News / Internasional
Jum'at, 31 Juli 2026 | 14:24 WIB
Gempa bumi di Jepang (NHK)
Baca 10 detik
  • Gempa bermagnitudo 6,8 yang mengguncang Kumamoto Jepang mengakibatkan sedikitnya 34 orang tewas.

  • Posisi Jepang di Cincin Api Pasifik membuat wilayahnya rutin dihantam gempa bumi besar.

  • Evakuasi korban berjalan sulit akibat terik gelombang panas dan ancaman gempa susulan.

Suara.com - Korbankan puluhan jiwa, gempa bumi bermagnitudo 6,8 kembali meremukkan wilayah Prefektur Kumamoto di selatan Jepang. Fenomena mematikan ini dipicu oleh posisi geografis Jepang yang bertengger tepat di atas perpotongan empat lempeng tektonik aktif dunia.

Kondisi geologis langka tersebut menjadikan daratan Negeri Sakura sebagai salah satu kawasan paling rawan guncangan hebat di muka bumi. Jumlah korban tewas akibat bencana ini dilaporkan telah melonjak hingga menyentuh angka 34 orang.

Otoritas setempat mengonfirmasi bahwa data korban tersebut masih mencakup beberapa laporan kematian yang sedang diverifikasi keterkaitannya dengan dampak guncangan. Dikutip dari CNN Internasional, tim penyelamat gabungan kini berpacu dengan waktu menyisir puing-puing bangunan demi menemukan warga yang terperangkap.

Gempa bumi di Jepang (NHK)

Proses pencarian korban di lapangan terhambat oleh cuaca ekstrem dengan suhu udara yang menembus lebih dari 35 derajat Celsius.

Pemerintah mengimbau warga terkoordinasi menjaga hidrasi tubuh untuk menghindari ancaman serangan gelombang panas atau heatstroke.

Sebuah ledakan gas sempat menghancurkan sebagian pusat perbelanjaan Aeon Mall Kumamoto dan merenggut lima korban jiwa.

Insiden fatal lainnya terjadi di Kota Yatsushiro saat cerobong pabrik kertas mendadak roboh dan menimpa para pekerja.

Guncangan susulan bermagnitudo hingga 5,4 terus membayangi warga, memperbesar risiko kerugian di wilayah terdampak.

Perdana Menteri Sanae Takaichi menegaskan komitmen penuh pemerintah pusat dalam menangani dampak bencana secara cepat.

Baca Juga: Korban Jiwa Gempa Bumi Jepang Tembus 30 Orang Tewas, Ribuan Warga Mengungsi

Perdana Menteri Jepang perempuan pertama, Sanae Takaichi (Instagram/takaichi_sanae)

"Bagi mereka yang sedang menunggu bantuan, kami akan mencurahkan seluruh upaya kami untuk kegiatan penyelamatan dan bantuan," ujar Sanae Takaichi.

Beliau juga menambahkan bahwa pemerintah berupaya maksimal memulihkan jaringan listrik di wilayah-wilayah yang terdampak.

Jaringan Jalur Lingkaran Api Pasifik

Secara fisiografis, Jepang membentang di sepanjang Ring of Fire atau Cincin Api Pasifik sepanjang 25.000 mil.

Kawasan sabuk ini menyimpan konsentrasi gunung beraktivitas paling tinggi sekaligus episentrum mayoritas gempa di planet ini.

Gesekan konstan antar-lempeng samudra dan benua secara terus-menerus menimbun energi raksasa yang sewaktu-waktu dilepaskan menjadi guncangan hebat.

Load More