Ada Benda Asing dari Larva hingga Lelehan Plastik di MBG Selandia Baru Respon Pemerintah Mengejutkan

Rabu, 09 September 2026 | 18:49 WIB
Ilustrasi Menu MBG. (Suarajogja.id/Putu Ayu Palupi)
  • Pemerintah Selandia Baru menghadapi kritik terkait penemuan benda asing tidak dikenal di dalam sajian brownies program makan siang sekolah.
  • Wakil Perdana Menteri David Seymour menyatakan insiden tersebut adalah masalah keamanan pangan umum dari pemasok, bukan kesalahan program.
  • Program makan siang sekolah yang dimulai sejak 2020 ini menyediakan makanan sehat bagi lebih dari 240.000 siswa.

Ada pula kasus larva ditemukan dalam makanan, meski penyelidikan menyimpulkan larva tersebut sudah mati dan tidak menimbulkan risiko keamanan pangan.

Kasus-kasus tersebut membuat kualitas dan keamanan program makan siang menjadi isu politik sekaligus perhatian sekolah dan orang tua.

Pemerintah sendiri berulang kali menegaskan tujuan utama perubahan program adalah menyediakan makanan sehat dengan biaya lebih rendah bagi pembayar pajak.

Program makan siang murah tersebut merupakan bagian dari kebijakan pemerintah koalisi Selandia Baru untuk memangkas biaya dibandingkan skema yang diterapkan pemerintahan sebelumnya.

MBG di Selandia Baru

Pemerintah Selandia Baru menyediakan makan siang gratis setiap hari sekolah bagi lebih dari 240.000 siswa melalui program Healthy School Lunches, yang sebelumnya dikenal sebagai Ka Ora, Ka Ako.

Program makan siang sekolah Ka Ora, Ka Ako di Selandia Baru dimulai pada tahun 2020 di masa pemerintahan Perdana Menteri Jacinda Ardern

Program tersebut menyasar siswa yang membutuhkan dukungan terbesar, terutama sekolah dan kura dengan tingkat ketimpangan ekonomi tinggi.

Data Kementerian Pendidikan Selandia Baru per 13 Agustus 2026 mencatat terdapat 1.023 sekolah dengan lebih dari 240.000 siswa yang mengikuti program tersebut.

Ada standar gizi yang harus dipenuhi dalam menu Healthy School Lunches. Makanan harus berasal dari empat kelompok utama, yakni sayur dan buah, biji-bijian, produk susu, serta makanan sumber protein.

Menu juga harus membatasi kandungan lemak jenuh, garam atau sodium, dan gula tambahan.

Sistem standar gizi program menggunakan kategori warna untuk memastikan makanan yang lebih sehat menjadi komponen utama menu.

Makanan yang masuk kategori green harus mendominasi setiap hidangan.

Sementara makanan kategori amber hanya diperbolehkan dalam jumlah terbatas, sedangkan makanan kategori red tidak boleh dimasukkan ke dalam menu.

Untuk minuman, pilihan yang diperbolehkan juga sangat terbatas. Program hanya mengizinkan air putih dan susu tanpa rasa sebagai minuman yang disajikan kepada siswa.

Terkait
Terkini
Lihat Artikel Lainnya

Dapatkan Aplikasi
Suara.com