Suara.com - Politisi PDIP Dewi Tanjung mengirimkan karangan bunga khusus untuk Rizieq Shihab. Karangan bunga tersebut berisi ucapan duka karena sang Imam Besar FPI positif Covid-19.
Penampakan karangan bunga tersebut diunggah oleh Dewi lewat akun Twitter miliknya @dtanjung15.
"Nyai kirim papan ucapan turut berduka alias sedih dengar Rizieq positif Covid-19," kata Dewi seperti dikutip Suara.com, Rabu (25/11/2020).
Karangan bunga tersebut bertuliskan "Turut berduka atas positif Covid-19 Bapak Rizieq Shihab".
Dewi meminta agar tak ada partai politik yang tersinggung dengan karangan bunga tersebut.
Sebab, karangan bunga tersebut menggunakan latar warna biru tua dan biru muda.
"Jangan ada partai yang baper lihat warna papan bunga nyai ke Rizieq ya guys, ini murni ide abang tukang bunga bukan permintaan nyai," ungkapnya.
Dalam cuitan terpisah, Dewi Tanjung mengunggah rekaman video percakapan dirinya dengan sang kurir pengantar karangan bunga itu.
Sang kurir mengaku tak bisa mengirimkan karangan bunga tersebut ke depan rumah Rizieq karena sudah dicegat oleh laskar dan langsung dirusak.
Baca Juga: Baliho Rizieq Dicopot, Wasekjen MUI: 100 Baliho Dicopot, 1000 Kaos Dipakai
"Cuma sampai depan gang rumahnya saja, enggak bisa masuk. Itupun enggak sempat turunin, enggak sempat foto sudah dirusak," ujar si kurir.
Saat laskar melihat tulisan ucapan dalam karangan bunga, mereka langsung geram dan merusaknya. Sang kurir juga sempat diinterogasi.
"Mereka bilang 'Ini apa, kiriman apa, ucapan apa'. Lalu disuruh bawa pulang saja. Saya sempat ditahan, diinterogasi," ungkapnya.
Rizieq Negatif Covid-19
FPI mengklaim Rizieq Shihab telah menjalani tes swab Covid-19 pada Minggu (22/11/2020).
"Sudah tes swab kemarin, hasilnya negatif Covid," kata Wakil Sekretaris Umum FPI, Aziz Yanuar.
Berita Terkait
Terpopuler
- 10 HP Murah Memori 128 GB dan Kamera Bening di Bawah Rp1,5 Juta untuk Multitasking
- Dicukur Timnas Indonesia 5-1, Pemain Naturalisasi Kamboja Jadi Sasaran Kemarahan Fans
- 7 HP Murah Spesifikasi Terbaik di Bawah Rp2 Juta, Kamera 108 MP hingga NFC
- Bukan Sekadar Urusan Nasi Uduk di Matraman, 'Waspada Skenario Kerusuhan Agustus 2026'
- 9 Rekomendasi Lipstik Tahan Lama yang Cocok untuk Kulit Sawo Matang
Pilihan
-
Hukum Tak Mampu Meyakinkan Publik, Main Hakim Sendiri Jadi Jalan Pintas
-
Rupiah Jebol ke Rp18.083 per Dolar AS, Terpuruk Paling Dalam di Asia usai Perry Warjiyo Mundur
-
Adik Kim Jong un ke Indonesia Cs: Hei Antek-antek Asing, Stop Jadi Corong Bayaran AS
-
Melania Trump Hendak Dibunuh saat Belanja Baju, Ada 'Orang Dalam' Berkhianat
-
Bayi 'Putri Duyung' Lahir di OKI, Apa Itu Sirenomelia yang Membuat Kakinya Menyatu?
Terkini
-
Pertamina EP Adera Sambung Harapan Anak Putus Sekolah Lewat Program Sekolah Kembali
-
Apa Itu Aplikasi AMPERA 24/7? Kini Warga Palembang Bisa Akses Layanan Polisi dari Ponsel
-
Murid Mengeluh Sepatunya Mengganjal saat Dipakai Sekolah, Isinya Diduga Paket Sabu
-
5 Fakta Mahasiswa KKN Tenggelam di Sungai Rawas, Perahu Terbalik Usai Tabrak Kayu
-
Ada Apa di Kejari Kabupaten Bogor? Kasi Pidsus Mendadak Dipanggil Kejagung
-
Pemenuhan Gizi Jadi Fondasi Tumbuh Kembang Anak, Ini yang Harus Diketahui Orang Tua
-
Dari Gudang hingga Rumah, Begini Perjalanan Produk Sebelum Sampai ke Tangan Konsumen
-
Ancaman Belum Usai: Sosiolog UNJ Ingatkan Bentrokan Matraman Rawan Dibajak Isu SARA
-
Tuntas Uji Coba 3 Bulan, Pemkab Bogor Godok Rute Baru Bus Listrik Bojong Gede - Exit Tol Citeureup
-
Ditahan KPK, Moch Mahrus Suap Anggota DPR Rp1,5 Miliar demi Raih Hibah Pokmas Jatim