Hari Keempat, SAR Sisir Pulau Terdekat Anak Krakatau Cari 5 Jurnalis dan 3 Awak Kapal

Jum'at, 11 September 2026 | 21:33 WIB
Personel Basarnas Banten bersama personel Ditpolairud berangkat untuk operasi SAR hari kedua kapal penumpang hilang kontak dari Dermaga Marina Lippo Carita di Pandeglang, Banten, Rabu (9/9/2026). [ANTARA FOTO/Sigid Kurniawan/wsj]
  • Tim SAR gabungan memperluas pencarian lima jurnalis dan tiga awak kapal yang hilang kontak di sekitar Gunung Anak Krakatau pada Jumat, 11 September.
  • Penyisiran dilakukan melalui empat sektor laut, satu sektor khusus di pulau sekitar, serta jalur udara menggunakan helikopter tanpa hasil positif.
  • Rombongan yang terdiri dari lima jurnalis dan tiga awak kapal tersebut berangkat dari Carita pada Senin, 7 September, untuk meliput aktivitas vulkanik.

Suara.com - Tim SAR gabungan memperluas pencarian lima jurnalis dan tiga awak kapal yang hilang kontak di sekitar Gunung Anak Krakatau pada hari keempat operasi, Jumat (11/9).

Pencarian kali ini dipusatkan hingga pulau-pulau yang berada sekitar 3 kilometer dari Gunung Anak Krakatau. Tim menyisir empat sektor pencarian dan satu sektor khusus.

Kepala Kantor SAR Banten Al Amrad mengatakan sektor khusus dilakukan dengan mengerahkan KN SAR Tetuka dan RIB 02 Banten.

"Untuk sektor khusus di luar empat sektor sebelumnya, kami mengerahkan KN SAR Tetuka dan RIB 02 Banten. RIB 02 itu kembali ke Dermaga Marina pada pukul 15.31 WIB melakukan penyisiran di sekitar anak Gunung Krakatau, sampai mencari di tiga titik pulau tersebut (Pulau Rakata, Pulau Sertung, Pulau Panjang) dan mereka menyisir di darat," kata Amrad di Pandeglang, Banten, Jumat.

Namun, penyisiran di seluruh sektor belum menemukan petunjuk yang mengarah pada keberadaan lima jurnalis dan tiga awak kapal tersebut.

"Untuk semua set area dengan empat sektor dan satu sektor khusus, termasuk pencarian via udara yang dapat kami sampaikan, untuk keseluruhan sektor tersebut dengan hasil nihil, hanya menemukan satu buah pelampung atau life jacket oleh Kapal Angkatan Laut (KAL) Anyer," ujar dia.

Amrad mengatakan KN SAR Tetuka dan RIB 02 Banten melakukan penyisiran lebih intensif di pulau-pulau sekitar Gunung Anak Krakatau selama sekitar tiga jam.

Cuaca yang mendukung membuat tim dapat mendekati tiga pulau tersebut dan melakukan penyisiran hingga ke daratan.

Selain melalui jalur laut, pencarian juga dilakukan menggunakan helikopter 3604 selama sekitar satu jam. Penyisiran dilakukan di sekitar lokasi terakhir speed boat sebelum hilang kontak.

"Berdasarkan last known position (LKP), artinya diduga hilang kontak speed boat tersebut, dan pada pukul 17.00 sudah mendarat di Carita dengan aman dan terkendali, dan dengan hasil nihil," tuturnya.

Peristiwa ini bermula saat rombongan jurnalis berangkat menggunakan speed boat dari Dermaga Pagedongan, Carita, Kabupaten Pandeglang, Banten, pada Senin (7/9) sekitar pukul 14.00 WIB.

Mereka menuju kawasan Gunung Anak Krakatau untuk meliput aktivitas vulkanik di wilayah tersebut. Namun, kapal kemudian hilang kontak.

Lima jurnalis yang berada di dalam speed boat tersebut yakni M. Bagus Khoirunnas, pewarta foto Kantor Berita Antara; Ari Basuki, pewarta foto Merdeka.com; Yudistiro Pranoto, pewarta foto iNews.id; Firdaus Wajidi, jurnalis Anadolu Agency; dan Donal Husni, pewarta foto lepas.

Selain lima jurnalis, terdapat tiga orang lainnya di dalam kapal, yakni nakhoda, anak buah kapal (ABK), dan seorang pemandu.

Terkait
Terkini
Lihat Artikel Lainnya

Dapatkan Aplikasi
Suara.com