-
Serangan udara masif Rusia menewaskan sedikitnya lima warga sipil di berbagai wilayah Ukraina.
-
Peluncuran rudal Rusia mencapai rekor 376 unit pada Juli dan menewaskan 170 warga sipil.
-
Pertahanan udara Ukraina kelimpahan melumpuhkan rudal balistik akibat kehabisan amunisi Patriot AS.
Suara.com - Serangan udara masif Rusia yang menghantam berbagai wilayah pemukiman di Ukraina tewaskan sedikitnya 5 warga sipil pada Minggu. Kelangkaan sistem pertahanan udara buatan Amerika Serikat Rudal Patriot memperparah dampak fatal gempuran drone serta rudal balistik Moskow.
Gubernur Ivan Fedorov mengonfirmasi bahwa satu orang tewas saat bom berpandu Rusia menghantam sebuah bangunan kediaman di kota selatan Zaporizhzhia. Di saat bersamaan, area pinggiran Kharkiv di barat laut turut dihantam serangan udara hingga membakar terminal pos setempat.
"Satu orang tewas dan membakar terminal pos di pinggiran Kharkiv, di barat laut," kata Gubernur Oleh Syniehubov, dikutip dari Al Jazeera, Senin (3/8/2026).
Rentetan aksi penyerangan ini menandai eskalasi taktik perang yang kini makin mengandalkan tembakan jarak jauh.
Selain jatuhnya korban di Zaporizhzhia dan Kharkiv, otoritas regional melaporkan dua warga tewas akibat serangan Rusia di wilayah timur Dnipropetrovsk. Sementara itu, otoritas setempat mengonfirmasi satu nyawa melayang akibat gempuran di kawasan selatan Kherson.
Laporan Angkatan Udara Ukraina yang dihimpun AFP mencatat Rusia meluncurkan rekor 376 rudal sepanjang bulan Juli. Angka tembakan senjata udara tersebut melonjak lebih dari dua kali lipat dibanding akumulasi peluncuran selama bulan Juni.
Sebagian besar serangan amunisi udara tersebut diarahkan langsung untuk melumpuhkan pusat ibu kota Kyiv. Data Perserikatan Bangsa-Bangsa mengonfirmasi lonjakan gempuran balistik ini telah merenggut lebih dari 170 nyawa warga sipil antara 1 hingga 27 Juli.
Puncak eskalasi terjadi dalam serangan semalam pada hari Jumat yang menewaskan sedikitnya sembilan orang serta melukai 33 warga di ibu kota Ukraina. Dalam insiden rentetan gempuran tersebut, militer Rusia melepaskan 220 senjata udara yang mencakup 35 rudal dan 185 drone.
Sebanyak 27 unit dari keseluruhan rudal yang diluncurkan pada malam itu merupakan jenis rudal balistik berdaya merusak tinggi. Unit pertahanan udara Ukraina berhasil mencegat 154 drone namun hanya sanggup menjatuhkan satu rudal balistik.
Baca Juga: Amerika Stres Iran Tak Hancur-hancur Diserang, Temui Jalan Buntu
"Unit pertahanan udara mencegat 154 drone tetapi hanya satu rudal balistik, karena kekurangan kritis rudal pencegat Patriot yang dipasok AS," kata Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy.
Kedua pihak yang bertikai kini semakin intensif menggunakan rudal jarak jauh serta pesawat nirawak untuk saling menyerang jauh melampaui garis depan pertempuran. Perubahan strategi ini memicu peningkatan drastis insiden fatal di zona pemukiman yang berada jauh dari area pertempuran darat.
Penurunan persediaan amunisi sistem Patriot membuat kubu pertahanan Ukraina kelimpahan memblokir manuver rudal balistik canggih milik Rusia. Kondisi kelangkaan logistik militer ini menciptakan celah keamanan yang dimanfaatkan Moskow untuk menghempas sasaran strategis di berbagai kota.
Berita Terkait
Terpopuler
- Bawa Kasus Penebangan Pohon ke Jalur Hukum, Farhan Siap Lapor Gubernur Jabar dan KLH
- Putusan MK soal Kuota Internet Hangus Ubah Peta Bisnis Operator, Pakar: Paket Data Bakal Berubah
- 5 Kulkas Mini yang Murah dan Hemat Listrik, Bisa Dipakai di Kamar Kos dan Mobil
- Harta Kekayaan Iptu Setya Budi Dias, Oknum KPK Pemeras Bupati Pemalang
- 5 Sepatu Kasual Nyaman untuk Jalan Kaki di Kota, Ringan dan Empuk Dipakai Seharian
Pilihan
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
-
Kematian Sutrimo dan Rangkaian Kejanggalan yang Muncul dari Kampung Halaman
-
Pengintai Misterius dan CCTV Mendadak, Kejanggalan di Rumah Sutrimo
-
Banyak Air Galon Isi Ulang di Bangka Barat Belum Diuji, Amankah Dikonsumsi Setiap Hari?
Terkini
-
Puji Setinggi Langit Indonesia di Piala AFF 2026, Tijjani Reijnders Nyesel Lebih Pilih Belanda?
-
Biaya Belanja Bisa Bengkak, Harga Bawang Merah hingga Beras Mulai Merangkak Naik
-
6 Titik Nadi Terbaik untuk Semprot Parfum agar Sillage Maksimal
-
Rusia - Ukraina Saling Tembak Drone dan Rudal, 14 Orang Tewas
-
Rupiah Akhirnya Tembus di Bawah Rp18.000 Pagi Ini, Dipicu Harapan Damai Timur Tengah
-
Bakal Diteror Mitchell Baker, Kiper Vietnam Gemetar: Akui Timnas Indonesia Bukan Lawan Mudah
-
UMKM Mulai Go Digital, Transaksi QRIS Jadi Andalan Dongkrak Penjualan
-
Kabar Duka, Aktor Senior Diding Boneng Meninggal Dunia
-
Apa Itu Mini Velo? Ini 4 Rekomendasi Sepeda Paling Bagus dan Awet untuk Bike To Work
-
Koperasi Desa Merah Putih Kini Pasok Lele untuk Program MBG