Abu Vulkanik GAK Ancam Kesehatan Siswa, Sekolah di Serang hingga Jakarta Beralih Daring

Minggu, 06 September 2026 | 18:17 WIB
Ilustrasi siswa sekolah (Unsplash/Syahrul Alamsyah Wahid)
  • Pemerintah Kabupaten Serang memberlakukan sekolah daring di tujuh kecamatan mulai Senin untuk melindungi siswa dari abu vulkanik.
  • Pemerintah Provinsi Lampung menerapkan pembelajaran daring dan menghentikan kegiatan luar ruangan sekolah selama dua hari akibat erupsi.
  • Dinas Pendidikan DKI Jakarta mewajibkan seluruh satuan pendidikan melaksanakan pembelajaran jarak jauh mulai Senin demi keselamatan kesehatan siswa.

Suara.com - Paparan abu vulkanik akibat erupsi Gunung Anak Krakatau (GAK) membuat pemerintah daerah di sejumlah wilayah mengambil langkah serupa: menghentikan sementara pembelajaran tatap muka dan mengalihkannya ke sistem daring.

Kebijakan tersebut diterapkan sebagai langkah mitigasi untuk melindungi siswa dan warga sekolah dari risiko kesehatan akibat paparan abu vulkanik.

Di Kabupaten Serang, Banten, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Serang akan memberlakukan pembelajaran daring di tujuh kecamatan yang terdampak langsung abu vulkanik GAK.

Bupati Serang Ratu Rachmatuzakiyah mengatakan surat edaran mengenai pelaksanaan kegiatan belajar mengajar (KBM) secara daring akan diterbitkan mulai Senin. Kebijakan tersebut berlaku selama aktivitas erupsi masih berlangsung.

"Sesegera mungkin saya akan buat surat edaran karena abu vulkanik ini sangat berbahaya. Insya Allah pada hari Senin, edaran untuk Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) daring ini dikeluarkan dan berlaku selama erupsi masih terus aktif," kata Ratu usai meninjau Pos Pemantau Gunung Api (PGA) Anak Krakatau di Kabupaten Serang, Banten, Minggu.

Tujuh kecamatan yang terdampak dan akan menerapkan pembelajaran daring yakni Anyer, Cinangka, Padarincang, Baros, Pabuaran, Ciomas, dan Mancak.

Ratu menjelaskan, keputusan menghentikan sementara pembelajaran tatap muka diambil dengan mempertimbangkan kesehatan dan keselamatan siswa. Abu vulkanik, kata dia, berbahaya apabila terhirup dan masuk ke paru-paru karena dapat memicu gangguan pernapasan seperti batuk, pilek hingga Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA).

Pemkab Serang juga meminta masyarakat meningkatkan kewaspadaan tanpa panik. Warga diimbau tetap berada di rumah dan menghindari aktivitas di luar apabila tidak ada keperluan mendesak.

"Jika memang harus keluar rumah, maka tolong gunakan masker dan kacamata. Saat ini kami juga telah menerima bantuan masker dari Pemerintah Provinsi Banten melalui Dinas Kesehatan untuk dibagikan ke warga," ujarnya.

Meski demikian, Pemkab Serang belum mengeluarkan imbauan evakuasi bagi masyarakat. BPBD bersama pemerintah kecamatan dan desa terus memantau perkembangan aktivitas Gunung Anak Krakatau.

"Untuk mengungsi tidak ada, yang jelas imbauan nya tetap diam di rumah. Saya juga sudah menginstruksikan seluruh camat dan kepala desa di wilayah Kabupaten Serang untuk senantiasa siaga dan waspada," tutupnya.

Lampung Berlakukan Daring Dua Hari

Kebijakan serupa juga diterapkan Pemerintah Provinsi Lampung. Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal meminta sekolah melaksanakan pembelajaran daring selama dua hari sebagai langkah antisipasi terhadap sebaran abu vulkanik GAK.

"Sekolah juga dalam dua hari ini, kami minta untuk melakukan pembelajaran secara daring," ujar Rahmat Mirzani Djausal di Bandarlampung, Minggu.

Selain pembelajaran daring, seluruh kegiatan sekolah yang dilakukan di luar ruangan juga dihentikan sementara. Kebijakan tersebut mencakup kegiatan olahraga dan upacara.

Terkait
Terkini
Lihat Artikel Lainnya

Dapatkan Aplikasi
Suara.com