News / Nasional
Senin, 03 Agustus 2026 | 09:38 WIB
Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan (Zulhas). (Suara.com/Hiskia)
Baca 10 detik
  • Menko Pangan Zulkifli Hasan menyatakan integrasi koperasi di Blora dengan program makan bergizi berhasil memasok lele.
  • Unit budi daya bioflok di Blora menyuplai ribuan kilogram lele bersih secara berkelanjutan untuk empat dapur layanan gizi.
  • Kerja sama tersebut membentuk ekosistem ekonomi desa dari hulu hingga hilir guna memperkuat ketahanan pangan nasional.

Suara.com - Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan atau Zulhas menyebut integrasi Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) dengan program Makan Bergizi Gratis (MBG) mulai membuahkan hasil.

Hasil itu terlihat di KDMP Kamolan, Kabupaten Blora, Jawa Tengah, yang kini mulai jadi pemasok ikan lele untuk dapur MBG setempat.

Zulhas menuturkan kalau KDMP Kamolan memasok lele bersih kepada empat Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) dengan harga Rp25.000 per kilogram. Setiap SPPG itu rata-rata memesan sekitar 250 kilogram lele dalam satu kali pengambilan.

"Inilah yang kita bangun, sebuah closed-loop economy. Warga memiliki kepastian pasar, koperasi menjadi penggerak ekonomi desa, dan anak-anak memperoleh sumber protein berkualitas melalui Program MBG," kata Zulhas dalam keterangannya di Jakarta, Senin (3/8/2026).

Ia menjelaskan, pola kerja sama tersebut membuat hasil budi daya masyarakat memiliki pasar yang jelas karena diserap secara berkelanjutan oleh SPPG. Dengan begitu, pembudidaya dapat merencanakan produksi dan jadwal panen sesuai kebutuhan.

Menurut Zulhas, integrasi antara Koperasi Desa Merah Putih dan Program MBG membentuk ekosistem ekonomi desa dari hulu hingga hilir. Masyarakat menjalankan kegiatan produksi, koperasi mengelola usaha, sementara SPPG menyerap hasil budi daya.

Model tersebut ditinjau langsung Zulhas bersama Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal, Menteri Kelautan dan Perikanan, anggota DPR RI, serta Bupati Blora di unit budi daya bioflok KDMP Kamolan.

Unit budi daya bioflok Kamolan mulai beroperasi sejak Februari 2026. Pada siklus pertama, unit usaha itu menghasilkan sekitar 1,04 ton lele. Sementara pada siklus kedua telah dilakukan panen parsial sebanyak sekitar 605 kilogram.

Saat ini, sebanyak 22 dari 24 kolam telah terisi dengan total sekitar 92.000 benih lele. Penebaran benih dilakukan secara bertahap agar waktu panen dapat menyesuaikan kebutuhan pasokan ke empat SPPG.

Baca Juga: Kabinet Bayangan: Dana MBG di Pos Pendidikan Korbankan Nasib Guru dan Sekolah

"Integrasi KDMP dengan MBG menjadi bukti bahwa program pemerintah kini terhubung dari hulu hingga hilir. Produksi masyarakat terserap, ekonomi desa bergerak, dan manfaatnya kembali kepada masyarakat melalui penyediaan pangan bergizi sekaligus memperkuat ketahanan pangan nasional," ujar Zulhas.

Pemerintah menargetkan produksi ikan budi daya nasional pada 2026 mencapai 7,15 juta ton. Untuk mendukung target tersebut, pemerintah mengembangkan Program Budi Daya Tematik Bioflok guna meningkatkan produksi ikan sekaligus memasok kebutuhan protein bagi Program MBG.

Load More