi dan kelembaban ke dalam tubihnya karena dia sangat dehidrasi," tandas Richard.
Berita Terkait
Terpopuler
- Jakarta Siap Pungut Pajak Mobil Listrik Tahun Ini, Kendaraan Mewah Kena hingga 75% PKB
- Dokter Tifa Menang, Sidang Kasus Ijazah Jokowi Resmi Dihentikan
- 6 Shio Paling Beruntung pada 23 Juli 2026, Keberuntungan Memihak
- 5 Warna Lipstik Wardah untuk Bibir Hitam dan Kulit Sawo Matang
- Resmi Daftar Kemenkum, Partai Gerakan Rakyat Pastikan Usung Anies Baswedan Capres
Pilihan
-
Febrie Adriansyah Resmi Ditahan Kejagung, Teriak Kriminalisasi Saat Digiring ke Mobil Tahanan
-
Takut Lumpuh, Hotman Paris Pilih Mundur Jadi Pengacara Febrie Usai Pijit di Bojong Gede Tak Mempan
-
Saraf Terjepit, Hotman Paris Putuskan Mundur Jadi Kuasa Hukum Eks Jampidsus Febrie Adriansyah
-
Dokter Tifa Menang, Sidang Kasus Ijazah Jokowi Resmi Dihentikan
-
Menang Lima Gol, Timnas Putri Indonesia Back to Back Juara AFF Women's Cup 2026
Terkini
-
Setelan Ganas Honda NSF250RW Tantang Gelombang Panas Eropa, Kans Ramadhipa Rajai Moto3 Magny-Cours
-
The Black Lizard: Duel Kecerdasan Detektif dan Ratu Kriminal yang Menegangkan
-
Prabowo Sebut Cak Imin, Dasco dan Bahlil 3 Kancil Politik: Kalau Mereka Kumpul Repot Kita!
-
Nekat Tembak Paha Korban Lalu Kabur ke Lampung, Duo Maling Motor Matraman Ciut di Tangan Polisi
-
6 Cara Mengatasi Blush On Ketebalan dan Terlalu Menor, Tak Khawatir Merusak Makeup
-
Derita Selisih Stock Opname Toko, saat Karyawan Jadi Samsak Omelan Bos
-
Fairuz Al Rafiq & Sonny Septian Terapkan Pola Asuh Mereka di Film Anak-Anak Bambu
-
Pakar Soroti Dugaan Keterkaitan Eks Jampidsus, Dorong KPK Ambil Alih
-
Menkeu Ancam Kejar Peserta Tax Amnesty Bandel, PPATK Ikut Telusuri Dana Masuk
-
Penghitungan Kerugian Negara Disorot, BPKP Diminta Evaluasi Metode Audit