- Department of Environment and Natural Resources Filipina melaporkan dampak kabut asap kebakaran hutan Indonesia bergeser ke wilayah Visayas dan Mindanao.
- Pejabat DENR Jundy del Socorro menyatakan perubahan arah angin membawa partikel polusi menjauh dari Metro Manila menuju selatan Filipina.
- Kementerian Kesehatan Filipina mengimbau warga menggunakan masker pelindung serta mengurangi aktivitas luar ruangan demi mencegah gangguan kesehatan.
Suara.com - Dampak kabut asap dari kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Indonesia mulai bergeser ke wilayah selatan Filipina.
Jika sebelumnya kualitas udara di Metro Manila memburuk, kini sejumlah daerah di Visayas dan Mindanao dilaporkan masuk kategori tidak sehat.
Department of Environment and Natural Resources (DENR) Filipina menyebut kualitas udara di Metro Manila sebenarnya mulai mengalami perbaikan.
Namun, perbaikan tersebut terjadi bersamaan dengan meluasnya dampak kabut asap ke wilayah lain.
Kepala Environmental Quality Management Division DENR, Jundy del Socorro seperti dinukil dari Philstar.com, mengatakan hanya tujuh wilayah di Metro Manila yang masih mencatat kualitas udara tidak sehat bagi kelompok sensitif.
Wilayah tersebut meliputi Las Piñas, Makati, Malabon, Parañaque, Katipunan dan Commonwealth di Quezon City, serta Taguig.
Sementara wilayah Metro Manila lainnya berada pada kategori cukup bagus.
Kondisi tersebut lebih baik dibandingkan sehari sebelumnya ketika hampir seluruh wilayah Metro Manila berada dalam kategori tidak sehat.
Kualitas udara di Central Luzon juga dilaporkan membaik dengan status bagus.
Kabut Asap Bergerak ke Visayas dan Mindanao
Di tengah membaiknya kondisi Metro Manila, sejumlah daerah lain justru mulai merasakan dampak kabut asap.
Puerto Princesa di Palawan masih mencatat kualitas udara tidak sehat.
Kategori serupa juga terdeteksi di Talisay City, Cebu, Tagoloan di Misamis Oriental, Cagayan de Oro City, dan Iligan City.
Del Socorro menjelaskan perubahan tersebut berkaitan dengan arah pergerakan angin yang membawa partikel kabut asap dari Indonesia.
“Kemarin pukul 17.00, kami mengamati di ASEAN Specialized Meteorological Center bahwa angin mulai bergerak menuju Visayas dan Mindanao,” kata Del Socorro.