Suara.com - Anak sulung Presiden Joko Widodo atau Jokowi, Kaesang Pangarep tetiba viral. Video podcast Kaesang bersama dengan Helena Lim, tersangka korupsi tata niaga timah ilegal di IUP PT Timah ramai dibahas netizen.
Di akun twitter, potongan video Kaesang bersama dengan Helena Lim kembali dibagikan ulang. Netizen kemudian mengaitkan anak Presiden tersebut pada kasus korupsi mega proyek yang merugikan negara sampai Rp 270 triliun.
Dalam video podcast tersebut, Kaesang terlihat begitu takjum dengan tersangka korupsi perempuan ini. Helena Lim pun sempat men-spil harga penampilan yang digunakan saat datang ke podcast tersebut.
Kaesang yang memandu acara bersama Kiky Saputri pun terlihat ingin mengetahui berapa harga barang yang digunakan Helema Lim.
Baca juga:
Korupsi Rp271 T Bareng Harvey Moeis, Helena Lim Akui Bisa Kaya Gegara 'Curangi' Bank
Rupa-rupa Kelakuan Helena Lim Partner in Crime Harvey Moeis: Bikin Gaduh Gegara Vaksin
Dengan percaya dirinya, Helena mengurai sejumlah barang yang digunakan seperti menggunakan baju Hermes yang diketahui berharga puluhan juta.
Selain kemeja, anting yang digunakan Helena berharga ratusan juta. Helena lalu mengenalkan cincin yang dipakai.
Baca Juga: Rugikan Negara Rp271 Triliun, Helena Lim Pernah Pamer Outfit Miliaran di Podcast Kaesang
Kemudian Kaesang dan Kiky pun kemudian menghitung nilai uang berdasarkan perhiasaan yang digunakan oleh Helena Lim.
Sampai dengan akhirnya Helena mengungkapkan jika harga barang perhiasan yang digunakan mencapai Rp 4 Miliar.
Pada saat memperkenalkan barang dan sejumlah barang yang digunakan tersebutlah, Kaesang dan Kiky kemudian mengakui jika diri mereka terasa seperti orang yang tidak berharga alias miskin.
"Ketahuan ya miskin kita," ucap Kiky dengan nada bercanda.
Podcast ini kemudian ramai dikomentari netizen yang memperlihatkan reaksi Kaesang sang anak Presiden yang terkesima dengan crazy rich yang kini ditetapkan sebagai tersangka korupsi di tata niaga PT Timah.
Berita Terkait
-
Rugikan Negara Rp271 Triliun, Helena Lim Pernah Pamer Outfit Miliaran di Podcast Kaesang
-
Korupsi Rp271 T Bareng Harvey Moeis, Helena Lim Akui Bisa Kaya Gegara 'Curangi' Bank
-
Video Podcast Kaesang dan Helena Lim Hilang Usai Jadi Tersangka, Ada Kaitannya sama Kasus Korupsi?
-
Erina Gudono Mampir ke Kuliner Kaesang Pangarep dan Raffi Ahmad, Tas Hermes di Tangan Harganya Setengah Miliar!
-
Pernah Bahas Kekayaan, Ini Reaksi Kaesang Usai Dicurigai Hapus Podcast Bareng Helena Lim
Terpopuler
- 10 Pantangan Feng Shui Rumah yang Sebaiknya Dihindari, dari Pintu hingga Kamar Mandi
- 3 HP Xiaomi RAM 8 GB Murah di Bawah Rp1 Juta, Ini Pilihannya
- 4 Rekomendasi Merk Rice Cooker yang Awet dan Bagus untuk Pemakaian Jangka Panjang
- Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo
- Feng Shui Rumah Menghadap Utara, Lakukan 4 Tips Ini agar Energi Seimbang dan Bawa Hoki
Pilihan
-
Sudah Dibangun Sejak 2023, Sejauh Mana Bibit Sriwijaya Kemampo Pulihkan Hutan Sumsel?
-
Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo
-
100 Personel Damkar Masih Berjibaku Padamkan Kebakaran Gedung Bapenda DKI
-
Kantor Bapenda DKI Jakarta Dilalap si Jago Merah, Api Semakin Membesar
-
Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
Terkini
-
Karhutla Sumsel Mencapai 1.926 Hektare, Ancaman Besarnya Justru Setelah Api Padam
-
Karhutla Sumsel Tembus 664,97 Hektare, 1.077 Kejadian Tercatat hingga Agustus
-
Bank Sumsel Babel dan Kodam II/Sriwijaya Perkuat Akses Layanan Keuangan Prajurit
-
Menteri Kebudayaan Fadli Zon Beberkan Alasan Geser Konser GBN dari Kota Tua ke Kabupaten Bogor
-
Polrestabes Bandung: Sopir Truk Jadi Tersangka Tabrak Lari yang Tewaskan Polisi
-
Cara Dapat Diskon Tiket Gaia Music Festival 2026 Pakai BRImo
-
Beli Produk Nespresso Pakai BRI Bisa Hemat Rp750 Ribu
-
InJourney & Garuda Indonesia Kolaborasi: Gratiskan 170.845 Tiket Domestik Bagi Wisatawan Mancanegara
-
InJourney & Garuda Indonesia Perkuat Konektivitas dan Kunjungan Wisatawan Mancanegara ke Indonesia
-
Kasus PETI Kuansing, Polisi Sita Ratusan Gram Perhiasan di Toko Emas Kampar