Deputi Bappilu DPP Partai Demokrat, Kamhar Lakumani, memang tidak terang-terangan menunjukkan dukungannya atas rencana pencalonan Anies.
Namun Kamhar malah melempar kode soal kedekatan Anies dengan Ketua Umum DPP Partai Demokrat, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY).
"Kami menghormati sepenuhnya pernyataan kesediaan Mas Anies Jika dicalonkan sebagai capres. Mas Anies dengan Partai Demokrat dan Mas AHY memiliki kedekatan historis," ucap Kamhar.
Hal ini seolah mensinyalkan Demokrat siap memasangkan AHY dengan Anies di Pilpres 2024.
Dinilai Kurang Beretika oleh PDIP
Anggota Fraksi PDI Perjuangan DPRD DKI Jakarta, Gilbert Simanjuntak, blak-blakan memberi penilaian negatif atas kesiapan Anies tersebut.
"Saya melihat jawaban menjadi Pilpres kurang pas atau etis, (karena) saat ini masih menjabat," katanya.
Namun ia menilai Anies memang memiliki hak untuk menyampaikan kesiapannya nyapres. "Saya kira itu keputusan yang baik, dan haknya. Nanti kita lihat apakah ada Partai yang mau menerima," jelas Gilbert.
Tanggapan Warganet
Lalu seperti apa kata warganet menanggapi rencana pencapresan Anies? Dilihat di akun Instagram @tante.rempong.official yang ikut memviralkan kabar ini, pendapat publik rupanya tampak beragam.
"Khawatir nama Indonesia diganti," celetuk warganet, merujuk pada Anies yang mengganti beberapa nama jalan di Jakarta.
"Jangan gitu lah nanti Puan ketar ketir," komentar warganet lain.
"Siapa pun presiden nya semoga bisa mensejahterakan guru honorer," imbuh yang lainnya.