Suara.com - Sebentar lagi akan memasuki bulan Suro. Bulan Suro ini dalam kalender hijriah disebut juga sebagai bulan Muharam. Lantas malam 1 suro 2022 jatuh pada tanggal berapa? Mari simak ulasannya berikut ini.
Jika ditanya malam 1 suro 2022 jatuh pada tanggal berapa? Menurut perhitungan kalender Masehi, malam 1 Suro 2022 bertepatan dengan tanggal 30 Juli 2022. Sedangkan dalam kalender islam atau hijriah, 1 Suro 2022 bertepatan dengan 1 Muharram 1444 Hijriah.
Diketahui juga bahwa bulan Suro atau disebut juga Sasi Sura ini adalah bulan pertama dalam kalender Jawa. Kalender Jawa sendiri adalah sistem penanggalan yang digunakan Kesultanan Mataram pada masa kepimpinan Sultan Agung Hanyakrakusuma tahun 1613-1645.
Adapun bulan pertama dala. kalender Jawa yaitu Sura atau Suro. Setelah itu, bulan Sapar, bulan Mulud, bulan Bakda Mulud, bulan Jumadil Awal, bulan Jumadil Akhir, bulan Rajab, bulan Ruwah, Bulan Pasa atau puasa, bulan Syawal, bulan Sela, dan bulan Besar.
Pada peringatan malam 1 Suro 2022 ini, ada berbagai mitos yang tersebar di masyarakat Apa saja mitos tersebut?
Melansir dari sejumlah sumber, terdapat berbagai mitos yang beredar pada malam 1 Suro. Zaman dulu, masyarakat kejawen percaya bahwa akan muncul musibah di malam 1 Suro. Oleh karena itu, masyarakat kajawen zaman dulu melarang berbagai kegiatan pada malam 1 Suro seperti di bawah ini.
- Tidak boleh hajatan
- Tidak boleh bepergian
- Ritual tapa bisu
- Dilarang pindahan rumah
Selain mitos yang disebutlan di atas, masyarakat kejawen dan masyarakat zaman dulu juga percaya bahwa malam 1 Suro adalah malam para makhluk halus berpesta.
Baca Juga: Mitos 1 Suro: Larangan Pernikahan hingga Pindah Rumah
Selain mitos, pada malam 1 Suro juga biasanya ada sejumlah tradisi yang berkembang di lingkungan masyarakat. Malam 1 Suro ini sangat kental dengan budaya Jawa. Umumnya di Yogyakarta terdapat tradisi kirab atau iring-iringan rombongan masyarakat sembari membawa keris .
Selain itu, para abdi dalem keraton juga membawa hasil kekayaan alam yang membentuk gunungan tumpeng dan benda pusaka sebagai sajian khas iring-iringan kirab Malam 1 Suro.
Sementara di Solo, perayaan malam 1 Suro akan ada tradisi kebo (kerbau) bule. Kebo bule ini menjadi daya tarik warga yang menonton perayaan malam 1 Suro. Konon, tradisi kebo bule ini dianggap keramat oleh warga setempat. Pasalnya, Kebo Bule Kyai Slamet ini bukan kerbau sembarangan, sebab hewan ini salah satu pusaka penting keraton.
Perbedaan Malam 1 Suro dan 1 Muharram
Terdapat perbedaan mendasar antara 1 Muharram dan malam 1 Suro. Meskipun keduanya sama-sama hari istimewa yang jatuh pada tanggal yang sama, akan tetapi tradisi maupun cara merayakannya berbeda.
Jadi, Malam 1 Suro ini adalah penanggalan yang mana oleh masyarakat Jawa dipercaya sebagai kebudayaan Jawa. Sedangkan 1 Muharram merupakan sistem penanggalan pada kalender Hijriyah atau Islam yang dipercaya oleh umat Islam.
Berita Terkait
Terpopuler
- TNI Mau Ambil Alih Kamtibmas? TB Hasanuddin: Itu Tugas Polri
- Cara Menata Isi Dompet yang Baik Menurut Feng Shui agar Rezeki Lebih Lancar
- 6 Tanda-Tanda Rumah Memiliki Energi Positif Chi yang Membuat Penghuni Tenang
- 5 Sunscreen untuk Flek Hitam Usia 30 Tahun ke Atas Sesuai Review dan Harga
- Media Italia Sebut Jay Idzes Masuk Radar PSG: Transfer Mewah untuk Sassuolo
Pilihan
-
Kampung Bahari Memanas! Massa Lawan BNN dan Brimob Pakai Petasan saat Gerebek Narkoba
-
Sudah Dibangun Sejak 2023, Sejauh Mana Bibit Sriwijaya Kemampo Pulihkan Hutan Sumsel?
-
Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo
-
100 Personel Damkar Masih Berjibaku Padamkan Kebakaran Gedung Bapenda DKI
-
Kantor Bapenda DKI Jakarta Dilalap si Jago Merah, Api Semakin Membesar
Terkini
-
Menolak Bungkam! Rakyat Kecil di Kota Bogor Tuntut Keadilan Hak Tanah yang Diduga Diserobot
-
Tukang Cukur dan Camat Sudah Minta Maaf, Netizen Masih Buru Pelaku Perekam Video Viral
-
Tanggapi Insiden Tukang Cukur di Rancabungur, Bupati Bogor: Mari Bersama Maknai Kemerdekaan
-
Cara Seru Jakarta Ajak Ratusan Pelajar Kenali Pariwisata Berkelanjutan
-
Nekat Panjat Atap Hingga Bakar Dua Motor, Evakuasi Pria ODGJ di Cibadak Sukabumi Menegangkan
-
BRI Perluas Akses Pembiayaan KUR Petani di Bengkayang Guna Swasembada Pangan
-
Retribusi Melempem, Benyamin Davnie Bentuk Perseroda 'Citra Anggrek Mandiri' Kelola Pasar Tangsel
-
Geledah Jateng-Jatim, KPK Cari Bukti untuk Tetapkan Tersangka Baru dalam Kasus Suap Pajak
-
Bupati Brebes Temui Siswa Sespimmen Polri, Bahas Persoalan Pupuk Subsidi
-
Kembalikan Hak Pejalan Kaki, Pemkot Bandung Tertibkan Bangunan Liar di Jalan Rajawali