-
Akun Instagram resmi Jokowi sempat membagikan ulang konten bohong hasil rekayasa AI terkait Melva Pardede.
-
PDI Perjuangan memastikan Melva Pardede bukan kader resmi dan tidak memiliki kartu tanda anggota.
-
PDIP menyayangkan tindakan admin akun Jokowi yang ikut menyebarkan disinformasi tanpa verifikasi data.
“Kalau akun sekelas Jokowi yang seharusnya menjaga jarak dari disinformasi justru ikut menyebarkan konten semacam itu tanpa verifikasi, apa tujuannya? Memfitnah PDIP Perjuangan dan untuk mengadu domba?,” ujar Guntur.
Insiden penyebaran disinformasi ini berawal dari riuhnya perbincangan publik mengenai pengakuan Melva Pardede sebagai pengemudi ojek online di media sosial. Isu tersebut kemudian dimanfaatkan oleh akun-akun anonim untuk menyebarkan narasi rekayasa visual guna mengaitkan sosok Melva dengan PDI Perjuangan.
Meskipun unggahan kontroversial tersebut telah dihapus dari akun Instagram resmi Jokowi, PDI Perjuangan menganggap persoalan ini bukan sekadar kekhilafan teknis pengelola media sosial semata. Peristiwa ini menjadi catatan penting mengenai etika serta tanggung jawab moral para pejabat publik dalam mengelola saluran komunikasi digital mereka agar terhindar dari praktik adu domba.
“Jangan mudah percaya narasi provokatif, cek-cek fakta sebelum sebar, saring sebelum sharing,” tandasnya.