Adapun bagi 10 daerah yang tidak menaikkan UMK tahun 2021, Setiawan menjelaskan, mereka diberi kesempatan untuk mengevaluasi kondisi inflasi dan LPE di semester pertama (enam bulan) alias pada triwulan I-2021 dan triwulan II-2021.
"Oleh karena itu, sangat memungkinkan yang saat ini tidak menaikkan UMK dan seiring pemulihan ekonomi kita, (nantinya) akan ada perbaikan," kata Setiawan.
Rinciannya, 17 daerah di Jabar yang mengalami kenaikan UMK 2021 adalah Kabupaten Karawang, Bekasi, Bogor, Purwakarta, Bandung Barat, Sumedang, Bandung, Sukabumi, Subang, Indramayu, Cirebon, Majalengka, serta Kota Bekasi, Depok, Bandung, Cimahi dan Cirebon.
Sepuluh daerah yang tidak menaikkan UMK di 2021 yaitu Kabupaten Cianjur, Tasikmalaya, Garut, Kuningan, Ciamis, dan Pangandaran, serta Kota Bogor, Sukabumi, Tasikmalaya, dan Banjar.
Berikut daftar lengkap UMK 2021 di seluruh kabupaten/kota di Jawa Barat (tertinggi-terendah):
- Kabupaten Karawang Rp 4.798.312,00 (naik)
- Kota Bekasi Rp 4.782.935,64 (naik)
- Kabupaten Bekasi Rp 4.791.843,90 (naik)
- Kota Depok Rp 4.339.514,73 (naik)
- Kota Bogor Rp 4.169.806,58 (tetap)
- Kabupaten Bogor Rp 4.217.206,00 (naik)
- Kabupaten Purwakarta Rp 4.173.568,61 (naik)
- Kota Bandung Rp 3.742.276,48 (naik)
- Kabupaten Bandung Barat Rp 3.248.283,28 (naik)
- Kabupaten Sumedang Rp 3.241.929,67 (naik)
- Kabupaten Bandung Rp 3.241.929,67 (naik)
- Kota Cimahi Rp 3.241.929,00 (naik)
- Kabupaten Sukabumi Rp 3.125.444,72 (naik)
- Kabupaten Subang Rp 3.064.218,08 (naik)
- Kabupaten Cianjur Rp 2.534.798,99 (tetap)
- Kota Sukabumi Rp 2.530.182,63 (tetap)
- Kabupaten Indramayu Rp2.373.073,46 (naik)
- Kota Tasikmalaya Rp 2.264.093,28 (tetap)
- Kabupaten Tasikmalaya Rp 2.251.787,92 (tetap)
- Kota Cirebon Rp 2.271.201,73 (naik)
- Kabupaten Cirebon Rp 2.269.556,75 (naik)
- Kabupaten Garut Rp 1.961.085,70 (tetap)
- Kabupaten Majalengka Rp 2.009.000,00 (naik)
- Kabupaten Kuningan Rp 1.882.642,36 (tetap)
- Kabupaten Ciamis Rp 1.880.654,54 (tetap)
- Kabupaten Pangandaran Rp 1.860.591,33 (tetap)
- Kota Banjar Rp 1.831.884,83 (tetap).
Berita Terkait
Terpopuler
- Menteri Agama RI Nasaruddin Umar Disebut Mengundurkan Diri
- Partai Kaesang Tutup Pintu Rapat untuk Ketum Projo: Tempat Budi Arie Bukan di PSI
- Desil Tak Akurat Bisa Bikin Warga Kehilangan Hak Bansos!
- Dilaporkan ke Bareskrim Polri, Gus Lilur Tantang 4 Tokoh NU Ngaji Kitab Kuning Saat Muktamar
- Harga Kulkas Mini 1 Pintu Termurah di Pasaran, Ini 3 Rekomendasinya Mulai Rp400 Ribuan
Pilihan
-
Massa Bikin Barikade di Jalan Palmerah Utara, Hadapi Polisi yang Tembakkan Gas Air Mata
-
Palmerah Dihujani Gas Air Mata oleh Polisi, Massa Terus Melawan
-
Dua Sepeda Motor yang Dibakar Massa di Pos Polisi Pejompongan Diduga Milik Intel
-
Sepeda Motor Dibakar Dekat Pos Polisi Pejompongan, Bentrok Pecah
-
Tolak MBG dan Kopdes, FMN: Anggaran Hanya Lari ke Prabowo dan Kroni-kroninya!
Terkini
-
Momen Hangat Rudy Susmanto di Balai Kesejahteraan Sosial: Dari Beri Makan Warga hingga Cek Fasilitas
-
Massa Pati Dikecam Ojol usai Tinggalkan Aksi DPR, Botok Buka Suara
-
Palmerah Dihujani Gas Air Mata oleh Polisi, Massa Masih Terus Melawan
-
Cerita Suara Dentuman Kagetkan Warga Pandeglang: Rumah Hancur Meledak, Penghuni Berhamburan
-
AMPB Akhirnya Minta Maaf ke Ojol Usai Dikecam karena Tinggalkan Massa Aksi di Jakarta
-
Perang 400 Anggota Gangster Pecah di Jalan Raya Jakarta-Bogor, Satu Orang Terluka Bacok
-
Massa Bikin Barikade di Jalan Palmerah Utara, Hadapi Polisi yang Tembakkan Gas Air Mata
-
Revaldo Kembali Tergiur Narkoba Setelah Bertemu Pemasok di Bogor
-
Demo DPR Ricuh, Polisi Bubarkan Massa dengan Gas Air Mata
-
Palmerah Membara: Pospol Petamburan Dikabarkan Dibakar Massa, Gas Air Mata Pecah Berkali-kali