- Tiongkok melaksanakan operasi pemetaan bawah laut skala besar di Pasifik, Hindia, dan Arktik, memicu kekhawatiran global.
- Kapal riset Dong Fang Hong 3 memetakan perairan strategis dekat Taiwan, Guam, dan jalur menuju Selat Malaka.
- Data yang dikumpulkan penting untuk memenangkan perang kapal selam dengan memahami pergerakan gelombang suara di bawah air.
"Data survei kapal-kapal tersebut akan sangat berharga dalam persiapan medan tempur bagi kapal selam China. Setiap awak kapal selam militer yang cakap akan mengerahkan upaya besar untuk memahami lingkungan tempat dia beroperasi," jelas Peter Scott.
Aktivitas pemetaan ini juga terfokus pada wilayah-wilayah sensitif secara militer, termasuk perairan sekitar Filipina, dekat Hawaii, hingga atol Wake di Pasifik Utara yang menjadi fasilitas militer AS.
Hal ini menunjukkan ambisi China untuk keluar dari "Rantai Pulau Pertama"—garis wilayah yang membentang dari Jepang hingga Kalimantan yang selama ini dianggap Beijing sebagai pembatas ruang gerak mereka.
Skala yang Mencengangkan bagi Intelijen Barat
Skala masif dari operasi maritim China ini bahkan membuat pejabat intelijen angkatan laut Amerika Serikat terkejut.
Laksamana Madya Mike Brookes, komandan Kantor Intelijen Angkatan Laut AS, menyatakan dalam kesaksiannya di hadapan komisi kongres bahwa pengumpulan intelijen militer potensial oleh kapal riset China merupakan "kekhawatiran strategis".
Data tersebut, menurut Brookes, "Memungkinkan navigasi kapal selam, penyembunyian, dan penempatan sensor atau senjata di dasar laut."
Kekhawatiran serupa disampaikan oleh Ryan Martinson, profesor di U.S. Naval War College yang spesialis dalam strategi maritim China.
Selama beberapa dekade, Angkatan Laut AS mengasumsikan mereka memiliki keunggulan asimetris dalam pengetahuan medan tempur laut. Namun, langkah agresif Beijing ini mengancam keunggulan tersebut.
Baca Juga: 2000 Tentara AS Dikirim Donald Trump ke Timur Tengah, Bersiap Masuki Iran
"Sejujurnya sangat mencengangkan melihat skala penelitian ilmiah kelautan China yang begitu besar," ujar Ryan Martinson.
Dengan pemetaan yang mencakup wilayah strategis seperti Selat Malaka hingga perairan Papua Nugini dan Australia, China tampaknya sedang meletakkan fondasi bagi dominasi maritim yang melampaui wilayah pesisirnya, menciptakan tantangan keamanan baru bagi stabilitas kawasan Indo-Pasifik.
Berita Terkait
-
2000 Tentara AS Dikirim Donald Trump ke Timur Tengah, Bersiap Masuki Iran
-
Serangan Balik, Iran Hujan Rudal Israel Hingga 12 Orang Tewas
-
Iran Makin Terdesak, Negara Teluk Mulai Izinkan Militer Amerika Serikat Gunakan Pangkalan Udara
-
Putra Mahkota Arab Saudi MBS Diklaim Dukung AS - Israel vs Iran Perang Terus
-
Siapa Mohammad Bagher Zolghadr? Pengganti Ali Larijani sebagai Pimpinan Keamanan Tertinggi Iran
Terpopuler
- Profil Norman Joesoef, Pengusaha Muda yang Disebut-sebut Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
- 4 Shio yang Menarik Keberuntungan Hari Ini 5 Agustus 2026: Segalanya Berjalan Lancar
- 4 HP Redmi Memori 256 GB dan Kamera Jernih Harga Rp1 Jutaan, Cocok untuk Multitasking
- Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
- Jalan Santai Cocoknya Pakai Sepatu Apa? Ini 6 Produk Lokal yang Nyaman Buat 17 Agustusan
Pilihan
-
100 Personel Damkar Masih Berjibaku Padamkan Kebakaran Gedung Bapenda DKI
-
Kantor Bapenda DKI Jakarta Dilalap si Jago Merah, Api Semakin Membesar
-
Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
-
Aktris Sali Irsalina Dianiaya Pacar di Fatmawati, Mata Lebam Hingga Diselamatkan Polantas
-
Dipilih Lewat Seleksi Ketat, Bank Dunia Kembali Tunjuk Sri Mulyani Duduki Jabatan Strategis
Terkini
-
Nikmatnya Sambal Pencit: Kuliner 'Survival' Low Budget yang Kini Jadi Menu Populer Restoran
-
Tamparan Rp100 Ribu: Ironi Anak Guru di Blitar dalam Pusaran Perundungan
-
Siasat BI Lampung Jaga Harga Cabai Tak Pedas di Akhir Tahun
-
Wamenkop Soroti Pelamar Kerja Membludak di Bekasi, Kopdes Merah Putih Jadi Jawaban?
-
10 Sifat Buruk Zodiak Gemini yang Jarang Diketahui
-
Marlina si Pembunuh dalam Empat Babak: Perlawanan Perempuan di Tengah Sunyinya Sumba
-
8 Sunscreen Spray SPF 50 untuk Kulit Usia Matang, Praktis Bantu Cegah Tanda Penuaan
-
Bukan Sekadar Teknologi, Generative AI Mulai Mengubah Cara Orang Indonesia Membuat Film
-
Bukan Cuma Kerja di Kapal, Ini Luasnya Peluang Karier di Industri Maritim
-
Trump Nyinyir, Prabowo Optimis: Masa Depan Kendaraan Listrik Jadi Ajang Tarik Ulur