-
Perang AS-Iran dan aksi Houthi mengancam dua jalur pelayaran utama dunia.
-
Gangguan distribusi minyak bumi mendorong harga minyak Brent menembus 90 dolar.
-
Pakistan berusaha menjadi mediator diplomatik guna mencegah perang kawasan meluas.
“Pakistan kembali mulai memainkan peran sebagai mediator untuk menghentikan perang agar tidak meluas,” ujar seorang diplomat.
Selain membujuk Iran membuka kembali Selat Hormuz, Pakistan menyerukan permohonan bantuan dana stabilisasi devisa US$10 miliar kepada Departemen Keuangan AS. Bantuan sebesar Rp179,3 triliun ini dibutuhkan demi memperkuat mata uang rupee di tengah tekanan reformasi ekonomi IMF.
Sejumlah negara tetangga seperti Yordania, Bahrain, dan Kuwait kini menguatkan persenjataan mereka karena khawatir terseret arus konflik. Di sisi lain, pembengkakan biaya operasi militer AS telah menembus angka fantastis mencapai US$37,5 miliar atau sekitar Rp672 triliun.
Menteri Pertahanan AS Pete Hegseth sampai mengajukan pendorong dana cadangan baru kepada Kongres demi melanggengkan aksi militer. Kendati demikian, AS menawarkan insentif ekonomi bagi Lebanon dengan rencana pembukaan penerbangan langsung yang sempat terhenti sejak 1985.
Eskalasi perang AS-Iran sejatinya bermula dari perseteruan sanksi ekonomi dan ketegangan nuklir yang merembet ke konflik regional. Situasi memuncak ketika serangan balasan meluas ke jalur navigasi vital seperti Selat Hormuz dan Laut Merah.
Selat Hormuz dan Bab el-Mandeb merupakan urat nadi utama perdagangan dunia yang mengalirkan porsi terbesar minyak mentah global. Gangguan permanen pada kedua selat ini berpotensi memicu krisis ekonomi dunia yang sulit dipulihkan dalam waktu singkat.
Berita Terkait
Terpopuler
- Tak Lagi Disamping Prabowo, Kursi Wapres Gibran Geser Sejajar Menteri di Sidang Kabinet
- Media Italia Bongkar Ada Kontrak Lebih dari Rp25 T di Balik Hibah Kapal Induk Giuseppe Garibaldi
- John Herdman Coret 27 Pemain Jelang Timnas Indonesia vs Kamboja di Piala AFF 2026
- Apa Sunscreen Terbaik untuk Flek Hitam pada Usia 50 Tahun? Ini 5 Rekomendasi sesuai Review
- Dokter Tifa Menang, Sidang Kasus Ijazah Jokowi Resmi Dihentikan
Pilihan
-
Takut Lumpuh, Hotman Paris Pilih Mundur Jadi Pengacara Febrie Usai Pijit di Bojong Gede Tak Mempan
-
Saraf Terjepit, Hotman Paris Putuskan Mundur Jadi Kuasa Hukum Eks Jampidsus Febrie Adriansyah
-
Dokter Tifa Menang, Sidang Kasus Ijazah Jokowi Resmi Dihentikan
-
Menang Lima Gol, Timnas Putri Indonesia Back to Back Juara AFF Women's Cup 2026
-
Sudaryono Jabat Kepala BGN, Sudah Diworo-woro Istana Sejak Selasa Malam
Terkini
-
Teknologi Biometrik Kemkomdigi Siap Putus Rantai Judi Online dan Mafia Scam Digital
-
Sisi Gelap Filipina, Orangtua Suruh Anak Sendiri Lakukan Adegan Dewasa, Video Dijual ke Pria Nakal
-
Review dan Tes Infinix Hot 40 Pro RAM 12 GB, HP Rp2 Jutaan Beneran Kuat Main Game Berat?
-
3 Kulkas Sharp 2 Pintu Termurah yang Hemat Listrik dan Anti Bau
-
Terancam Gagal Bayar, Purbaya Siapkan Tambahan Anggaran Rp 20 Triliun ke BPJS Kesehatan
-
Izin Hutan Kuansing Bermasalah, Pejabat Kemenhut dan ATR/BPN Dicecar KPK
-
Prabowo Libatkan TNI-Polri dalam Operasional Kopdes Merah Putih, Penyaluran Bansos Bakal Terpusat
-
Berapa Tarif Hotman Paris sebagai Pengacara?
-
6 Cara Mengakali Salah Shade Bedak agar Tetap Menyatu dengan Warna Kulit
-
Dedemit Kepala Putus yang Menyamar Menjadi Penjual Bakso Keliling