-
AS menolak bertemu Iran sebelum Teheran siap menggelar perundingan nuklir yang berdampak nyata.
-
Donald Trump mengancam akan menggempur lokasi material nuklir Iran dengan kekuatan militer sangat besar.
-
Serangan balasan AS merusak kesepakatan damai yang sebelumnya telah dimediasi oleh Pakistan.
Suara.com - Pemerintah Amerika Serikat menutup pintu diplomasi formal dan memilih bersiap melancarkan aksi militer masif ke objek vital nuklir Iran.
Langkah tegas ini diambil lantaran Washington menilai Teheran belum menunjukkan iktikad serius untuk menghentikan ambisi persenjataan nuklirnya.
Sikap tanpa kompromi tersebut ditegaskan Presiden Donald Trump saat menerima kunjungan Presiden Lebanon Joseph Aoun di Gedung Putih.
Trump mengklaim bahwa pihak lawan sebenarnya sangat berhasrat membuka kembali pintu negosiasi dengan pemerintahannya.
Namun, ia memilih acuh jika pembicaraan tersebut tidak memuat tawaran konkret serta penyelesaian yang substansial.
"Mereka sangat ingin bertemu, dan sampai mereka siap bertemu dengan cara yang bermakna, kami sama sekali tidak tertarik,” kata Trump dikutip dari Anadolu.
Pemimpin Negeri Paman Sam itu memastikan serangan strategis yang telah dilancarkan berhasil menumpas potensi militer Teheran dalam skala masif.
Dampak penyerangan tersebut diklaim membuat kekuatan pertahanan Iran mundur hingga kurun waktu dua dekade ke depan.
“Jika kami berhenti sekarang, Iran akan membutuhkan waktu 20 hingga 25 tahun untuk membangun kembali,” ujarnya.
Baca Juga: Israel Bantai Satu Keluarga Palestina di Gaza, 6 Orang Tewas
Operasi militer skala besar ini dinilai jauh lebih masif dibandingkan intervensi AS yang pernah dilakukan di Venezuela.
Tanpa keberanian aksi militer AS, Trump bahkan menyebut keberadaan dan keselamatan negara Israel bakal terancam hebat.
Ia juga memberi sinyal kuat bahwa tekanan militer terhadap kawasan tersebut masih jauh dari kata usai.
“Yang ini, Iran, jauh lebih besar.”
“Dan sejujurnya, mereka belum melihat apa pun. Kami masih bersikap baik," tambahnya.
Mengenai dugaan pemindahan sentrifus nuklir ke area gunung, Trump mengaku belum memegang bukti catatan tertulis yang resmi.
Berita Terkait
Terpopuler
- Bedak Wardah Apa yang Cocok untuk Usia 40 Tahun? Ini 5 Rekomendasi Terbaik agar Flawless dan Fresh
- Tak Lagi Disamping Prabowo, Kursi Wapres Gibran Geser Sejajar Menteri di Sidang Kabinet
- 7 Statistik Miris Argentina Saat Dipecundangi Spanyol di Final Piala Dunia 2026
- Persib dan Persija Dikabarkan Tak Lolos IPO di Bursa Efek Indonesia
- Perbedaan Eau De Parfum dan Eau De Toilette, Mana yang Sesuai Kebutuhanmu?
Pilihan
-
Sudaryono, Mantan Ajudan Prabowo Akan Gantikan Nanik Jadi Kepala BGN
-
Nanik Mundur dari Kepala BGN, Ini Alasannya
-
Nanik S Deyang Mundur dari Kepala BGN, Prabowo Minta Tetap Awasi MBG
-
Laporkan Hotman Paris ke Polda Metro, PWI Ragukan Ketulusan Permohonan Maaf Sang Pengacara
-
Mendukung Working Mom Mengelola Keuangan Keluarga Lebih Efisien dengan AstraPay
Terkini
-
Gantikan Nanik, Sudaryono Bisa Bereskan BGN dalam Dua Bulan Saja
-
Donald Trump: Iran Mau Banget Bertemu, Tapi Amerika Tak Tertarik
-
Buntut Ucapan Lu Punya Otak Gak?, Hotman Paris Resmi Dipolisikan PWI Malang Raya
-
Review Serum Viva untuk Flek Hitam dan Anti-Aging, Usia 40 Tahun ke Atas Wajib Tahu!
-
7 Macam Gorengan Korea Buat Teman Makan Tteokbokki, Gurih dan Renyah!
-
Mengapa Kritik Akademik Lebih Sibuk Dipersoalkan daripada Masalahnya?
-
Sudaryono Siap Jadi Kepala BGN Gantikan Nanik S Deyang: Doakan Saya Amanah
-
6 Rekomendasi Sunscreen yang Aman untuk Ibu Hamil sesuai Review dan Harga
-
Densus 88 Sikat Provokator Digital di Lampung
-
Anak 16 Tahun Mau Bakar Gereja, Diduga Diperintahkan ISIS