Suara.com - Otto Malik (81) mengalami kesulitan saat berobat di rumah sakit menggunakan BPJS. Ini membuat mantan Kepala BIN, AM Hendropriyono, turun tangan.
Ceritanya, Otto mengalami stroke usai terjatuh dari kursi roda hingga harus dirawat di salah satu rumah sakit di Jakarta.
Hetty Kustiati, istri Otto, mengatakan, suaminya mendapat perawatan selama tiga hari di rumah sakit tersebut. Dokter menyarankan Otto menjalani operasi sendi panggul karena sudah keropos.
Setelah dirawat, Otto diperbolehkan pulang dan harus menjalani rawat jalan. Pada 24 Desember 2024 lalu, Otto kembali ke rumah sakit itu hendak operasi.
Sayangnya pihak rumah sakit mengatakan Otto tidak bisa dioperasi jika menggunakan jalur BPJS karena alatnya tidak tersedia dan tidak dikover BPJS.
Mengenai kepastian jadwal operasi pun tidak jelas. Pihak rumah sakit menyatakan menunggu usai tahun baru untuk mengetahui kepastian operasi Otto. Tapi jika Otto menggunakan jalur umum, operasi bisa digelar saat itu juga.
Hetty mengaku sang suami tidak bisa menunggu terlalu lama karena kondisi sakitnya sudah serius. Di tengah kebuntuan, Hetty lalu menghubungi Hendropriyono meminta bantuan.
Berkat bantuan Hendropriyono, Otto kini dirawat di Rumah Sakit Pusat Angkatan Darat (RSPAD) Gatot Soebroto. Hendro pun menyempatkan diri menjenguk Otto.
Profil Otto Malik
Baca Juga: Gara-gara Penampilan Baru, Rayyanza Dibilang Mirip Rizky Ridho
Otto Malik adalah anak pertama dari pasangan mantan Wakil Presiden ke-3 RI Adam Malik Batubara dan Nelly Adam Malik.
Tidak banyak informasi seputar Otto Malik. Hanya saja dia pernah terlibat kasus pengeroyokan sampai dihadapkan ke meja hijau pada tahun 2013 lalu.
Saat itu terjadi sengketa lahan antara pihak keluarga Adam Malik dengan Yayasan Pendidikan Harapan Ibu di Pondok Pinang, Jakarta Selatan.
Otto datang ke lokasi yayasan itu mengendarai mobil sedan. Sesampai di sana, mobilnya digebrak oleh pengacara yayasan bernama Achmad Muizuddin.
Emosi, Otto dan tiga orang lainnya mengeroyok Muizuddin. Otto sempat menjalani sidang sebagai terdakwa di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan.
Otto membantah mengeroyok Muizuddin. Ia mengatakan usianya yang sudah 70 tahun tidak akan mungkin memiliki tenaga untuk memukuli korban.
Otto juga adalah keluarga Adam Malik yang vokal menyangkal tudingan wartawan The New York Time, Tim Weiner, bahwa Adam Malik adalah agen CIA.
Dia menyebut tuduhan itu sebagai fitnah jahat. "Adam Malik pasti bukan agen CIA, bukan budak bangsa lain, bukan penghianat bangsanya," kata Otto pada 12 Desember 2008 dikutip dari ANTARA.
Berita Terkait
-
Gara-gara Penampilan Baru, Rayyanza Dibilang Mirip Rizky Ridho
-
Rayyanza Bersihkan Kakinya, Ekspresi Wajah Nagita Slavina Jadi Gunjingan
-
Video Rafathar Belajar Masak Telur Ditonton 9 Juta Kali, Kompornya Jadi Perbincangan Netizen
-
Jadi Anak Sultan, Rafathar Diajari Mba Lala Masak Telur Ceplok Sendiri
-
Agak Laen! Kaltim Justru Turunkan Tarif Pajak Saat Daerah Lain Naik
Terpopuler
- Mengenal Lisda Cancer, Perwira Tinggi Polri yang Pensiun Tak Lama Usai Jadi Brigjen
- Pelatih FC Twente Usir Mees Hilgers: Saya Tak Berharap Dia Kembali ke Klub!
- PIP Termin II 2026 Kapan Cair? Ini Jadwal Lengkap dan Cara Ceknya agar Dana Tidak Hangus!
- Skenario Timnas Indonesia Jika Imbang atau Kalah dari Vietnam di Piala AFF 2026
- Sunscreen Apa yang Bagus untuk Menghilangkan Flek Hitam di Wajah? Ini 3 Rekomendasi sesuai Review
Pilihan
-
Aktris Sali Irsalina Dianiaya Pacar di Fatmawati, Mata Lebam Hingga Diselamatkan Polantas
-
Dipilih Lewat Seleksi Ketat, Bank Dunia Kembali Tunjuk Sri Mulyani Duduki Jabatan Strategis
-
Pagar Besi di Mal-mal, Benarkah untuk Antisipasi Plot Kerusuhan Agustus?
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
Terkini
-
Menyoal PHK 178 Buruh Garmen di Cimahi, Dedi Mulyadi Minta Pekerja Fleksibel Ikuti Peta Industri
-
Kronologi Misteri Jasad Mutilasi dalam Karung di Pancoran Mas Depok
-
Final Piala Presiden 2026 Antara Persib vs Persebaya Digelar Tanpa Penonton, Ini Alasannya
-
Potongan Kaki Masih Dicari, Polisi Buru Motif Pelaku Mutilasi Pria Tanpa Identitas di Depok
-
Lawan Kejagung dan Polri, Sidang Perdana Praperadilan Febrie Digelar Usai HUT RI
-
Waktu Istirahat Minim Jelang Final, Pelatih Persib: Mari Kita Lihat Siapa yang Bisa Bertahan
-
Gubernur Andra Soni Sebut Gedung Baru DPD RI Rp4,1 M Kebutuhan Daerah, Bukan Senator
-
Pelaku Mutilasi Depok Semula Korban? Polisi Diminta Uji Klaim Percobaan Pelecehan
-
Soroti Kasus 46 Juta Obat Ilegal di Tangsel, DPR: Bongkar Mata Rantai Distribusi Sampai ke Akar!
-
BRI Perkuat Sinergi dengan Ditjenpas DIY Melalui Optimalisasi Layanan Pemasyarakatan