News / Nasional
Sabtu, 15 Agustus 2026 | 11:02 WIB
Gempa magnitudo 7,7 mengguncang Nusa Tenggara Timur dan merobohkan bangunan di Pelabuhan Lauren Say. (Antara)
Baca 10 detik
  • Gempa magnitudo 7,7 di NTTmenyebabkan lima orang meninggal dunia.
  • Bencana alam tersebut juga mengakibatkan beberapa ruas jalan putus serta longsor di sejumlah wilayah Flores.
  • BMKG NTT menyatakan informasi tentang prediksi gempa susulan besar yang beredar di media sosial adalah hoaks.

Di Kabupaten Kepulauan Selayar, Sulawesi Selatan, warga sempat bergerak menuju lokasi yang lebih tinggi setelah merasakan guncangan kuat dan melihat perubahan air laut yang terjadi secara tiba-tiba.

Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Kepulauan Selayar Achmad Alfianto mengatakan kondisi guncangan di wilayah tersebut mulai menurun dan belum ada laporan kerusakan bangunan yang berarti.

"Hingga laporan sementara yang kami terima dari para camat melalui sambungan telepon, belum ada laporan kerusakan bangunan yang berarti di wilayah Selayar," kata Achmad.

Hoaks Gempa Susulan

Di tengah situasi tersebut, sempat beredar informasi di media sosial yang menyebut akan terjadi gempa susulan besar pada Sabtu pukul 09.00 WITA.

BMKG NTT memastikan informasi tersebut merupakan hoaks.

Gempa bumi hingga kini belum dapat diprediksi secara tepat berdasarkan waktu, lokasi, maupun kekuatannya.

Gempa utama M7,7 sebelumnya memicu peringatan dini tsunami. Peringatan tersebut kemudian dinyatakan berakhir.

Sejumlah gempa susulan juga tercatat setelah gempa utama, termasuk gempa berkekuatan M6,2 pada pukul 05.13 WIB dan M6,2 pada pukul 05.28 WIB.

Baca Juga: Gubernur NTT: Saya Terima Laporan Korban Gempa Bumi 5 Orang Meninggal

Guncangan dirasakan di sejumlah wilayah Flores, Sumba, Adonara, Solor, hingga Bima, Nusa Tenggara Barat, serta beberapa wilayah Sulawesi Selatan.

Tim gabungan BPBD, Basarnas, TNI, dan Polri dikerahkan untuk melakukan evakuasi serta penanganan terhadap warga terdampak.

Masyarakat diminta tetap tenang, menjauhi bangunan yang retak atau rusak, dan mengikuti informasi serta arahan resmi petugas di lapangan. 

Load More