- Wamen PPPA Veronica Tan menekankan pentingnya ruang bermain aman bagi anak dalam acara Jelajah SAPA di Jakarta, Kamis (16/7).
- Anak-anak penghuni Rusunawa Cakung Barat menyampaikan aspirasi kebutuhan fasilitas bermain layak kepada pemerintah untuk mendukung tumbuh kembang mereka secara optimal.
- APPNIA mendukung upaya pemerintah memenuhi hak anak melalui penyediaan ruang bermain, edukasi gizi, serta kolaborasi lintas sektor yang berkelanjutan.
Suara.com - Wakil Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Veronica Tan menegaskan bahwa anak-anak membutuhkan ruang bermain yang aman sebagai salah satu faktor penting dalam mendukung tumbuh kembang mereka. Menurutnya, selain pendidikan dan perlindungan, tersedianya ruang untuk bermain dan berekspresi menjadi kebutuhan mendasar agar anak dapat berkembang secara optimal.
Hal itu disampaikan Veronica saat menghadiri kegiatan Jelajah SAPA di Rusunawa Cakung Barat, Jakarta Timur, Kamis (16/7), yang menjadi bagian dari rangkaian peringatan Hari Anak Nasional 2026.
"Tujuan kita adalah pada akhirnya kita ingin memiliki anak cerdas, anak yang berinovasi, anak yang kreatif, serta anaknya terlindungi untuk bisa mencapai cita-cita," ujar Veronica.
Ia menambahkan, kebutuhan anak sebenarnya sangat sederhana, yakni lingkungan yang mendukung mereka untuk bermain dan berekspresi dengan aman.
"Kebutuhan (fasilitas) anak sebenarnya sangat sederhana, yaitu ruang bermain, ruang yang aman, dan ruang untuk berekspresi," lanjutnya.
Dalam dialog bersama sekitar 90 anak penghuni Rusunawa Cakung Barat, Veronica mendengarkan berbagai aspirasi yang disampaikan secara langsung. Salah satunya adalah permintaan agar tersedia lapangan futsal dan fasilitas bermain yang lebih layak di kawasan rusun.
Menurut Veronica, aspirasi tersebut akan menjadi masukan bagi pemerintah dalam memperkuat penyediaan ruang yang aman dan ramah anak.
Kegiatan Jelajah SAPA turut mendapat dukungan dari Asosiasi Perusahaan Produk Bernutrisi untuk Ibu dan Anak (APPNIA). Organisasi tersebut menilai pemenuhan hak anak tidak hanya diwujudkan melalui perlindungan dan penyediaan ruang bermain, tetapi juga melalui pemenuhan gizi yang memadai.
Direktur Eksekutif APPNIA, Poppy Kumala, mengatakan momentum Hari Anak Nasional menjadi pengingat bahwa setiap anak berhak tumbuh di lingkungan yang mendukung perkembangan fisik maupun mentalnya.
Baca Juga: Hari Anak Nasional: Mengapa Orang Tua Perlu Berhenti Menuntut Anak Menjadi Sempurna?
"Momentum Hari Anak Nasional menjadi pengingat bagi kita bahwa setiap anak berhak tumbuh dalam lingkungan yang mendukung tumbuh kembangnya. Selain perlindungan dan ruang yang aman untuk belajar maupun bermain, pemenuhan gizi juga menjadi fondasi penting agar anak dapat tumbuh sehat, berkembang optimal, dan memiliki kesempatan meraih cita-citanya," ujar Poppy.
Menurutnya, APPNIA terus mendorong kolaborasi dengan pemerintah dan berbagai pemangku kepentingan agar pemenuhan hak anak dapat dilakukan secara menyeluruh.
"Karena itu, APPNIA terus mendorong kolaborasi dengan berbagai pihak untuk mewujudkan pemenuhan hak anak secara menyeluruh," katanya.
Selain memperkuat kolaborasi, APPNIA juga terus mengedukasi masyarakat mengenai pentingnya pemenuhan gizi sejak dini.
"Kami juga mendorong inovasi berbasis riset yang dilakukan perusahaan-perusahaan anggota kami untuk memastikan kebutuhan nutrisi anak terpenuhi sesuai setiap tahap tumbuh kembang," tambah Poppy.
Jelajah SAPA merupakan salah satu rangkaian Hari Anak Nasional 2026 yang mengusung tema "Sayang Anak, Lindungi, dan Bangun Masa Depan." SAPA merupakan singkatan dari Sambang, Ajak, Pantau, dan Apresiasi, sebuah inisiatif Kementerian PPPA yang menghadirkan dialog langsung dengan anak-anak di berbagai wilayah untuk mendengar aspirasi sekaligus memantau pemenuhan hak dan perlindungan anak.
Puncak peringatan Hari Anak Nasional 2026 akan berlangsung pada 23 Juli 2026. Melalui kolaborasi pemerintah, dunia usaha, dan berbagai pemangku kepentingan, peringatan ini diharapkan menjadi momentum memperkuat lingkungan yang mendukung setiap anak Indonesia tumbuh sehat, terlindungi, dan mampu mengembangkan potensinya secara optimal menuju Indonesia Emas 2045.
Berita Terkait
Terpopuler
- Bedak Wardah Apa yang Cocok untuk Usia 40 Tahun? Ini 5 Rekomendasi Terbaik agar Flawless dan Fresh
- DPR Pertanyakan, Pemerintah Menjawab, Dari Mana Datang Isu Kipas Angin Rp1,8 T untuk Kopdes?
- 7 Statistik Miris Argentina Saat Dipecundangi Spanyol di Final Piala Dunia 2026
- Rapor Duo Timnas Indonesia Ole Romeny dan Hubner Saat Fortuna Sittard Hadapi Olympiacos
- Kulit Sawo Matang Jangan Salah Pilih Warna Lipstik! Ini 8 Pilihan yang Bikin Wajah Cerah Seketika
Pilihan
-
Mendukung Working Mom Mengelola Keuangan Keluarga Lebih Efisien dengan AstraPay
-
Usai Nobar Final Piala Dunia, Bupati Lombok Barat Lalu Ahmad Zaini Kena OTT KPK
-
Menteri PU Dody Hanggodo Bakal Dicopot Agustus? 'Prabowo Tak Suka Menteri yang Bikin Gaduh'
-
Tersangka Don Ritto Dikawal Rantis Brimob saat Tiba di Kejagung, Emas hingga Brankas Ikut Dibawa
-
Banggar DPR Dorong Sinkronisasi Belanja Pusat dan Daerah untuk Percepat Pembangunan Jawa Timur
Terkini
-
Ledakan Guncang Grand Polonia Medan, Lima Rumah Alami Kerusakan
-
Penembak Sekuriti dan Warga Negara Maroko di Bali Punya Izin Senpi
-
Mendukung Working Mom Mengelola Keuangan Keluarga Lebih Efisien dengan AstraPay
-
Menembus Macet demi Langit Bersih: Catatan Acara Lintas Komunitas Kemenhub
-
Berawal dari Dapur Rumahan, Camilan BUNCY Kini Mendunia Bersama BRI
-
Terjaring OTT, Bupati Lombok Barat Lalu Ahmad Zaini tiba di KPK
-
Banyak Sekolah Rusak? Prabowo Janji Bereskan Semuanya Sebelum 2029
-
Gaji Bukan Hambatan, Pep Guardiola Berpeluang Tangani Timnas Italia
-
Pakar Jelaskan Soal BPA pada Galon Guna Ulang, Benarkah Berbahaya?
-
Green Label Jadi Tren Baru Bangunan, Material Ramah Lingkungan Semakin Diminati