- Deputi Komunikasi BPJS Ketenagakerjaan Erfan Kurniawan memberikan penjelasan resmi pada Jumat 31 Juli 2026.
- Penjelasan tersebut merespons video viral di media sosial tentang calon pegawai berjalan di atas bara api.
- Pihak lembaga menegaskan aktivitas tersebut bukan kewajiban utama melainkan metode pelatihan ketangguhan mental peserta.
Suara.com - BPJS Ketenagakerjaan buka suara terkait video viral yang memperlihatkan calon pegawainya berjalan di atas bara api dalam Program Orientasi Persiapan Kerja (OPK). Lembaga itu menegaskan aktivitas tersebut bukan materi utama maupun kewajiban yang harus diikuti seluruh peserta.
Deputi Komunikasi BPJS Ketenagakerjaan Erfan Kurniawan mengatakan pihaknya memahami berbagai perhatian dan tanggapan masyarakat terhadap video yang beredar di media sosial.
"BPJS Ketenagakerjaan memahami adanya berbagai perhatian dan tanggapan masyarakat terhadap konten yang beredar di media sosial terkait salah satu sesi dalam Program Orientasi Persiapan Kerja (OPK)," kata Erfan kepada Suara.com, Jumat (31/7/2026).
Ia menjelaskan OPK merupakan bagian dari proses pembentukan sumber daya manusia di BPJS Ketenagakerjaan. Program tersebut dirancang untuk membekali calon pegawai dengan kompetensi, integritas, etika kerja, karakter, hingga kesiapan mental yang sejalan dengan nilai organisasi.
Menurut Erfan, aktivitas berjalan di atas bara api yang menjadi sorotan publik hanyalah salah satu metode pembelajaran berbasis pengalaman. Ia menegaskan kegiatan tersebut bukan substansi utama dalam OPK.
"Aktivitas tersebut bukan merupakan substansi utama maupun kewajiban dalam keseluruhan rangkaian OPK, melainkan salah satu pendekatan dalam membangun kepercayaan diri, pengendalian diri, disiplin, dan ketangguhan mental peserta," tutur Erfan.
Kejadian itu ramai jadi perbincangam pasca video viral yang memperlihatkan calon pegawai BPJS Ketenagakerjaan menjalani fire walk atau berjalan tanpa alas kaki di atas bara api. Video diunggah di media sosial, salah satunya oleh musisi Melanie Subono, sehingga memicu perdebatan publik.
Dalam video terlihat peserta mengenakan atribut BPJS Ketenagakerjaan dan meneriakkan yel-yel lalu berjalan di atas bara api sebelum kakinya dicelupkan ke ember berisi air.
Tampak pula beberapa orang berseragam loreng diduga TNI yang mendampingi kegiatan. Salah satunya terlihat menyemprotkan cairan yang diduga bensin ke bara api.
Baca Juga: Setelah Purbaya, Said Iqbal Mau Geruduk Kantor BPJS Ketenagakerjaan
Berita Terkait
Terpopuler
- Daftar Harga Motor Listrik dengan Subsidi Pemerintah, Ada yang Cuma Rp5 Jutaan!
- Nasib Berubah, Ini 4 Shio yang Panen Keberuntungan dan Rezeki pada 29 Juli 2026
- 5 Sepatu Lari Terbaik Harga Rp200 Ribuan, Nyaman Dipakai untuk Daily hingga Trail Run
- Sempat Nganggur Gegara Timnas Indonesia, Roberto Mancini Resmi Latih Italia
- Survei SMRC: Elektabilitas Gerindra Anjlok Tajam, Peluang Jadi Partai Nomor 1 Terancam
Pilihan
-
Kematian Sutrimo dan Rangkaian Kejanggalan yang Muncul dari Kampung Halaman
-
Pengintai Misterius dan CCTV Mendadak, Kejanggalan di Rumah Sutrimo
-
Banyak Air Galon Isi Ulang di Bangka Barat Belum Diuji, Amankah Dikonsumsi Setiap Hari?
-
Dicecar 23 Pertanyaan Penyidik KPK, Ini Kata Plt Bupati Sukoharjo
-
Cuma Sisa Rp200 Juta! Perampok Rp1,2 Miliar di Kalideres Diciduk Usai Habiskan 1 M Dalam 8 Hari
Terkini
-
Seteru dengan Pramoedya hingga Si Oyen: Sisi Lain Buya Hamka dalam Ayah
-
Starting XI Timnas Indonesia vs Timor Leste: Mitchell Baker Cetak Berapa Gol?
-
Cushion Glowsophy Oksidasi atau Tidak? Ini Klaim Lengkap 2 Variannya
-
Odoo Indonesia Ekspansi Kantor Baru, Perkuat Ekosistem Digital Hub di BSD City
-
Di Balik Pengalaman Relaksasi, Spa Menyimpan Jejak Karbon yang Tak Terlihat
-
Mengapa Film Hollywood Kerap Keliru Menggambarkan Letusan Gunung Berapi?
-
BPJS Ketenagakerjaan Buka Suara soal Video Calon Pegawai Jalan di Atas Bara Api
-
Dokter yang Tangani Sutrimo Bakal Diperiksa! Polisi Dalami Dugaan Tewas Mulut Berbusa
-
Presiden Korsel Minta Prabowo ke Korut untuk Buka Dialog
-
Komplotan Curanmor di Jakarta Pakai Modus Polisi Gadungan untuk Intimidasi Korban