- Kepala BGN Sudaryono menegaskan dirinya dan keluarga tidak memiliki dapur program Makan Bergizi Gratis di Jakarta pada Rabu, 22 Juli 2026.
- Sudaryono memastikan seluruh tawaran jasa atau permintaan imbalan yang mencatut namanya atau keluarganya adalah tindakan tidak benar.
- Ia meminta masyarakat melaporkan oknum pencatut nama dan menegaskan penyelesaian masalah program harus dilakukan secara transparan sesuai sistem.
Suara.com - Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Sudaryano, memastikan dirinya maupun keluarga tidak memiliki dapur program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Penegasan itu disampaikan Sudaryono usai dilantik Presiden Prabowo Subianto di Istana Negara, Jakarta.
Sudaryono memastikan bahwa tidak ada keterlibatan ia maupun keluarga terhadap Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).
"Nggak ada. Nggak ada. Nggak ada dan saya tidak punya SPPG, saya tidak punya dapur. Tidak ada keluarga saya yang punya dapur," kata Sudaryono, Rabu (22/7/2026).
Sudaryono sekaligus menekankan di hadapan publik bila kemudian ada pihak mencatut nama dirinya sebagai Kepala BGN untuk menawarkan jasa dan meminta imbalan, hal itu tidak benar.
"Saya ingin menyampaikan bahwa, saya sebagai Kepala ini kalau nantinya ada orang, misalnya menawarkan jasa barangkali dengan imbalan ngaku-ngaku orang saya, keluarga saya, sahabat saya, teman saya, alumni bersama saya dan lain-lain yang dirasa tidak sesuai saya pastikan itu tidak benar," kata Sudaryono.
Sudaryono meminta pihak-pihak yang nantinya mendapat tawaran terkait untuk melapor ke pihak berwajib.
Ia menekankan ingin betul-betuk serius menangani perkara tersebut.
"Selain itu saya juga ingin menyampaikan kepada seluruh sahabat, keluarga, rekan dan semua orang yang mengenal saya dan saya juga mengenalnya, yang mencintai saya dan saya juga mencintainya, minta maaf mungkin barangkali saya tidak atau tidak kemudian memberikan atensi khusus atau tidak memberikan apa semacam prioritas kalau yang dibahas adalah seputar pekerjaan," tutur Sudaryono.
Baca Juga: Sudaryono Akui Punya Hubungan Dekat dengan Nanik S Deyang: Dia Dulu Kakak Saya
"Saya ingin penyelesaian masalah, saya ingin penyelesaian persoalan, follow up dan lain-lain dilaksanakan sesuai mekanisme sistem. Jadi kita bukan lagi trust in person kemudian kita bicara di ruang-ruang yang remang-remang yang gelap, di private-private room, di restoran tapi segala sesuatu harus dibahas di ruang-ruang yang terang dan transparan dan di level. Saya kira penting untuk saya sampaikan," tandasnya.
Berita Terkait
-
Baru Sehari Dilantik Jadi Deputi BGN, Ketut Sumedana Langsung Sambangi Gedung Kejagung, Ada Apa?
-
Diangkat Jadi Kepala BGN, Sudaryono Akan Mundur dari Jabatan Wamen Pertanian
-
Sudaryono Jadi Kepala BGN, DPR Minta Tak Ada Lagi Kasus Keracunan di Program MBG
-
Sudaryono Akui Punya Hubungan Dekat dengan Nanik S Deyang: Dia Dulu Kakak Saya
Terpopuler
- Tak Lagi Disamping Prabowo, Kursi Wapres Gibran Geser Sejajar Menteri di Sidang Kabinet
- Persib dan Persija Dikabarkan Tak Lolos IPO di Bursa Efek Indonesia
- 7 Statistik Miris Argentina Saat Dipecundangi Spanyol di Final Piala Dunia 2026
- 7 Sepeda Terbaik untuk Pemula Mulai Rp1 Jutaan: dari Hybrid, Lipat hingga City Bike
- Lipstik Wardah yang Bagus Apa? Ini 4 Pilihan Paling Tahan Lama untuk Dipakai Seharian
Pilihan
-
Sudaryono Jabat Kepala BGN, Sudah Diworo-woro Istana Sejak Selasa Malam
-
Sudaryono, Mantan Ajudan Prabowo Akan Gantikan Nanik Jadi Kepala BGN
-
Nanik Mundur dari Kepala BGN, Ini Alasannya
-
Nanik S Deyang Mundur dari Kepala BGN, Prabowo Minta Tetap Awasi MBG
-
Laporkan Hotman Paris ke Polda Metro, PWI Ragukan Ketulusan Permohonan Maaf Sang Pengacara
Terkini
-
Tak Punya SPPG, Sudaryono Minta Publik Laporkan Oknum Ngaku Kerabat Kepala BGN
-
5 Merek Parfum Lokal Paling Populer di Indonesia 2026, Laris Manis Dibeli Lewat Shopee
-
Dugaan Kekerasan Oknum Polisi di Rupat Utara Dilaporkan ke Komnas HAM dan LPSK
-
Investor Banyak Jual Saham, IHSG Akhirnya Terkoreksi Setelah 10 Hari Menguat
-
11 Malam Perang AS-Iran Bikin Harga Minyak Dunia Terus Melonjak
-
BI Batal Naikan Suku Bunga Acuan, Rupiah Melemah Lagi
-
MRT Jakarta Fase 2A Tembus 61,8%, Uji Coba HI-Monas Dibidik 2027
-
Membaca Jadi Privilese Mewah: Mengapa Harga Buku Makin Tak Terjangkau?
-
Prabowo Resmi Tunjuk Kuntadi Jadi Jampidsus, Gantikan Febrie Adriansyah
-
Tersangka Pengeroyokan Anggota TNI hingga Tewas di Kelapa Dua Bertambah Jadi 7 Orang