News / Internasional
Selasa, 28 Juli 2026 | 14:57 WIB
Gempa magnitudo 7,1 guncang Kumamoto Jepang dan memicu peringatan tsunami setinggi satu meter. (Google)
Baca 10 detik
  • Gempa bumi bermagnitudo 7,1 mengguncang Prefektur Kumamoto di Pulau Kyushu, Jepang.

  • Badan Meteorologi Jepang mengeluarkan peringatan tsunami setinggi satu meter di kawasan pesisir.

  • Alarm darurat diaktifkan di tujuh prefektur untuk mengantisipasi dampak bencana ganda.

Suara.com - Ancaman bahaya mengintai Pulau Kyushu setelah gempa bumi besar bermagnitudo 7,1 mengguncang Prefektur Kumamoto, Jepang, pada Selasa (28/7/2026). Otoritas setempat langsung mengeluarkan peringatan tsunami setinggi satu meter untuk mengantisipasi hempasan gelombang laut.

Guncangan hebat ini memicu kepanikan warga di kawasan selatan Jepang karena potensi dampak gelombang susulan. Badan Meteorologi Jepang memperingatkan seluruh masyarakat pesisir untuk segera menjauhi area pantai.

Sistem tanggap darurat nasional langsung mengaktifkan alarm bahaya secara serentak di tujuh prefektur terdampak. Langkah krusial ini diambil guna menekan potensi jatuhnya korban jiwa akibat ancaman bencana ganda.

Peringatan darurat gempa bumi ini mencakup wilayah Kumamoto, Nagasaki, Kagoshima, Fukuoka, Saga, Oita, hingga Miyazaki. Seluruh daerah tersebut berada di Pulau Kyushu yang kini berstatus siaga tinggi.

"Peringatan tsunami untuk gelombang berukuran 1 meter dikeluarkan setelah gempa bumi terjadi," kata pihak Badan Meteorologi Jepang (JMA).

Pemerintah Jepang bertindak cepat dengan menyebarkan pesan evakuasi darurat ke gawai milik warga setempat. Upaya pencegahan ini menyasar jutaan penduduk di sepanjang garis pantai Pulau Kyushu.

Berdasarkan data awal JMA, pusat gempa dangkal yang terjadi di daratan Kumamoto memicu getaran skala besar. Kekuatan gempa terasa sangat kuat hingga wilayah tetangga di sekitar episentrum.

Petugas keamanan dan tim penyelamat kini bersiaga penuh di berbagai titik rawan bencana. Mereka terus memantau pergerakan air laut dan struktur bangunan di wilayah terdampak.

Masyarakat diimbau tidak mendekati area pelabuhan dan muara sungai sampai status bahaya dicabut. Gelombang tsunami meski setinggi satu meter tetap berpotensi menyeret material berbahaya.

Baca Juga: Kejutkan Publik! Penulis Jepang Keigo Higashino Meninggal Dunia di Usia 68

"Gempa bumi dengan magnitudo awal 7,1 melanda Prefektur Kumamoto, Jepang, pada Selasa," ujar Badan Meteorologi Jepang.

Prefektur Kumamoto dan kawasan Pulau Kyushu memiliki riwayat aktivitas tektonik yang sangat aktif. Kawasan ini kerap menjadi pusat guncangan gempa bermagnitudo besar dalam sejarah geologi Jepang.

Load More