Tak Mau Indonesia Banyak Utang, Prabowo Tolak Tawaran Pinjaman IMF

Senin, 31 Agustus 2026 | 15:59 WIB
Prabowo di penutupan Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama di Jombang, Jawa Timur, Senin (31/8/2026). (Suara.com/Novian)
  • Presiden Prabowo Subianto menyatakan pemerintah mengurangi pinjaman luar negeri dan lebih memilih mendorong investasi masuk Indonesia.
  • Pernyataan tersebut disampaikan dalam penutupan Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama di Jombang, Jawa Timur, pada Senin, 31 Agustus 2026.
  • Pemerintah menolak tawaran pinjaman dari IMF karena menilai perekonomian nasional masih mampu berjalan tanpa bantuan lembaga tersebut.

Suara.com - Presiden Prabowo Subianto menegaskan pemerintah tidak ingin terlalu banyak mengambil pinjaman dari berbagai pihak. Pemerintah justru mendorong masuknya investasi ke Indonesia.

Hal tersebut disampaikan Prabowo saat memberikan sambutan dalam penutupan Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama (NU) di Jombang, Jawa Timur, Senin (31/8/2026).

"Dan kita sekarang berusaha tidak mau terlalu banyak pinjam-pinjam uang dari mana-mana. Ajak investasi boleh," kata Prabowo.

Prabowo mengatakan, jika pemerintah memang harus mengambil pinjaman, maka bunga yang dikenakan harus ditekan serendah mungkin.

Ia kemudian menceritakan bahwa pemerintah sempat mendapat tawaran pinjaman dari International Monetary Fund (IMF). Namun, tawaran tersebut disebut ditolak karena Indonesia dinilai masih mampu menjalankan perekonomian tanpa pinjaman dari lembaga tersebut.

"Saya kira kemarin berapa bulan yang lalu kaget Menteri Keuangan kita di Washington DC ditawarin, ditawarin apa, pinjaman dari IMF, kita tolak. Terima kasih, Indonesia masih bisa tanpa pinjaman dari IMF," ujar Prabowo.

Terkait
Terkini
Lihat Artikel Lainnya

Dapatkan Aplikasi
Suara.com