- Pakar kebijakan publik UGM mendesak pemerintah menghentikan latihan militer bagi calon pengelola koperasi pasca meninggalnya dua orang peserta.
- Pelatihan militer dianggap tidak memiliki korelasi logis dengan kompetensi manajerial koperasi yang membutuhkan keterampilan sipil serta dialog sosial.
- Pemerintah disarankan menyusun kurikulum pelatihan berbasis tata kelola profesional melalui diskusi bersama para pakar dan pemangku kepentingan.
Suara.com - Pakar Kebijakan Publik Universitas Gadjah Mada (UGM), Agustinus Subarsono, meminta pemerintah menghentikan sementara pelaksanaan latihan dasar militer (latsarmil) bagi peserta Sarjana Penggerak Pembangunan Indonesia (SPPI) calon pengelola Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) dan Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP).
Desakan itu disampaikan menyusul meninggalnya dua peserta saat mengikuti pelatihan tersebut.
"Kasus meninggalnya dua peserta dalam Latsarmil sudah cukup alasan untuk memberhentikan Latsarmil dan mengevaluasinya, untuk melahirkan desain pelatihan yang cocok agar tidak ada korban lagi di kemudian hari," kata Subarsono kepada Suara.com, Rabu (24/6/2026).
Ia menilai peristiwa tersebut menunjukkan bahwa desain pelatihan yang disusun pemerintah tidak dipikirkan secara matang. Menurutnya, tidak ada hubungan logis antara tugas seorang manajer koperasi dengan materi latihan dasar militer.
"Tidak ada korelasi logis antara Tugas Manajer Koperasi dengan Latihan Dasar Militer (Latsarmil)."
Sebelum menyelenggarakan pelatihan bagi calon pengelola koperasi, pemerintah seharusnya terlebih dahulu merumuskan tata kelola koperasi yang akan diterapkan.
Hal itu mencakup pembagian tugas manajer, pengurus, dan pengawas, serta mekanisme untuk menjaga transparansi, akuntabilitas, dan kesejahteraan anggota koperasi.
Menurut Subarsono, kurikulum pelatihan seharusnya berfokus pada pengetahuan dan keterampilan yang mendukung tugas-tugas manajerial. Sebaliknya, materi yang bersifat militeristik seperti baris-berbaris, lari, apel, hingga memegang senjata dinilai jauh berbeda dengan kebutuhan seorang manajer koperasi.
"Koperasi saya pikir tepat dikelola dengan model kepemimpinan sipil, bukan model kepemimpinan militer, dengan sistem komando dan komunikasi satu arah," ujarnya.
Baca Juga: 2 Calon Manajer Kopdes Merah Putih Tewas saat Latihan Militer, Ini Penyebabnya
Ia menambahkan, pengelola koperasi justru perlu dibekali kemampuan berdialog serta mengidentifikasi kebutuhan dan preferensi anggotanya. Pengetahuan mengenai pemetaan sosial masyarakat juga dianggap penting agar produk dan layanan koperasi sesuai dengan kebutuhan warga.
Pelatihan mengenai penyusunan rencana kerja koperasi dan manajemen keuangan profesional dinilai akan jauh lebih bermanfaat bagi keberhasilan Koperasi Desa Merah Putih dibandingkan kegiatan baris-berbaris maupun apel pagi.
"Pemerintah perlu terbuka dan mau mendengarkan pendapat dari para pemangku kepentingan di luar pemerintah agar bisa menghasilkan model pelatihan yang tepat bagi manajer KDMP sebagai wujud dari implementasi negara demokrasi," ungkapnya.
Lebih lanjut, ia mengusulkan adanya dialog dan forum diskusi yang melibatkan Kementerian Koperasi, pelaku koperasi yang telah sukses, pakar koperasi, dan masyarakat.
Menurutnya, forum tersebut diperlukan untuk merumuskan model tata kelola dan pelatihan yang lebih ramah serta berlandaskan prinsip good governance.
Berita Terkait
-
2 Calon Manajer Kopdes Merah Putih Tewas saat Latihan Militer, Ini Penyebabnya
-
Dua Calon Pengelola KDMP Meninggal saat Ikut Latihan Militer
-
Pelatihan Militer untuk Calon Manajer Koperasi Merah Putih, Apa Urgensinya?
-
Pembangunan PLTS Koperasi Pertama di Indonesia Capai 80 Persen
-
Dirjen Pajak Akui MBG dan Kopdes Merah Putih Berpotensi Hilangkan Penerimaan Negara
Terpopuler
- Profil Norman Joesoef, Pengusaha Muda yang Disebut-sebut Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
- Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
- 4 HP Murah Baterai 7000 mAh, Tahan hingga 2 Hari dengan Performa Kencang
- 6 HP Samsung Rp2 Jutaan Terbaik: Kamera Tajam, NFC hingga Koneksi 5G
- Rumah Lansia 82 Tahun Dieksekusi PN Jakbar Meski Masih Sengketa
Pilihan
-
100 Personel Damkar Masih Berjibaku Padamkan Kebakaran Gedung Bapenda DKI
-
Kantor Bapenda DKI Jakarta Dilalap si Jago Merah, Api Semakin Membesar
-
Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
-
Aktris Sali Irsalina Dianiaya Pacar di Fatmawati, Mata Lebam Hingga Diselamatkan Polantas
-
Dipilih Lewat Seleksi Ketat, Bank Dunia Kembali Tunjuk Sri Mulyani Duduki Jabatan Strategis
Terkini
-
Berapa Harga Gift Paus di TikTok? Ini Daftar Harga dari Termahal hingga Termurah
-
4 Zodiak yang Diprediksi Menarik Rezeki dan Keberuntungan Hari Ini 9 Agustus 2026
-
Rumah Sakit Baru di Samarinda Ini Siapkan Teknologi Baca DNA
-
Review Film Dear You: Sinema Sejarah Bertema Diaspora yang Luar Biasa Indah
-
Siapa Mathis Molinie yang Dirumorkan Dekat dengan Raisa? Ini Profil dan Pekerjaannya
-
Manggala Agni Masih Padamkan Karhutla di Riau Seluas 100 Hektare Lebih
-
Ramalan Shio 9 Agustus 2026: 5 Shio Bakal Buang Kesialan dan Buka Jalan Keberuntungan
-
Mandipping hingga Musik Klasik 24 Jam: Menyusuri Jejak Ayam Krispy McD di Padahanten Farm
-
3 Zodiak Ini Diprediksi Ketiban Hoki Besar pada 9 Agustus 2026
-
Kontradiksi Simbolik: Merayakan Kemerdekaan dengan Cara yang Masih Feodal