News / Nasional
Sabtu, 15 Agustus 2026 | 19:11 WIB
ilustrasi gempa bumi - jenis-jenis gempa bumi (pixabay.com)
Baca 10 detik
  • Gempa tektonik magnitudo 6,4 mengguncang Sumatera Utara pada Sabtu, 15 Agustus 2026, pukul 17.54 WIB.
  • Pusat gempa berada di daratan Kabupaten Simalungun dengan kedalaman menengah akibat aktivitas subduksi lempeng.
  • Guncangan dirasakan hingga skala V MMI di beberapa kota dan dipastikan tidak berpotensi tsunami.

Suara.com - Gempa bumi tektonik yang cukup kuat mengguncang wilayah Sumatera Utara dan sebagian Sumatera Barat, Sabtu (15/8/2026).

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) melaporkan bahwa gempa bumi tersebut memiliki magnitudo M 6,4 dan berpusat di daratan wilayah Kabupaten Simalungun.

Gempa yang terjadi tepat pada pukul 17.54 WIB ini memicu kepanikan warga.

Berdasarkan data pembaruan dari BMKG, pusat gempa atau episenter terletak pada koordinat 2,97 derajat Lintang Utara (LU) dan 98,95 derajat Bujur Timur (BT), atau tepatnya berlokasi di darat pada jarak 11 km arah Tenggara Simalungun dengan kedalaman 168 km.

Guncangan Terasa Hingga Skala V MMI di Beberapa Kota

Dampak guncangan gempa ini dirasakan cukup luas di wilayah Sumatera bagian utara. Menurut laporan BMKG, kekuatan guncangan paling intens dirasakan di wilayah yang dekat dengan pusat gempa maupun daerah sekitarnya dengan kategori skala intensitas yang bervariasi.

"Dalam peta tingkat guncangan, gempa diestimasikan bersakala intensitas V MMI, yakni dirasakan hampir semua penduduk di Kota Tebingtinggi, Limapuluhkota, dan Kabanjahe," jelas Direktur Gempa Bumi dan Tsunami BMKG, Wijayanto.

Skala V MMI menandakan getaran yang cukup kuat untuk membuat benda-benda yang tergantung bergoyang, dan membuat banyak penduduk yang sedang beristirahat terkejut hingga terbangun.

Selain di kota-kota tersebut, getaran juga dirasakan meluas hingga ke wilayah Sumatera Barat, khususnya di kawasan Kota Limapuluhkta yang merasakan guncangan signifikan.

Baca Juga: Flores Utara Paling Parah Terdampak Gempa NTT

Selain itu, berdasarkan pemodelan BMKG, getaran gempa juga dirasakan dalam skala IV MMI di beberapa wilayah lain.

Skala IV MMI berarti bila pada siang hari dirasakan oleh orang banyak di dalam rumah. Getaran ini dilaporkan terasa di Simalungun, Panei, Pematangsiantar, hingga Pangururan.

Analisis Penyebab: Gempa Menengah Akibat Subduksi

Meskipun kekuatan gempa mencapai M 6,4, BMKG memastikan bahwa gempa ini tidak memicu gelombang tsunami.

Hal ini dikarenakan pusat gempa berada di daratan dan memiliki kedalaman hiposenter yang masuk dalam kategori menengah.

Wijayanto menjelaskan lebih lanjut mengenai mekanisme teknis di balik guncangan tersebut. Berdasarkan hasil analisis terhadap lokasi dan mekanisme sumbernya, diketahui bahwa aktivitas tektonik bawah tanah menjadi pemicu utamanya.

Load More