Sekjen PKS: Walau Masih Trauma, Warga NTT Malah Sambut Kami dengan Gembira

Minggu, 06 September 2026 | 09:07 WIB
Sekretaris Jenderal Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Muhammad Kholid mengunjungi daerah Poka, Kabupaten Manggarai, Nusa Tenggara Timur (NTT), Sabtu (5/9/2026). (Ist)
  • Sekjen PKS Muhammad Kholid mengunjungi lokasi pengungsian korban gempa di Poka, NTT, pada Sabtu (5/9/2026).
  • Kunjungan tersebut dilakukan untuk meninjau langsung kondisi para korban sekaligus menyerahkan bantuan kemanusiaan secara langsung.
  • Warga pengungsian menunjukkan keteguhan mental dan menyambut rombongan dengan penuh sukacita meskipun masih diliputi trauma bencana.

Suara.com - Sekretaris Jenderal Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Muhammad Kholid mengunjungi daerah Poka, Kabupaten Manggarai, Nusa Tenggara Timur (NTT), Sabtu (5/9/2026).

Kunjungan ini bertujuan untuk meninjau langsung kondisi para korban gempa sekaligus menyerahkan bantuan kemanusiaan di lokasi pengungsian.

Tiba di lokasi, Kholid mengaku sangat terkesan dengan sikap masyarakat setempat.

Meski masih tinggal di tenda-tenda darurat dan menyimpan trauma akibat bencana, warga tetap menyambut rombongan dengan keramahan yang luar biasa.

"Sejak tadi malam kami tiba di Gereja Paroki Fransiskus Xaverius Poka. Di situ berdiri tenda-tenda pengungsian. Kami malah disambut penuh suka cita. Walau masih ada rasa sedih, ketika ada yang datang mereka menyambut dengan gembira. Itulah kehebatan warga NTT," ujar Kholid sebagaimana keterangannya, Sabtu.

Menurut Kholid, ketangguhan mental warga Poka merupakan modal besar dalam proses pemulihan pascabencana.

Ia melihat keceriaan yang tulus dari wajah para pengungsi saat berinteraksi dengan para relawan.

"Mereka tetap tegar di tengah trauma. Selalu ceria di hadapan kami," katanya.

Kholid juga menceritakan bahwa sebenarnya ia tidak ingin kedatangannya membebani warga dengan seremoni atau penyambutan formal.

Ia menegaskan niat utamanya adalah untuk aksi sosial, namun warga bersikeras menunjukkan penghormatan mereka.

"Kami sudah minta untuk tidak disambut dengan acara-acara. Kami hanya ingin datang melihat dan mengantarkan bantuan. Tapi mereka tetap memaksa untuk menyambut," ungkap Kholid.

Bagi pimpinan PKS ini, fenomena tersebut membuktikan bahwa nilai-nilai budaya dan kesantunan masyarakat NTT sangat mendalam, bahkan bencana alam sekalipun tidak mampu melunturkan tradisi memuliakan tamu.

"Karena bagi mereka, menyambut tamu adalah kemuliaan dari budaya yang tidak boleh lepas," pungkas Kholid.

Terkait
Terkini
Lihat Artikel Lainnya

Dapatkan Aplikasi
Suara.com