News / Metropolitan
Kamis, 03 September 2026 | 07:11 WIB
Ilustrasi membakar sampah sembarangan. (Freepik)
Baca 10 detik
  • Ketua Komisi D DPRD DKI Jakarta Yuke Yurike melarang warga membakar sampah sembarangan.
  • Yuke juga meminta pemeriksaan menyeluruh terhadap alat pemadam api ringan serta peningkatan mitigasi bencana di kawasan padat penduduk.
  • Pemprov DKI Jakarta menyiagakan 1.027 personel dan mobil tangki air untuk menghadapi kekeringan ekstrem serta mengantisipasi potensi kebakaran.

Suara.com - Ketua Komisi D DPRD DKI Jakarta, Yuke Yurike, meminta masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap ancaman kebakaran yang mengintai selama musim kemarau.

Ia melarang keras warga melakukan aktivitas pembakaran sampah secara sembarangan karena kondisi lingkungan yang sangat kering saat ini.

"Ini riskan kebakaran banget sekarang. Tidak boleh ada aktivasi bakar sampah dan lain-lain di tengah kemarau," ujar Yuke, Rabu (2/9/2026).

Menurutnya, tumpukan sampah di lahan kosong yang kerap dibakar secara ilegal menjadi pemicu utama api cepat merambat dan sulit dikendalikan.

"Walaupun kondisinya lagi mendesak, banyak sampah yang tertunda diangkut, tetapi tolong yang kayak gitu waspada, jangan dilakukan (membakar sampah). Karena begitu api muncul, itu cepat banget. Mana kita tahu api aman atau nggak," kata dia lagi.

Selain larangan membakar sampah, Yuke juga menginstruksikan pemeriksaan menyeluruh terhadap sarana pencegahan kebakaran seperti hidran dan alat pemadam api ringan (APAR).

Ia menekankan pentingnya memastikan masa berlaku APAR tidak kedaluwarsa serta perlunya sosialisasi mitigasi bencana di kawasan padat penduduk.

Politisi PDIP ini turut mengingatkan, insiden kebakaran dapat memperparah kualitas udara yang kini menjadi persoalan serius di ibu kota.

"Dengan adanya kebakaran hutan di mana-mana, kita kan nggak kepingin Jakarta jadi penyumbang polusi juga," ucapnya.

Baca Juga: Bukan Sekadar Estetika! Pohon Tabebuya Jadi Senjata DKI Lawan Polusi Udara

Upaya pencegahan ini sejalan dengan langkah Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, yang telah memimpin Apel Jaga Jakarta untuk menghadapi dampak fenomena El Nino.

Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta kini menyiagakan sebanyak 1.027 personel serta 29 mobil tangki air bersih guna mengantisipasi kekeringan ekstrem.

Masyarakat juga diimbau untuk segera menghubungi layanan darurat 112 jika menemukan potensi pemicu kebakaran atau membutuhkan bantuan air bersih.

Load More